Minggu, 10 Desember 2017

Inilah 12 Jejak Manusia di Muka Bumi Dari Ketinggian 600 Kilometer, Visualnya Menakjubkan!

Semakin hari bumi yang kita tempati semakin tua, 12 foto penampakan jejak manusia yang mengubah wajah bumi ini membuktikan jika bumi kita semakin tua.





VIRALSBOOK.COM - Ibarat orang yang sudah tua, bumi kita semakin sering batuk batuk, nafasnya sudah ngos-ngosan. Otot-ototnya mulai melemah. Kulitnya mengeriput. Tulangnya semakin keropos. Sendi-sendinya tak lagi kokoh untuk menopang tubuhnya.

Maka, ia jadi gampang terhuyung-huyung atau bahkan roboh terjatuh. Begitulah Bumi yang kita diami ini. Kondisinya semakin lama semakin lemah, rapuh, dan memprihatinkan.

Kehadiran manusia dan kecanggihan teknologi yang mengubah wajah bumi berubah drastis. Citra satelit dari ketinggian 600 Kilometer menunjukkan alam yang sudah kehilangan kesuciannya, namun tetap memukau dalam bentuknya yang terjamah manusia.

Berikut 12 foto penampakan bumi dari ketinggian 600 kilometer yang dilansir dari Made for minds :


1. Hutan Buatan

(foto/e-Geos)

Beginilah hutan hasil karangan manusia. Citra satelit menunjukkan hutan produksi di dekat kota Christchurch, Selandia Baru. Usia pohon dan tanaman bisa ditebak melalui perbedaan bayangan dan gradasi warna.


2. Hijau di Padang Pasir

(foto/e-Geos)

Wadi adalah istilah yang dipakai untuk sungai yang kering di Afrika Utara, Asia atau Spanyol. Di Wadi as-Sahba di Arab Saudi membentang lahan-lahan hijau yang tampak seperti oase di tengah gurun. Lahan kebun yang berbentuk bundar ini digunakan untuk memproduksi pakan ternak.


3. Cermin Raksasa

(foto/e-Geos)

Ribuan cermin memantulkan sinar matahari ke arah menara surya di pembangkit listrik tenaga matahari, Planta 10 dan 20 di Sevilla, Spanyol. Menara tersebut menampung temperatur setinggi 1.000 derajat celcius yang digunakan untuk memproduksi listrik. Setiap piringan cermin memiliki luas sebesar lapangan tenis.


4. Ladang Rapa

(foto/e-Geos)

Memasuki pertengahan Mai, wajah kota Lübeck dan sekitarnya di utara Jerman berubah menjadi kuning - oleh lautan bunga Rapa yang mulai mekar. Tanaman ini banyak digunakan untuk memproduksi minyak makan, atau belakangan juga untuk bahan bakar mesin diesel.


5. Menghilangnya Ekosistem Alami

(foto/e-Geos)

Hutan hujan di provinsi Serawak, Malaysia, termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Sungai biasanya menjadi satu-satunya akses menuju pedalaman. Namun berkat eksploitasi oleh manusia, sebagian besar lahan yang tadinya ramai ditumbuhi pepohonan kini rata dengan tanah.

6. Telaga Puspawarna

(foto/e-Geos)

Lahan perkebunan di Beaumont, Australia, ini dipenuhi oleh puluhan tambak garam. Coraknya yang berbeda-beda muncul akibat alga dan perbedaan kandungan garam di dalam tanah. Buat para petani, kadar garam yang tinggi di dalam tanah mempersulit usaha mereka bercocok tanam.



7. Kota Buatan di Tepi Alam

 (foto/e-Geos)

Kompleks pemukiman raksasa, Weston ini dibangun dengan menimbun kawasan rawa di negara bagian Florida, AS. Sebagian besar dari 66.000 penduduk yang tinggal di sana termasuk berpenghasilan sangat tinggi. Mereka membayar mahal untuk bisa hidup bersebelahan dengan taman nasional Everglades yang belum terjamah oleh manusia.


8. Daur Ulang di Tepi Pantai

(foto/e-Geos)

Antrian kapal memenuhi kawasan pantai Chittagong di Bangladesh. Ribuan buruh bersiap mempereteli setiap kapal tanker atau kontainer secara bergiliran. Tanpa pakaian pelindung, mereka terancam oleh zat-zat berbahaya.


9. Emas Cair

(foto/e-Geos)

Setiap meter area perkebunan di provinsi Jaén, Spanyol, ini dipenuhi oleh pohon zaitun, jumlahnya mencapai 50 juta. Kendati Italia lebih dikenal sebagai penghasil minyak zaitun terbaik, setiap tahunnya 600.000 liter minyak diproduksi di atas area perkebunan terbesar di dunia ini.


10. Kemewahan di Tengah Gurun

(foto/e-Geos)

Qatar membangun kawasan perumahan mewah dengan pelabuhan sendiri. Pulau yang diciptakan khusus untuk melindungi privasi ini terlihat seperti rangkaian kalung mutiara. Menimbun laut untuk membuat pulau menjadi tren properti mewah di kawasan teluk.


11. Surga di Atas Bumi

(foto/e-Geos)

Dataran tinggi Huangtu menjamin kesuburan yang berlimpah. Sejak ribuan tahun penduduk setempat mengubah wajah dataran tinggi ini dengan membangun teras-teras untuk mencegah erosi. Hingga kini para petani masih menggunakan cara-cara tradisional untuk menanam padi dan berkebun.


12. Dua Ton Berlian per Tahun

(foto/e-Geos)

Tambang berlian terbesar di dunia ini berada di Botswana, selatan Afrika. Berbagai jenis mineral yang terkandung di dalam bumi membuat bebatuan di sini berwarna biru. Kendati sudah berdiri sejak tahun 1971, tambang ini dipercaya memiliki kandungan yang akan cukup untuk 50 tahun ke depan.

Bagaimana menurut Anda? Secara visual terlihat indah dan seperti lukisan-lukisan abstract. Namun dibalik itu, raut wajah bumi tampak makin keriput.

Janganlah kita buat dunia kita ini semakin tua renta, karena kelalaian kita, karena ketidakmauan kita untuk belajar tentang hakikat kehidupan ini. Di sisi lain, bentuk dandanan dan hiasan dunia begitu tampak pada warna-warni dosa yang dilakukan manusia modern jaman now. (vb_05)

comments