Minggu, 03 Desember 2017

Kisah Haru Seorang Kakak Yang Rela Nyambi Jadi Buruh Bangunan Demi Selamatkan Adiknya dari Kanker

Kisah Haru Seorang Kakak Yang Rela Nyambi Jadi Buruh Bangunan Demi Selamatkan Adiknya dari Kanker

VIRALSBOOK.COM - Memang kasih sayang orangtua itu tidak ada bandingannya, namun kasih sayang seorang kakak pun tidak jauh beda.

Seorang kakak bisa menggantikan kewajiban orangtua adalah hal yang terpuji dan membanggakan.

Hal inilah yang dilakoni oleh seorang remaja 19 tahun di Provinsi Hubei, China.

Ia tak pernah mengenal rasa lelah dan rela menjadi buruh bangunan, sibuk mengangkut batu bata. Peluh dan siang terik tak dihiraukannya, ia seperti diharuskan bekerja begitu keras.

Ma rela nyambi Jadi Buruh Demi Kesembuhan Adiknya (foto/viral4real)

Remaja yang akrab disapa Ma ini bukan tanpa sebab melakukan semua kerja keras ini.

Dilansir dari Viral4real, Ia ingin membantu kedua orangtuanya mencari biaya tambahan. Ya, biaya tambahan untuk operasi adiknya yang terserang kanker ganas, Leukimia.

Ma, yang sehari-harinya adalah seorang siswa sekolah kedokteran di desa terpencil, Provinsi Hubei, China ini mengharuskan dirinya bekerja keras demi kesembuhan sang adik.

Ia bahkan memilih sekolah kedokteran agar dapat menyembuhkan penyakit adiknya.

Namun sekolah saja tidak cukup, ia akhirnya mengambil pekerjaan sambilan sebagai pekerja bangunan.

"Aku harus masuk sekolah kedokteran, agar memiliki kesempatan untuk sembuhkan adikku," ungkap Ma.

Ma bersama Adiknya (foto (viral4real)


Tak hanya bekerja keras, Ma yang memiliki motivasi penuh, juga tergolong siswa berprestasi di sekolahnya.

Di rumah, ketika Ma dan kedua orangtuanya bekerja sepanjang hari, sang adik diasuh oleh neneknya.

Dari penghasilannya bekerja sebagai buruh bangunan, Ma memperoleh 100 Yuan atau sekitar Rp.200 ribu per hari.

Kisah Ma kini viral, hingga banyak netizen yang menggalang dana untuknya.

Netizen mengumpulkan sekitar 600.000 Yuan atau sekitar Rp 1.2 Miliar untuk operasi adik Ma.

Betapa haru tak terbendung, Ma menangis mengetahui begitu besarnya simpati banyak orang pada perjuangannya menyembuhkan sang adik.

"Akhirnya aku punya kesempatan menyembuhkan adikku," ungkap Ma terharu. (vb_01)

comments