Sabtu, 09 Desember 2017

Pria Tua Ini Tak Diakui Anaknya, Ditemukan Terlantar di Atas Got Dengan Kondisi Memprihatinkan

Tidak diakui oleh tiga anaknya sebagai orang tua mereka. Bahkan anaknya yang durhaka tega membuat surat pernyataan tak ada hubungan lagi dengan bapaknya. Sangat memprihatinkan, kasus ini pun viral.




VIRALSBOOK.COM - Kasih orangtua sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan. Sesulit apapun orang tua, mereka tetap akan menyayangi anak-anaknya, membesarkannya dengan ikhlas, mendidiknya agar bisa menjadi orang sukses nanti.

Tapi, hal ini tak dirasakan oleh seorang pria lanjut usia bernama Udjan Susanto. Dikala usianya menginjak 74 tahun, ia diterlantarkan anak-anaknya. Hidup sebatang kara dan terlantar di atas got depan SD Widuri Indah.

Udjan Susanto (foto/duta)


Entah apa dosa pria lansia ini, hidup terlantar dalam keadaan sakit dan sudah 4 hari tak berdaya. Padahal dia mempunyai 3 orang anak. Miris, seorang ayah mampu merawat dan membesarkan 3 orang anaknya, tapi 3 orang anak tak mampu merawat seorang ayah di usianya yang sudah tua.

Melansir wartakota, Udjan Susanto ditemukan tergeletak tak berdaya di atas got Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, oleh Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, pada hari Kamis (7/12/2017).

Kondisinya amat sangat memprihatinkan. Udjan tidur beralaskan karton seadanya. Dia memakai baju tidur tipis. Pakaian dan alas tidurnya tersebut sudah kotor dan bau, dipenuhi kotorannya sendiri.

Udjan Susanto (74) yang ditelantarkan anak-anaknya (foto/duta)


Menurut petugas Dinsos, setidaknya Udjan sudah empat hari tergeletak tak berdaya di atas got yang kotor dan penuh lalat dan nyamuk itu. Dia bertahan hidup dari belas kasihan orang-orang sekitar, atau pengendara yang melintas.

"Ketika sampai di lokasi, lansia tersebut tiduran di atas saluran air (got) dengan kondisi sudah sakit dan sudah buang air kecil dan besar di celana," kata Petugas P3S.

Petugas P3S Suku Dinsos DKI Jakarta saat menemukan Udjan (foto/wartakota)


Sebelum menyelamatkan Udjan, petugas Dinsos berkoordinasi dengan pihak kelurahan mencari tahu keluarga lansia bernasib malang itu. Udjan diketahui memiliki tiga orang anak, 2 tinggal di lokasi yang jauh dan salah satunya tinggal di sekitar lokasi, bernama Sumarno Susanto.

KTP Udjan Susanto (foto/wartakota)


Saat berhasil ditemui, tidak disangka anak tersebut menolak mengakui Udjan sebagai ayah kandungnya.

“Anaknya bersikeras tidak mengakui lansia itu sebagai orang tua. Kami pun menyodorkan surat pernyataan kepadanya bahwa lansia itu bukan orang tuanya,” kata petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Amir dalam keterangan tertulis dari Dinsos DKI Jakarta, sebagaimana dilansir viralsbook.

Dalam surat yang ditandatangani secara sepihak itu, Sumarno menyatakan bahwa dirinya sudah tak memiliki hubungan dengan Udjan sejak tahun 2012.

Di bawah ini isi surat yang dibuat oleh Udjan Susanto. Surat itu ditandatangani di atas materai dan dibubuhi cap Ketua RT 007/06 beserta Ketua RW 06 Kelurahan Duri Utara tertanggal 7 Desember 2017. Sungguh anak yang tega dan durhaka.

Surat pernyataan anak lansia yang telantar (foto/facebook Dinsos DKI Jakarta)

Bahwasanya saya ahli waris (3 bersaudara) sudah tidak memiliki hubungan lagi sebagai orang tua dan anak sejak 5 tahun yang lalu (tahun 2012).

Maka sejak saat itu saya tidak lagi memiliki sangkut paut dan tidak lagi bertanggung jawab dengan nama Bapak Udjan Susanto.

Demikianlah pernyataan saya. Surat pernyataan ini dibuat dalam kondisi sehat wal afiat dan tanpa paksaan siapapun.

Dengan adanya surat tersebut, petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Barat langsung mengevakuasi Udjan dari got menggunakan ambulans gawat darurat (AGD) 112 Dinas Kesehatan. Udjan kemudian dirujuk ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut. Dia diketahui mengidap diabetes akut.

Udjan dirujuk ke RSUD Tarakan oleh Petugas P3S (foto/wartakota)


Biasanya, Udjan tinggal bersama anaknya yang berada di Depok. Kemudian ia mau ke rumah anak yang satu lagi di Duri Utara, tapi anaknya menolak dan tidak mengakuinya sebagai orangtua.

Alasannya, Udjan dinilai anaknya menyebalkan dan membuat malu, karena sering membuat resah dan mengganggu orang lain. Sebab itu, ia merasa tak lagi memiliki tanggung jawab sebagai seorang anak.

Meski ditelantarkan ketiga anaknya, Udjan yang kini dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat mengaku masih sayang kepada anak-anaknya.


Curhatnya itu disampaikan kepada Wennylie lewat akun Instagram-nya @s.wennylie. Wenny adalah warganet yang kali pertama memposting kisah ini dan jadi viral di media sosial.

Wenny bersama sejumlah temannya, kemarin (7/12/2017) menjenguk Udjan di RSUD Tarakan. Udjan dirawat di lantai 7 RSUD Tarakan, tepatnya di Ruang Dahlia 3705.



Lewat instastory, Wenny sempat berbincang dengan Udjan. Meski ditelantarkan, pria yang rambutnya telah memutih ini mengaku masih sayang kepada tiga anak kandungnya. “Sayang, tapi anak yang kita sayang udah kelewatan, ya udah,” kata Udjan yang terbaring di atas tempat tidur sambil diinfus.

Udjan mengaku diusir oleh anak kandungnya berinisial N dari rumah. Dia selama ini mengaku diperlakukan buruk. “Dia udah nggak ingat orang tua. Orang tua udah nggak makan juga dia nggak mau tahu. Minta nasi bilang nggak ada, kalau memang anak bener, kasih aja duit Rp10 ribu juga buat makan cukup,” sambungnya.

Karena diusir, Udjan pun mencoba pergi ke rumah anaknya yang lain di Duri Utara, Jakarta Barat. Namun anaknya yang berinisial SS juga tidak mengakui dan mengusirnya. Dia kemudian telantar dengan tidur di atas got di depan SD Widuri Indah, Kelurahan Duri Utara.

Akhirnya dia diselamatkan petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, dibawa dengan ambulans gawat darurat 112 Dinas Kesehatan DKI Jakarta ke RSUD Tarakan untuk dirawat. Berdasarkan keterangan dokter, lansia itu menderita diabetes akut tapi masih bisa berkomunikasi.

Kisah ini begitu miris dan sangat memprihatinkan.

Sahabat viralsbook, jangan kau benci ayah dan ibumu. Ingatlah bahwa ayahmu telah berjuang dengan sekuat tenaga membesarkan kamu. Beliau banting tulang mencari nafkah untuk membiayai sekolahmu, membelikan mainan kesukaanmu, mengajak kamu jalan-jalan.

Bahkan ketika kau masih dalam kandunganpun, ayahmu telah bersusah payah untuk membelikan makanan bergizi untuk ibumu yang akan kamu serap, demi keinginan melihat anaknya lahir dan tumbuh dengan sehat.

Setelah besar, apakah kau tega memperlakukan ayahmu dengan semena-mena seperti kisah di atas? Neraka jahanam adalah tempatmu.

Semoga kita semua jadi anak yang berbakti, serta bisa jadi orangtua yang nantinya bisa memiliki anak-anak yang berbakti. Amin. (vb_05)

comments