Kamis, 07 Desember 2017

Fotografer Terkenal Ini Mendadak Hentikan Job Preweddingnya, Ternyata Ini Alasannya

Fotografer Prewedding Terkenal Ini Mendadak Hentikan Job Preweddingnya, Ternyata Ini Alasannya




VIRALSBOOK.COM - Melakukan foto prewedding menurut pandangan sebagian manusia jaman now adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Maka tidak perlu heran bila hendak melangsungkan pernikahan untuk sejumlah pasangan, pasti ada bumbu-bumbu preweddingnya.

Bisa hanya dengan konsep sederhana, hingga memilih paket mewah melakukan sesi foto di luar negeri.

Apalagi jaman sekarang, banyak sekali fotografer yang menyediakan jasa foto Prewedding dengan segala promo-promo menarik yang ada guna mengabadikan setiap momen perjalanan pernikahan, mulai dari yang namanya prewedding, wedding, hingga post wedding.

(foto/hwp_foto)


Jasa studio foto dan para fotografer pun berlomba-lomba membuat promo menarik dengan label-label seunik mungkin, sehingga jasa mereka nantinya akan digunakan oleh pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Namun berbeda dengan fotografer profesional yang satu ini, saat banyak fotografer bersaing untuk bisa memberikan jasa foto prewedding-nya, ia malah berhenti memberikan jasa tersebut.

Adalah Hendy Wicaksono, fotografer yang terkenal dan jasanya sudah sering dipakai oleh tokoh publik hingga artis-artis ibukota.

Terpantau YouTuber Arief Muhammad pernah menggunakan jasanya saat menikahi Tiara Pangestika.



Tak hanya itu, artis cantik Fanny Ghassani dan Ridwan Ghany juga pernah menggunakan jasanya saat menikahi pasangannya masing-masing.





Melalui akun Facebook dan Instagram pribadinya, Hendy Wicaksono pun secara bulat dan penuh keyakinan menyatakan keputusannya, bahwa dirinya tidak lagi mau menerima job untuk prewedding.

Pernyataan tersebut ia unggah pada hari Minggu (26/11/2017).

Keputusannya yang mengejutkan beberapa pihak ini pun tentu saja beralasan. Ada beberapa hal yang membuatnya mantap untuk menghentikan jasa yang jobnya menjanjikan dan mencerahkan ini.

Keputusannya ini pun terkait dengan halal tidaknya prewedding dilakukan kepada pasangan yang belum sah dan resmi menikah.

Bahkan, ia sebagai fotografer pun merasa bersalah karena menjadi salah satu penggagas dari jasa prewedding itu sendiri.

Simak pernyataan Hendy Wicaksono selengkapnya berikut ini,



"Tidak ada satupun ulama/ustadz yg menyatakan kalo Prewedding itu Halal..

MUI pun jelas menyatakan Prewedding itu Haram..

Lalu bagaimana bisa saya memohon pekerjaan yg saya lakukan barokah.. dan halal.. kalo yg saya lakukan adalah hal yg jelas Haram..
Sudah bertahun tahun pernyataan itu saya dengar..

Dan dengan bodohnya saya masih cuek bebek..
Seolah olah.. demi sebuah “mata pencarian” saya buat hal ini menjadi “Halal”.. saya kiaskan itu semua dengan sebuah sebutan “karya”..

Bertahun tahun saya merasa menjadi penggagas perilaku mereka yg belum muhrim/halal untuk
Berpegangan Tangan, Berpelukan, hingga Berciuman.. Astaghfirullah..

Hingga mereka pun yg sdh menutup aurat, saya dengan egois dan benar benar menutup hati mengajak mereka melakukan prewedding dgn berbagai macam alasan kalo hal ini “biasa”..Tanpa memperhatikan Apa yang akan masuk kedalam perut anak istriku dr nafkah yg Haram itu..

Pernikahan itu adalah hal baik.. maka jangan lah hal yg menuju kesana diisi dgn hal yg Haram..
Prewedding itu memang luar biasa..
Sebuah budaya yg dikemas baik, indah, enak dilihat mata, menyenangkam buat mereka yg melakukan dan yg mencari nafkah di dalamnya.. sehigga mampu membuat hal Haram terlihat Amat sangat Halal.

Astaghfirullah..
Ah si ini foto prewedding gpp kok..
Ah si anak pemimpin ini prewedding jg gpp kok
Ah artis ini foto jg kok..
Bla bla bla..

Kebenaran itu bukan dr siapa yg melakukan.. tp dari apa yg ada di Quran dan Hadist..
Namun saya sadar.. prewedding ini ada karena kami. Kami para fotografer yg menawarkan “layanan” ini.
Kami yg membuat budaya ini semakin berkembang.
Awalnya cuma di studio.. dalam kota.. luar kota.. hingga ke luar negeri..

Saya sadar.. tanggung jawab kami yg menyebarluaskan ini..

Dan Kali ini saya memutuskan unt behenti dari kegiatan prewedding ini.. Juga saya mohon maaf kepada mereka semua yg sdh pernah saya ajak unt melakukan foto prewedding.

Karir yg meningkat itu harusnya bukan membuat kita semakin berlimpangan harta, kedudukan yg membuat kita jd lupa diri, atau banyaknya populasi yg menyukai kita.. yg semua membuat kita semakin sibuk dgn urusan duniawi.. Tapi seharunya kita semakin paham apa yg kita dapatkan ini barokah atau cobaan..

Demi aturan agama saya.. Demi nafkah yg masuk ke anak istri saya.. Demi nilai budaya Ketimuran..
Bismillah
I Quit.." tulis Hendy Wicaksono pada keterangan fotonya tersebut.

Sontak, pernyataannya ini pun menuai tanggapan yang beragam dari para warganet, mereka pun beramai-ramai menyatakan pendapatnya masing-masing,

Feby Kosmetik : Subhanallah, meninggalkan sesuatu krna allah, insya allah berkah ..

Risa Zuardi : Saya sangat setuju dan mendukung penuh hal ini....alahamdulilah dan insyaAllah saya akan mengikuti jejak mas @Hendy Wicaksono yang mengumumkan secara terbuka

Viona Fabian Rahman : Alhamdulillah ga pakai pre wedding.. After wedding aja album nya dilihat lagi

Kangmas Harno : Manteb jiwa..tetep istiqomah ya duluur...

Apapun komentar warganet, mau dilanjutkan atau bertahan pada keputusannya, pilihan tetap ada pada sang fotografer.

Kita hidup memang penuh pilihan yang harus dimiliki semua insan manusia tanpa terkecuali. Semuanya adalah kehendak yang Kuasa. Hanya kita yang dapat memilih dan menentukan baik ataupun buruknya.

Pada dasarnya kita terlahir ke dunia ini adalah untuk berkompetisi diantara satu sama lainnya untuk kembali kepada Tuhan yang telah memberikan kita hidup dengan hati yang ridha lagi diridhai Tuhan.

Aturan mainnya pun telah Tuhan berikan kepada seluruh alam semesta dan kepada manusia, bahwa siapapun yang mau mengambil jalan yang lurus sesuai aturan, maka dia akan memperoleh balasan di akhirat kelak dengan kebahagiaan atau surga. Sebaliknya siapapun dia yang tidak mengikuti aturan main yang telah diberikan maka kelak di hari akhir dia akan mendapatkan balasan dengan kesengsaraan atau neraka.

Hidup yang terbaik adalah hidup yang banyak melakukan kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain dan seluruh alam. (vb_01)

comments