Organ pencernaan manusia dirancang untuk mengolah makanan dan minuman yang menutrisi tubuh. Namun, bagaimana jika lambung justru menjadi "gudang" penampungan bagi ratusan koin, puluhan bilah pisau lipat, bola rambut raksasa, atau bahkan instrumen bedah yang tertinggal puluhan tahun? Fenomena medis ekstrem ini bukan sekadar cerita rekaan, melainkan kenyataan medis yang kerap membingungkan para dokter di berbagai belahan dunia.
Daftar Isi
VIRALSBOOK - Dunia medis internasional berulang kali dihebohkan oleh berbagai penemuan kasus kesehatan yang memicu keheranan publik. Tak sedikit kasus medis yang bikin geger akibat ditemukannya benda-benda tidak lazim di saluran pencernaan manusia, hingga membuat tim dokter heran geleng-geleng kepala dan menjadi sorotan publik.
Rata-rata insiden ekstrem semacam ini berakar dari gangguan mental langka yang memicu penderitanya nekat menelan objek bahaya tanpa bisa menahannya. Aneh dan mengerikan yang Sobat viralsbook?
Berikut adalah ulasan mengenai 7 rekam jejak medis paling menggegerkan terkait isi lambung yang tak biasa, yang viralsbook rangkum dari berbagai sumber.
Isi lambung Ratusan Koin dan Paku Seberat 7 Kg
Dokter termukan ratusan koin dan paku di perut pria ini (foto/tribun)
Peristiwa ini menimpa Maksud Khan, pria 35 tahun yang sehari-hari mengayuh becak di Satna, Madhya Pradesh, India. Keluarganya bergegas membawa Khan ke IGD Rumah Sakit Sanjay Gandhi setelah ia mendadak menjerit kesakitan menahan sakit di bagian perutnya. Tenaga medis yang bertugas kala itu awalnya menganggap kondisi Khan sebagai kasus biasa, menduga ia hanya terkena infeksi saluran cerna, maag berat, atau keracunan makanan.Namun sobat viralsbook, prasangka medis tersebut mendadak sirna begitu tim dokter melakukan tindakan prosedur endoskopi. Kamera kecil yang masuk ke organ dalam Khan memperlihatkan pemandangan yang amat mengerikan.
Di dalam rongga lambungnya, bersarang 263 keping uang logam, 100 batang paku bangunan dengan total beratnya 1.5 kg, puluhan jarum, potongan besi karatan sepanjang 6 inci, hingga pecahan batu. Total bobot benda asing yang diekstraksi lewat pembedahan darurat tersebut mencapai 7 kilogram.
Menurut pengakuan pihak keluarga, Khan memiliki kebiasaan tersembunyi menelan koin yang ia peroleh dari para penumpang becaknya dengan bantuan dorongan air minum. Kebiasaan menyimpang akibat gangguan jiwa ini telah ia jalani bertahun-tahun tanpa disadari orang terdekat, hingga akhirnya menumpuk dan memicu kerusakan organ pencernaan yang sangat kritis.
Ia pun menjalani Operasi bedah darurat untuk mengeluarkan 7 kilogram benda logam dari perutnya, yang dilakukan pada tanggal 24 November 2017. Laporan mengenai keberhasilan operasi langka ini kemudian mulai dipublikasikan secara luas oleh media internasional dan lokal sejak tanggal 27 November 2017.
Isi lambung Bohlam Lampu Utuh
Bohlam di dalam lambung (Foto: Media Sosial)
Warga Al-Ahsa, Arab Saudi, mendadak gempar usai pemuda 21 tahun dilarikan ke IGD Rumah Sakit Pangeran Saud bin Jalawi pada Kamis, 30 Maret 2017. Pasien datang meringis menahan demam tinggi, mual-mual, serta nyeri menusuk di bagian perut. Dokter yang menangani lantas melakukan tes foto rontgen dan mendapati bayangan benda keras lonjong bertengger di lambungnya.Melalui tindakan pembedahan marathon yang memakan waktu lebih dari satu jam, tim dokter bedah akhirnya berhasil mengekstraksi sebuah objek yang tak terduga: sebuah bohlam lampu kaca utuh yang masih terbungkus rapi oleh lapisan plastik pelindung.
Setelah sadar dari pengaruh anestesi, pasien tersebut memberikan pengakuan yang mencengangkan. Ia mengaku pernah tak sengaja menelan bohlam lampu itu saat masih berusia 10 tahun. Lantaran Takut dimarahi orang tuanya, ia nekat menyimpan rahasia kelam itu rapat-rapat hingga 11 tahun lamanya.
Sobat viralsbook, benda berbahaya itu mengendap di dalam tubuhnya tanpa gejala berarti, sampai akhirnya lapisan pelindungnya mulai terkikis dan memicu infeksi jaringan internal. Kasus medis langka ini kemudian dipublikasikan secara resmi oleh otoritas kesehatan setempat pada 1 April 2017 setelah Operasi darurat berhasil dilakukan oleh tim medis.
Isi Lambung Gunting Bedah Berkarat
Gunting yang dikeluarkan dari perut Ma Van Nhat (Foto: straitstimes.com)
Berbeda dari deretan kasus yang didasari oleh gangguan mental pasien, musibah yang dialami oleh Ma Van Nhat (54) di Provinsi Bac Kan, Vietnam, murni merupakan dampak dari kelalaian malapraktik medis yang sangat berisiko fatal.Kisah ini terungkap secara tidak sengaja ketika Nhat mengalami kecelakaan lalu lintas ringan dan harus menjalani pemeriksaan USG rutin di rumah sakit. Betapa kagetnya tim dokter yang memeriksa ketika melihat gambar instrumen medis berupa sepasang gunting pembedahan sepanjang 15 sentimeter bersarang di area perutnya.
Setelah dilakukan penelusuran rekam medis masa lalu, gunting tersebut ternyata merupakan alat operasi yang tertinggal saat Nhat menjalani prosedur pembedahan perut pasca-kecelakaan pada tahun 1998. Selama 18 tahun lamanya, Nhat menjalani hidup normal tanpa pernah menyadari bahwa sepasang gunting logam yang mulai berkarat berada di dalam organ pencernaannya.
Tim dokter spesialis di Rumah Sakit Gang Thep Thai Nguyen akhirnya melakukan operasi bedah maraton selama 3 jam pada 31Desember 2016 untuk mengeluarkan gunting tersebut, dengan bantuan tim ahli bedah spesialis yang didatangkan langsung dari Hanoi. Operasi berjalan sukses dan pasien dilaporkan pulih dengan baik setelahnya.
Isi Lambung Timbunan Rambut Raksasa Seberat 4,1 Kg
Gumpalan Rambut di dalam lambung (Foto: pmc.ncbi.nlm.nih.gov)
Nasib malang menimpa seorang gadis remaja berusia 17 tahun di Indore, Negara Bagian Madhya Pradesh, India. Pada Agustus 2016, ia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit MY (Maharaja Yashwantrao) akibat kondisi kesehatannya yang mendadak merosot drastis.Pasien datang dengan keluhan mual tak henti, muntah-muntah parah, serta ketidakmampuan total untuk mencerna makanan maupun sekadar menelan air minum. Saat diperiksa secara fisik oleh tim medis di Indore, bagian perut gadis tersebut tampak membuncit keras dan kaku hingga memicu dugaan awal adanya benjolan tumor ganas berskala besar di dalam organ dalamnya.
Langkah bedah laparatomi lantas diambil secara darurat oleh tim dokter RS MY Indore pada tanggal tanggal 25 Agustus 2016. Betapa terkejutnya para ahli bedah saat membuka rongga perut pasien dan menemukan gumpalan rambut raksasa (trichobezoar) seberat 4,1 kilogram. Serat-serat rambut hitam tersebut telah memadat keras, membentuk cetakan persis sesuai ruang lambung, hingga meluber menjuntai ke saluran usus halus.
Di dunia kedokteran, fenomena medis super langka ini dinamai Rapunzel Syndrome—sebuah komplikasi parah akibat perpaduan dua gangguan psikologis, yakni trichotillomania (dorongan impulsif mencabut rambut sendiri) dan trichophagia (kebiasaan menyimpang menelan rambut tersebut). Lantaran serat rambut manusia sama sekali tidak bisa diurai oleh asam lambung maupun enzim pencernaan, material itu mengendap, menggumpal, dan menyumbat total sistem pencernaan pasien selama bertahun-tahun.
Setelah operasi besar tersebut berhasil diselesaikan oleh tim dokter di Rumah Sakit Maharaja Yashwantrao (MY Hospital), laporan medis mengenai kasus Rapunzel Syndrome ini mulai dipublikasikan secara resmi dan menjadi pemberitaan luas sejak tanggal 29–31 Agustus 2016.
Isi Lambung 40 Bilah Pisau Lipat
40 pisau dikeluarkan dari perut seorang polisi Punjab (Foto: thenewsminute.com)
Pengalaman penanganan kasus objek asing dalam lambung yang paling mendebarkan dan menguras mental dialami langsung oleh jajaran tim dokter spesialis di Corporate Hospital, Amritsar, Punjab, India. Pada Agustus 2016 mereka harus berhadapan dengan seorang pasien pria paruh baya bernama Surjeet Singh (42 tahun)Pria yang bertugas sebagai polisi (konstabel) yang bertugas di Kepolisian Punjab, Distrik Tarn Taran, India ini mendatangi rumah sakit usai mengalami nyeri perut hebat yang tak kunjung sembuh disertai penurunan berat badan yang sangat drastis dalam kurun waktu beberapa minggu.
Sobat viralsbook, Prosedur pemindaian endoskopi dan sinar-X mengungkapkan kenyataan yang membuat para medis bergidik. Pada pemeriksaan awal menggunakan USG, tim dokter sempat menduga massa padat di perutnya adalah kanker/tumor lambung, ternyata massa padat ini adalah puluhan bilah pisau lipat berbahan besi tajam memenuhi rongga organ pencernaannya.
Dalam operasi pembedahan maraton selama lima jam penuh pada 19 Agustus 2016, tim dokter secara ekstra hati-hati mengeluarkan satu per satu 40 buah pisau lipat, di mana beberapa di antaranya telah berada dalam posisi terbuka hingga sepanjang 18 cm dan hampir merobek dinding usus serta sebagian sudah mulai berkarat serta patah.
Setelah kondisinya dinyatakan stabil pasca-operasi, kasus medis yang sangat langka ini baru dipublikasikan secara luas ke publik dan media internasional mulai tanggal 20–22 Agustus 2016. Dalam wawancara medis pasca-operasi, Singh mengaku mengidap dorongan psikologis impulsif yang membuatnya merasa ketagihan untuk menelan pisau besi setiap kali timbul kecemasan.
Isi Lambung Koleksi Logam 6 Kg
Isi Lambung koleksi logam (Foto: theweek.com)
Kuleshwar Singh (28), seorang pria warga suku asal desa Korkoma, Chhattisgarh, India, dilarikan ke ruang gawat darurat rumah sakit akibat penyumbatan usus akut yang menyebabkan pendarahan dan nyeri tak tertahankan. Tim medis yang bertugas awalnya menduga bahwa pasien menderita komplikasi tumor ganas di area organ dalam.Akan tetapi sobat viralsbook, begitu prosedur pembedahan dibuka pada tanggal 28 November 2011, dokter menemukan timbunan benda padat berbahan logam dalam jumlah yang luar biasa banyak. Sebanyak 421 keping uang logam, 197 buah timah pemberat jaring ikan, 3 buah kunci rumah, serta 19 baut rantai sepeda berhasil dikeluarkan dari dalam lambungnya.
Setelah operasi maraton sepanjang 3 jam tersebut selesai dilaksanakan, kasus medis yang menggemparkan ini dipublikasikan secara luas oleh media lokal maupun nasional pada tanggal 30 November hingga 1 Desember 2011.
Total berat keseluruhan materi asing yang diangkat mencapai lebih dari 6 kilogram. Hasil evaluasi psikiatri mengonfirmasi bahwa Singh menderita Skizofrenia parah yang dikombinasikan dengan kelainan Pica—sebuah gangguan makan yang memicu penderitanya mengonsumsi benda-benda tak lazim dan bukan makanan secara terus-menerus.
Isi Lambung 78 Sendok dan Garpu
Peralatan makan yang dikeluarkan dari perut Margaret (Foto: CEN)
Kasus yang menimpa seorang wanita bernama Margaret Daalman (52) di Rotterdam, Belanda, mencatatkan diri sebagai salah satu rekam medis paling aneh di benua Eropa. Margaret mendatangi ruang gawat darurat dengan keluhan kram perut hebat yang membuat tubuhnya membungkuk dan tak mampu berdiri tegak.Hasil pemeriksaan rontgen memperlihatkan pemandangan luar biasa: puluhan peralatan makan berbahan baja tahan karat (stainless steel) menumpuk rapi di dalam organ pencernaannya. Melalui operasi bedah darurat, tim dokter berhasil mengeluarkan 78 buah sendok dan garpu dari tubuhnya.
Uniknya sobat viralsbook, dari seluruh peralatan makan yang ia telan, Margaret sama sekali tidak pernah menyentuh atau menelan pisau. Tim psikiater yang mendampingi menjelaskan bahwa pasien mengidap Borderline Personality Disorder (gangguan kepribadian ambang) yang memicu dorongan tak sadar untuk menelan benda keras setiap kali ia diserang rasa cemas atau tekanan emosional berat.
Gambar-gambar mencengangkan tentang pembedahan Daalman itu sesungguhnya diambil lebih dari 30 tahun lalu (sekitar akhir era 1970-an), tetapi baru diterbitkan untuk pertama kali dalam majalah medis Belanda pada tanggal 29 Oktober 2009.
***
Keberadaan benda-benda tak lazim di dalam saluran pencernaan manusia hampir selalu bermuara pada gangguan psikologis dan perilaku makan menyimpang yang kerap tak disadari lingkungan sekitar.
Salah satu kondisi yang paling sering memicu aksi nekat ini adalah Pica, sebuah kelainan psikiatris di mana penderitanya memiliki dorongan kuat untuk mengonsumsi benda-benda non-makanan, mulai dari logam, batu, hingga koin.
Sementara itu, Rapunzel Syndrome merupakan bentuk komplikasi ekstrem dari trichotillomania—kebiasaan mencabut rambut secara impulsif—yang berlanjut pada trichophagia atau tindakan menelan rambut sendiri hingga membentuk gumpalan padat yang menyumbat total organ dalam.
Mengenali gejala awal gangguan ini memerlukan kecermatan ekstra dari keluarga terdekat. Seseorang yang mengidap Pica atau Rapunzel Syndrome umumnya menunjukkan kebiasaan kompulsif yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sering kali disertai penurunan berat badan tanpa sebab jelas, perubahan pola makan ekstrem, serta mual dan nyeri perut yang berulang. Pada kasus konsumsi rambut, tanda fisik seperti penipisan rambut kepala (alopecia) yang tidak merata menjadi petunjuk penting yang tak boleh diabaikan.
Langkah pencegahan dan penanganan dini memegang peranan vital sebelum kondisi berujung pada komplikasi bedah darurat yang mengancam nyawa. Pendekatan intervensi psikiatri, psikoterapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy), serta pengawasan ketat terhadap paparan kecemasan atau pemicu stres penderita menjadi garis pertahanan utama. Mendampingi pasien secara emosional dan segera melakukan konsultasi medis saat perilaku tak wajar mulai terlihat adalah kunci utama untuk memutus mata rantai dorongan impulsif berbahaya ini. (vb)
Referensi: punchng.com: Surgeons find 263 coins, 100 nails in man's stomach / english.alarabiya.net: Saudi doctors find lightbulb in man's stomach that he swallowed 11 years ago / ibtimes.co.in: 40 knives removed from stomach of Amritsar cop who liked eating them / indiatimes.com: 4.1 kg hair ball removed from girl's stomach in Indore / vietnamnet.vn: Doctors remove 15cm surgical scissors left in patient's stomach for 18 years / newindianexpress.com: Man with 6kg of metals in stomach operated in Chhattisgarh / dutchnews.nl: Woman operated after swallowing 78 pieces of cutlery






