Selasa, 28 November 2017

Pernikahan Dini ABG 16 Tahun Di Sulbar Yang Viral di Medsos, Menuai Keprihatinan KPAI

Pernikahan Dini ABG 16 Tahun Di Sulbar Yang Viral di Medsos, Menuai Keprihatinan KPAI

VIRALSBOOK.COM - Kecil-kecil pingin jadi manten, kejadian pernikahan di bawah umur kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Kali ini ABG berusia 16 tahun menikah dengan sebayanya dan menjadi heboh di media sosial.

Dalam postingan yang beredar di medsos, Senin (27/11/2017), pernikahan ABG itu terjadi di Lampa, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Diketahui pasangan tersebut, pengantin pria bernama Arling dan pengantin wanita bernama Andiri. Keduanya masih duduk di kelas I SMA dan sama-sama berusia 16 tahun.

"Pernikahan di bawah umur terjadi... Kejadian Minggu (26/11/2017) di Lampa, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Keduanya bernama Andiri (mempelai perempuan) dan Arling (mempelai laki-laki). Kedua pasangan tersebut, baru berusia 16 tahun atau masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). Keduanya bertekad untuk menikah dengan alasan saling menyukai.Smg samawa ya nak...'amin yarroball alamin," demikian isi postingan yang beredar di medsos.



Pernikahan Dini di Sulbar (foto/facebook)


Melansir detikcom, Selasa (28/11/2017) Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyoroti beredarnya foto pernikahan di bawah umur yang viral di media sosial (medsos). Pernikahan ABG berusia 16 tahun itu disebut sebagai Potret Keprihatinan.

Kasus pernikahan dini ini bukan yang pertama kali terjadi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyayangkan adanya pernikahan tersebut. Melihat usia keduanya masih tergolong remaja.

"Kami akan mendalami pernikahan ini. Jika benar terjadi, tentu sangat memprihatinkan. Padahal dalam undang-undang perlindungan anak orang tua wajib mencegah perkawinan dengan melihat usia anak," ucap Ketua KPAI Susanto, Selasa (28/11/2017).

Susanto mengimbau agar para orang tua memastikan hal tersebut tidak terjadi. Pernikahan bukanlah hal sederhana yang hanya dilandasi suka sama suka.

"Menikah itu tidak sesederhana yang dibayangkan. Suka sama suka, saling menyayangi hanya bagian kecil dari potensi baik berkeluarga. Ada hal-hal lain yang juga prinsip dan fundamental. Kematangan berpikir dan me-manage keluarga yang ramah anak sangat fundamental harus dimiliki oleh calon mempelai," sebut Susanto.

Masih melansir detikcom, bahwa hal serupa disampaikan juga oleh komisioner KPAI Jasra Purba. Dia menyoroti pasangan yang terlalu muda ketika menikah memiliki kerentanan tinggi terkait kehamilan dan kondisi ekonomi.

"Bahwa pernikahan usia dini ini anak-anak tidak siap karena ketika dia punya pasangan dan hamil mungkin dari sisi kandungan tidak kuat menjalani kehamilan dan dari sisi ekonomi dengan usai anak kalau ekonomi nggak kuat tingkat perceraian tinggi," ucap Jasra.

"Dan usia nikah yang baik itu adalah usia 22 tahun dalam psikis dan biologis dia sudah siap," kata Jasra menambahkan. (vb_03)

comments