Selasa, 05 Desember 2017

Kisah Sedih Bocah Garut Penjual Kerupuk Demi Ibunya Yang Hamil, Tinggal di Gubuk Reyot

Kisah Sedih Bocah Garut Penjual Kerupuk Demi Ibunya Yang Hamil, Tinggal di Gubuk Reyot

VIRALSBOOK.COM - Beredar di jejaring sosial, seorang bocah berkeliling jualan kerupuk dari kampung ke kampung di kawasan Garut, Jawa Barat. Jika dagangannya tidak laku, ia mencari barang rongsokan.

Ia menjajakan kerupuk sekitar Cibiuk, Kadungora, dan Leuwigoong. Bocah itu bernama Sutrisno atau akrab disapa Fadil (13).

Netizen terenyuh. Sungguh malang nasib bocah yang jadi tulang punggung keluarganya ini. Fadil tinggal di gubuk Gubuk reyot di tengah-tengah sawah berukuran 1x2 meter persegi yang terletak di Kampung Sinyar, Kecamatan Kadungora, Garut.

Bocah Garut Penjual Kerupuk dan Ibunya (foto/screenshoot)


Di gubuk ini Fadil tinggal bersama ibunya Heni Rohaeni (36) yang tengah mengandung 5 bulan, dan seorang adiknya Nurlaela Jamilah (3).

"Kalau tidur tiap malam juga di sini aja, karena enggak ada tempat lain," ungkap Heni sebagaimana viralsbook lansir dari laman detik.

Fadil hanya tinggal bertiga bersama Heni dan Lela. Ayahnya Udin meninggal saat ia berusia dua tahun. Sedangkan ayah tirinya Asep Kurnia (50) merantau ke Jambi sejak sebulan lalu.

Gubuk itu dibangun dengan kayu seadanya tanpa dinding. Atapnya hanya ditutupi ranting pohon kering dan terpal bekas. Di beberapa bagian samping hanya ditutupi karung.

Gubuk tempat tinggal Fadil dan ibunya (foto/detik)


"Ini bukan punya saya, hanya dipinjemin sama pak Asep yang punya sawah," katanya.

Heni mengaku telah terbiasa tinggal di gubuk ini. Meskipun setiap hujan turun ia dan anaknya basah kuyup karena atap gubuk bocor.

Parahnya lagi, di sebelah barat gubuk itu terdapat kandang domba yang mengeluarkan bau tak sedap karena banyak terdapat kotoran ternak. Kandang itu hanya berjarak sekitar 5 meter dari lokasi gubuk.

Fadil sendiri berjualan kerupuk keliling sejak setahun lalu. Sebelumnya Fadil pernah bersekolah di SDN Karangtengah 2 Kadungora, namun Fadil dikeluarkan dari sekolah.

"Katanya karena kelebihan murid. Sebelum ujian anak saya dikeluarkan. Sejak saat itu, anak saya lebih milih jualan kerupuk meskipun sudah saya larang. Ya mau bagaimana lagi kita butuh uang. Kondisi saya juga sedang hamil lima bulan," tuturnya.

Setiap hari Heni dan dua anaknya hanya makan seadanya. Terkadang ia juga mengaku tak makan karena tidak memiliki kayu bakar untuk memasak.

"Kadang sama tahu, sama garam apa aja," pungkas Heni.

Fadil tinggal bersama ibunya Heni Rohaeni dan adiknya Nurlaela Jamilah di Gubuk Reyot (foto/detik)


Kisah Keluarga bocah malang ini, mendapatkan banyak simpati dari netizen, semenjak viral dan menjadi perbincangan netizen di media sosial, kini tempat tinggal Fadil selalu ramai dikunjungi warga. Bahkan Pemerintah Kabupaten Garut menyediakan rumah kontrakan untuk fadil dan ibunya.

Dikabarkan detikcom, bahwa Pemkab Garut telah melakukan survey dan Sutrisno alias Fadil (13) bocah penjual kerupuk di Garut tidak lagi tinggal di gubuk reyot. Ia dan keluarganya diberikan rumah kontrakan

"Sudah kita survey tadi melalui P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpada Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PKK (Pembina Kesejahteraan Keluarga. Memang dia tinggal di gubuk itu. Mulai malam ini, kita berikan rumah kontrakan untuk tempat tinggal sementara," ungkap Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Rudy menjelaskan pihaknya melalui Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Pemukiman akan segera membangunkan rumah untuk keluarga Fadil di tanah milik pemkab di wilayah Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora.

"Untuk beberapa bulan ke depan mereka di rumah kontrakan dulu, sambil menunggu proses pembangunan rumah. Semuanya kami yang tanggung," katanya.

Selain itu Rudy juga mengatakan telah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk menangani langsung Fadil. Dikatakan Rudy, Fadil akan kembali bersekolah di tahun ajaran baru mendatang.

"Harus sekolah. Pokoknya dia kita tanggung untuk sekolah di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Sekarang kita titipkan juga ke pak haji di situ yang punya pesantren," tutur Rudy.

Sementara itu pihak P2TP2A akan mengontrol keadaan Fadil secara berkesinambungan.

"Apalagi nanti saat Fadil mulai masuk sekolah lagi P2TP2A akan memantau perkembangannya," ungkap Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari.

Selain Fadil, ibu dan adik Fadil, Heni Rohaeni (36) dan Nurlaela Jamilah (3) akan terus diperiksa kesehatannya. "Tadi dari puskesmas sudah datang mengecek kondisi kehamilan bu Heni. Alhamdulillah kondisinya baik, janinnya juga bagus," pungkas Diah.

Sejumlah dermawan yang hendak membantu Fadil pun terus berdatangan. Salah satunya adalah Pradana Aditya Wicaksana (30). Adit mengaku terenyuh mendengar kisah Fadil yang beredar di medsos. Melalui rekannya, Adit kemudian mengirim bantuan khusus bagi keluarga Fadil.

"Awalnya lihat di medsos. Kasihan juga ada anak dengan usia 13 tahun berjualan dan menjadi andalan keluarga. Saya merasa terharu. Ada sedikit rezeki yang saya miliki lah yang diberikan kepada keluarga Fadil untuk pendidikan sama kesehatannya," ungkap Adit.

Semoga Fadil jadi orang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Amin. Hidup memang keras tapi engkau harus jauh lebih keras dan kuat untuk bisa menaklukkannya. Belajar, bekerja, dan bila sampai pada takdirnya, Fadil pun bisa meraih kesuksesan itu. (vb_01)

comments