Jumat, 10 Mei 2019

5 Tokoh Berdarah Timur Tengah Ini Berjasa Besar dan Berjuang Demi Bangsa Indonesia

Mereka keturunan Arab, tapi kiprah tokoh-tokoh ini mempunyai peranan yang penting bagi sejarah perjalanan panjang bangsa indonesia. Bahkan salah satunya diangkat menjadi Pahlawan Nasional


VIRALSBOOK.COM - Beberapa hari belakangan, jagat politik tanah air kembali heboh dengan perbincangan kontroversi seputar “keturunan arab”. Eks kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan beberapa nama WNI keturunan Arab, yang dianggapnya biang provokator agar tidak meneriakkan revolusi.

Pernyataan Hendropriyono bernada rasialis tersebut mendapat tanggapan dari banyak tokoh politik dan dianggap menyinggung keturunan Arab, bersifat rasis serta berpotensi mengadu domba dan memecah-belah anak bangsa.

Sahabat viralsbook, benarkah yang disebutkan Hendropriyono bahwa warga keturunan Arab adalah provokator yang menyulut revolusi? Bagaimana sebenarnya perjalanan orang Arab di Indonesia?


Bangsa Arab di Indonesia memiliki sejarah panjang. Dalam beberapa buku sejarah, bahkan disebutkan orang Arab masuk ke Indonesia sejak awal abad pertama Hijriah, pada zaman khalifah Utsman bin Affan, atau sekitar sekitar 30 H (650 M). Bukti terkuat keberadaan bangsa Arab di wilayah Nusantara, adalah adanya laporan dari orientalis, Van Leur, bahwa terdapat berbagai indikasi yang mengesankan adanya perkampungan-perkampungan atau keluarga besar Arab di pantai barat Sumatera sejak 674 M.

Dalam buku Sejarah Umat Islam karya Prof Dr Hamka, dituliskan bahwa para pedagang Arab telah datang ke negeri-negeri Melayu pada abad VII Masehi, atau abad I Hijriah. Argumennya ini mendasar pada sebuah catatan-catatan tahunan yang dibuat pelajar-pelajar bangsa Tionghoa pada 684 M, tentang bertemunya seorang pemimpin Arab yang menurut penyelidikan terakhir adalah pemimpin dari satu koloni bangsa Arab di pantai pulau Sumatera sebelah barat. Orang-orang Arab inilah yang kemudian mengembangkan dakwah Islam di Nusantara. Yang terkenal adalah Wali Sango, yang sebagian besar merupakan ulama-ulama keturunan Arab.

Masyarakat keturunan Arab di Indonesia, yang kebayakan ulama, juga terlibat dalam mengobarkan semangat rakyat dalam pemberontakan-pemberontakan melawan Belanda baik di Jawa, Banjarmasin, Aceh, Pontianak dan beberapa daerah lain di Nusantara. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan benih-benih kekhawatiran Belanda akan bahaya Islam, terutama dalam hubungannya dengan peranan keturunan Arab pada wilayah kolonialnya.

Dengan demikian, Bangsa Arab di Indonesia juga punya andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Mereka mempunyai peranan yang penting bagi sejarah perjalanan bangsa. Baik di masa perjuangan memperebutkan kemerdekaan, maupun sesudah Indonesia menjadi negara yang berdaulat penuh. Siapa sajakah mereka? Simak ulasan berikut.


1. Sultan Hamid II


Masyarakat Indonesia mungkin hanya mengenal lambang Garuda Pancasila yang digambarkan dengan seekor burung dengan perisai di depannya. Tak banyak orang Indonesia tahu bahwa sesungguhnya Sultan Hamid II dari Pontianak adalah perancang Lambang Negara Garuda Pancasila.

Pria kelahiran 12 Juli 1913 itu awalnya merupakan seorang perwira tinggi berpangkat Mayor Jenderal di tentara Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL), Belanda. Ketika Soekarno terpilih sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat (RIS) pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, oleh Kepala Negara, Sultan Hamid II ditunjuk menjadi Menteri Negara Zonder Portofolio dalam Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 1949 sampai dengan 1950. Dengan surat Keputusan Presiden RIS No. 1 tahun 1949 tanggal 18 Desember 1949, Sultan Hamid II beserta tokoh lainnya juga ditunjuk sebagai salah satu Dewan Formatur Kabinet RIS.

Baca Juga : Kematian 5 Tokoh Dunia Yang Misterius dan Masih Menyisakan Banyak Pertanyaan

Bersama tim perumus lain, Sultan Hamid II terlibat aktif dalam merancang Konstitusi Republik Indonesia Serikat. Dalam pasal 3 ayat (3) Konstitusi RIS 1949, dinyatakan bahwa pemerintah menetapkan Lambang Negara. Kemudian, Presiden Soekarno menunjuk Sultan Hamid II yang menjabat sebagai Menteri Negara tersebut untuk menjadi koordinator tim perumusan lambang negara pada 1950. Dalam sidang kabinet pada 10 Januari 1950, dibentuklah sebuah panitia teknis dengan nama Panitia Lambang Negara di bawah koordinasi Sultan Hamid II.

Panitia ini bertugas menyeleksi atau menilai usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan ke pemerintah. Dalam proses sayembara pembuatan lambang negara, banyak rancangan yang diajukan, tak terkecuali Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin yang juga mengajukan rancangan lambang negara buatannya masing-masing.


Dua karya terbaik akhirnya dipilih dan diajukan ke Panitia Lencana Negara, yakni rancangan Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin. Akan tetapi, panitia menolak rancangan Muhammad Yamin. Alasannya, rancangan Yamin banyak mengandung unsur sinar matahari yang mengesankan adanya pengaruh Jepang. Pemerintah akhirnya menerima Elang Rajawali - Garuda Pancasila rancangan Sultan Hamid II dan menetapkannya sebagai Lambang Negara Republik Indonesia Serikat pada tanggal 11 Februari 1950.

Dalam perkembangannya, banyak masukan-masukan dari berbagai pihak terhadap lambang RIS yang baru itu. Beberapa kali perbaikan-pun dilakukan oleh Sultan Hamid II sehingga menghasilkan Garuda Pancasila seperti yang kita kenal sekarang. Dalam masa kerjanya yang singkat, dia berhasil menciptakan gambar burung garuda sebagai lambang Negara Republik Indonesia Serikat, yang hingga hari ini lambang tersebut digunakan oleh Indonesia dalam bentuk lain, yakni Negara Kesatuan Repubik Indonesia.

Selain merancang lambang negara, pria bernama lengkap Syarif Hamid al-Qadri itu juga menjabat sebagai ketua BFO, di mana ia berhasil melapangkan langkah Indonesia untuk merebut kemerdekaan dalam Konferensi Meja Bundar. Pada tanggal 30 Maret 1978, pukul 18.15 WIB, Sultan Hamid II wafat di Jakarta. Sultan Pontianak ke-7 itu meninggal dunia ketika sedang melakukan sujud pada shalat maghribnya yang terakhir. Sultan Hamid II dimakamkan di Pemakaman Keluarga Kesultanan Qadriyah Pontianak, di Batu Layang, dengan Upacara Kebesaran Kesultanan Pontianak.


2. AR Baswedan


Nama AR Baswedan terasa identik dengan sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hal ini benar adanya. Mengingat, figur tersebut merupakan kakek dari Anies Baswedan yang dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 8 November 2018.

Mengutip, buku profil penerima gelar Pahlawan Nasional yang ditulis Kementerian Sosial, Abdurrahman Baswedan lahir di Surabaya pada tanggal 9 September 1908 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 16 Maret 1986. Putra dari Awad Umar Baswedan dan Khadjijah Badid, tumbuh dewasa menjadi seorang nasionalis, pro kemerdekaan dan republiken sejati. Selain sebagai pejuang kemerdekaan, Ia juga dikenal sebagai penulis, penyair, sastrawan, dan politisi.

Semasa hidupnya, AR Baswedan dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan integrasi keturunan Arab menjadi bangsa Indonesia dan terlibat aktif dalam perjuangan bangsa. Menurutnya, keturunan Arab mempunyai kewajiban yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia menyebarkan pemikiran dan sikap politiknya tersebut melalui surat kabar tempatnya bekerja sebagai redaktur, diantaranya surat kabar Sin Tit Po dan Suara Umum.

Ia merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKPKI) mewakili golongan Arab. Tak hanya di dalam negeri, ia juga menjadi delegasi diplomatik pertama RI yang melobi para pemimpin negara-negara Arab. Hasilnya, eksistensi Republik Indonesia diakui secara de facto dan de jure oleh Mesir dan negara Arab lainnya.

Dirinya pun merupakan inisiator pembentukan Persatuan Arab Indonesia yang kemudian menjadi Partai Arab Indonesia (PAI), yang dibubarkan pemerintah pendudukan Jepang (1942-1945), dan akhirnya bergabung ke dalam Partai Masyumi. Setelah keluar dari dunia politik pada tahun 1960, Abdurrahman mengalihkan perjuangannya ke dalam dunia pendidikan, dakwah, dan budaya.


3. Raden Saleh


Sosok seniman Raden Saleh Sjarif Boestaman atau Raden Saleh, merupakan seorang tokoh yang sangat terkenal dengan bakatnya mengenai seni lukis. Beliau merupakan pelopar dari sebuah karya seni lukis modern Hindia Belanda (Indonesia). Pada masanya, Ia dikenang sebagai maestro seni lukis yang berpengaruh di tanah nusantara lantaran sukses membawa nama Indonesia melejit ke panggung dunia. Meski tanah air kala itu masih bernama Hindia Belanda, sosok Raden Saleh sangat disegani oleh kolonial barat karena pengaruhnya yang luar biasa di bidang seni, khususnya melukis. Karya-karyanya sangat populer di Eropa yakni pada saat itu tentang perpaduan romantisme.

Raden Saleh lahir pada tahun 1807, dilahirkan dalam sebuah keluarga jawa ningrat. Ayahnya seorang keturunan arab bernama Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin jahya, dan ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen.

Baca Juga : Inilah Penyataan Dari 10 Tokoh Non Muslim Dunia Tentang Rasulullah Muhammad SAW

Semasa kecilnya, Raden Saleh ikut bersama pamannya yang menjabat sebagai Bupati di Semarang. Kemudian, Raden Saleh bersekolah di Volks-School dan disitulah Raden Saleh mulai terlihat bakatnya dalam menggambar. Raden Saleh sempat pula tinggal di Jerman. Karena sosoknya yang ramah dan mudah bergaul, ia memiliki banyak kenalan dari kalangan seniman dunia, seperti pelukis, penyair, dan musisi elit kala itu, seperti Ludwig Tieck, Robert dan Clara Schumann, Karl Gutzkow, pendongeng legendaris dunia Hans Christian Andersen, dan Ottilie von Goethe.

Bahkan, karya-karyanya banyak disaksikan oleh bangsawan pada masa itu. Bisa dibilang, Raden Saleh adalah representasi kehebatan Indonesia lewat sosoknya yang Arab-Jawa kepada dunia luar pada zamannya.


4. Ali Alatas


Ali Alatas lahir 4 November 1932 di Jakarta. Ia meniti karirnya sejak 22 tahun sebagai diplomat di Sekretaris II Kedubes RI di Bangkok. Alumni Fakultas Hukum UI 1956 ini sejak kecil bercita-cita ingin menjadi pengacara. Sebelum namanya dijagokan jadi Sekjen PBB oleh sejumlah negara Asia tahun 1996, Ali Alatas membangun reputasi dan karier diplomatiknya tidak dalam satu malam dan bukan dengan omong besar para pengikut setia yang bersuara mirip kunyahan kerupuk. Ia diplomat hebat andalan Indonesia yang meniti karier dari titik nol.

Ali Alatas merupakan keturunan blasteran dari Arab Hadhrami (Yaman) dan Sunda. Alex, begitu ia akrab dipanggil, menikah dengan Junisa dan pasangan ini dikaruniai tiga orang anak. Sebagai diplomat, ia dikenal akrab kepada semua kalangan, baik pejabat maupun petugas keamanan. Ia dilaporkan biasa mengobrol dengan petugas keamanan di PBB sewaktu merokok di luar gedung.

Sejak tahun 1954 ketika usianya masih 22, ia telah terlibat dari satu perundingan ke perundingan lain hingga punya pengaruh besar di berbagai forum internasional. Begitu berwibawanya Ali Alatas, banyak diplomat asing memuliakannya dengan panggilan yang Indonesia banget: "Pak Ali" - bukan dengan sebutan sir atau mister yang lazim dipakai. Salah satu prestasi terbesar yang pernah dicatat Ali sebagai diplomat adalah mewujudkan perdamaian di Kamboja. Bersama Perdana Menteri Kamboja saat itu, Hun Sen, Ali berhasil mengakhiri perang melawan Khmer Merah yang diperkirakan menewaskan antara 1,4 hingga 2,2 juta jiwa warga sipil.

Mantan Menlu Indonesia periode 1988-1999 ini telah malang melintang dalam setiap komposisi tim diplomasi Indonesia untuk beragam acara, mulai PBB, OKI, APEC, OPEC, sampai GNB– sejak 1960an hingga akhir hayatnya. Berbicara ASEAN tanpa menyebut Ali Alatas bagai sayur tanpa garam. Empat puluh satu tahun Ali Alatas menjadi pelaku sekaligus saksi sejarah perjalanan panjang dan jatuh bangunnya ASEAN.

Penerima anugerah Bintang Mahaputra Adipradana itu akhirnya menutup mata untuk selamanya di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pada tanggal 11 Desember 2008 pukul 07.30 pagi waktu Singapura diusia 76 tahun.


5. Faradj bin Said


Ia banyak meninggalkan jejak bersejarah bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah Masjid Agung Al-Azhar yang terkenal di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dimana ia dan sahabatnya Hasan Argubi (Kapten Arab Betawi) termasuk diantara nama-nama yang disebut-sebut sebagai donatur dan pendirinya, sebuah masjid yang ide pendiriannya digagas dan dibina oleh ulama besar Indonesia, Buya Hamka.

Dialah Faradj bin Said bin Awadh Martak, sosok yang tak akan pernah terlupakan sebagai bagian penting dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebagai seorang saudagar keturunan arab yang sukses sebagai pengusaha di Indonesia di masanya, ia dikenal dekat dengan Sukarno, Bapak Proklamator RI yang merumuskan Pancasila dan membacakan teks proklamasi yang membuat Indonesia berdaulat penuh.

Baca Juga : Inilah Lima Presiden Yang Tak Punya Pasangan Alias Jomblo Saat Memimpin Negara

Sumbangsih dari pria yang lahir pada 1897 di Kegubernuran Hadhramaut, Yaman ini tergolong besar. Berkat dirinya yang menghibahkan rumah miliknya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Soekarno bisa memproklamirkan kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Di rumah itu pula, Fatmawati menjahit sendiri Bendera Merah Putih pada malam sebelum Proklamasi. Tak hanya itu, ia juga sempat mengobati sakit dari Bung Karno dengan sebuah madu berkhasiat dari tanah Yaman yang bernama sidr bahiyah.

Atas jasanya itu, pemerintah RI kemudian memberinya ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Faradj bin Said. Ucapan tersebut disampaikan secara tertulis atas nama Pemerintah Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1950, yang ditandatangani oleh Ir. HM Sitompul selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perhubungan Republik Indonesia.

Sayangnya sahabat viralsbook, Rumah bersejarah di Jl. Pegangsaan Timur 56, Cikini Jakarta itu kini telah musnah tanpa jejak karena dirobohkan atas permintaan Bung Karno sendiri pada tahun 1962. Di atasnya kemudian dibangun Gedung Pola, dan tempat Bung Karno berdiri bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI itu lalu didirikan monumen Tugu Proklamasi. Dan sejak itulah jalan Pegangsaan Timur berubah menjadi Jalan Proklamasi.

***

Itulah 5 tokoh keturunan arab yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah perjalanan Panjang bangsa Indonesia. Tak hanya warga keturunan Arab, para tokoh lainnya yang datang dari etnis Tionghoa dan bahkan Eropa, juga memiliki andil pada kemerdekaan Indonesia.

Sahabat viralsbook, terlepas dari kontroversi yang ada, sejarah perjalanan bangsa ini banyak dipikul oleh mereka yang berbeda warna kulit, latar belakang dan keturunan. Semua tercatat dengan kisahnya masing-masing dalam mewarnai perjalanan bangsa Indonesia dari masa perjuangan hingga merdeka. Jadi, jika ada yang membeda-bedakannya bahkan memusuhi warga keturunan dengan pernyataan-pernyataan bersifat rasis, maka sesungguhnya hal itu merupakan hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh mereka yang buta akan sejarah.


referensi : boombastis, idntimes, tirto.id, serambinews, satujam.com, islampos.com

Sabtu, 30 Maret 2019

Bak Kisah Horor, Berikut 10 Buku yang Menggunakan Kulit Manusia sebagai Sampulnya

Kulit manusia sebagai sampul buku? Mengerikan! Ini adalah teknik yang meskipun dikecam dan dianggap mengerikan untuk standar saat ini, namun nyatanya secara resmi dipraktekkan sejak abad ke-17.


VIRALSBOOK.COM – Buku yang sampulnya dibuat dari kertas sudah biasa. Namun bagaimana jika sampul bukunya dibuat dari kulit manusia? Biarpun terdengar seperti kisah yang hanya dapat ditemui di film-film horor, ternyata praktik menggunakan kulit manusia sebagai sampul buku benar-benar pernah terjadi di masa lampau.

Di kalangan ilmuwan, praktik menggunakan kulit manusia sebagai sampul buku dikenal dengan istilah anthropodermic bibliopegy. Walaupun praktek ini dianggap sebagai praktek yang menyeramkan dan tidak etis jika memakai standar masa kini, praktek menggunakan kulit manusia sebagai sampul buku ternyata cukup sering diterapkan sejak abad ke-17.

Teknik menyampuli buku memakai kulit manusia biasanya digunakan pada buku-buku seperti buku anatomi, buku berisi wasiat terakhir, serta buku terkait pengadilan. Karena bahan yang digunakan bukanlah bahan yang umum, praktik ini pun kerap mengundang cerita-cerita miring yang tak jarang berunsur mistis.

Sahabat viralsbook, Berikut ini adalah 10 buku yang diketahui menggunakan kulit manusia sebagai sampulnya.

Jumat, 08 Februari 2019

Menelisik “The Capuchin Catacombs of Palermo”, Kampung Mayat di Bawah Tanah Italia

Katakombe adalah sebutan untuk lorong bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan mayat. Salah satu yang paling terkenal adalah Katakombe Capuchin di Palermo, Italia selatan. Mengunjungi lokasi ini, merasa seolah-olah sedang berjalan di tengah-tengah kota mayat.


VIRALSBOOK.COM - The Capuchin Catacombs of Palermo atau Katakombe Capuchin adalah salah satu makam terangker di dunia yang terletak di Italia tepatnya di Kota Sicily. Makam yang sangat terkenal ini memang menyimpan banyak kisah terkait dengan keangkerannya semenjak abad ke-16 sebagai makam tempat menyimpan mumi-mumi. Pada awalnya makam ini hanya diperuntukkan untuk mayat-mayat dan mumi para biarawan di zamannya kala itu, namun di tahun-tahun berikutnya menjadi lebih longgar dan menjadi tempat penyimpanan mayat-mayat dan mumi para tokoh atau orang kelas atas.

Pemandangan di dalam katakombe ini memang terbilang angker, namun sungguh sayang untuk dilewatkan begitu saja. Pasalnya di dalam katakombe ini, terdapat begitu banyak mayat yang disusun sedemikian rupa, di kiri dan kanan lorong. Mereka dipajang dalam posisi sedang berdiri atau duduk dengan mengenakan pakaian lengkap. Seolah-olah mereka masih hidup dan sedang “menyapa” orang-orang yang melintas di depan mereka.


Pemandangan unik dalam Katakombe Capuchin sekaligus mengubah fungsi dari katakombe yang bersangkutan. Jika katakombe ini awalnya dibangun dengan tujuan menyimpan mayat layaknya katakombe pada umumnya, maka sekarang katakombe ini menjadi semacam penyimbolan mengenai bagaimana rasanya jika mereka yang masih hidup bisa membaur dengan mereka yang sudah meninggal.

Kisah mengenai pemandangan unik dalam katakombe ini bisa ditelusuri sejak abad ke-16. Pada awalnya, kelompok biarawan Capuchin setempat melakukan penggalian di bawah biaranya. Lalu pada tahun 1599, mereka melakukan proses pengawetan mayat atau mumifikasi kepada anggotanya yang bernama Silvestro dari Grubbio.

Sahabat viralsbook, proses pengawetan mayat Silvestro dilakukan dengan proses yang cukup sederhana. Pada awalnya, mereka memindahkan mayat Silvestro ke dalam katakombe dan membiarkannya begitu saja.

Baca Juga : 5 Makam Seram Ini Disebut Makam Terangker dan Bikin Bulu Kuduk Merinding

Karena katakombe ini memiliki kondisi yang begitu kering, cairan dalam tubuh Silvestro pun menguap secara alamiah. Anggota Capuchin yang lain kemudian menyelesaikan proses pengawetan dengan cara melumuri jasad Silvestro memakai cuka. Setahun kemudian, jasad Silvestro diberikan pakaian lengkap dan dipajang di tembok katakombe.

Seiring berjalannya waktu, Katakombe Capuchin terus mengalami perluasan. Jumlah mayat yang disimpan di dalam katakombe ini juga terus bertambah. Sekarang katakombe ini diperkirakan memiliki setidaknya 8.000 mayat dan 1.252 mayat yang sudah diawetkan. Berdasarkan jenis mayatnya, katakombe ini bisa dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu aula yang berisi tokoh agama, perawan, anak-anak, serta orang kaya yang sengaja memesan tempat agar dimakamkan di katakombe ini.


Saat mereka yang memiliki uang berlebih dimakamkan di katakombe ini, mayatnya bakal didandani dengan pakaian terbaik sebelum kemudian dipajang di tembok katakombe, atau cukup disimpan dalam peti mati layaknya mayat pada umumnya. Diharapkan dengan menempatkan mayat tersebut di katakombe ini, maka sanak familinya bisa merasa lebih dekat dengan orang tercintanya.

Katakombe Capuchin menerapkan sistem pembayaran berkala kepada orang-orang kaya yang dimakamkan di katakombe ini. Dengan kata lain, jika keluarga jenazah menghentikan pembayaran, maka jenazahnya akan dipindahkan ke tempat lain yang lebih tertutup hingga pihak keluarga bersedia melanjutkan pembayaran.

Sistem ini sendiri diterapkan sebagai tanggapan atas semakin banyaknya orang-orang yang berharap agar bisa dimakamkan di sini. Seiring dengan kian banyaknya orang-orang kaya yang dimakamkan di Katakombe Kapuchin, pengaruh dan reputasi yang dimiliki oleh kelompok Capuchin pun meningkat dengan sendirinya.


Sahabat viralsbok, biarawan Capuchin terakhir yang dimakamkan di katakombe ini adalah Ricardo di tahun 1871. Kendati Katakombe Capuchin sempat ditutup secara resmi pada tahun 1880, namun nyatanya katakombe tetap melayani jasa penampungan jenazah hingga permulaan abad ke-20.

Baca Juga : Ngeri Banget, 5 Lagu ini Dipercaya Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyanyikan

Salah satu orang paling terkenal yang dimakamkan di Katakombe Capuchin pada abad ke-20 adalah Rosalia Lombardo, gadis berusia 2 tahun yang wafat pada tanggal 6 Desember 1920 akibat terkena radang paruparu. Jasadnya terlihat mengenakan pita dan diselimuti dengan kain kafan berwarna kemerahan.

Karena sosok Rosalia terlihat seolah-olah masih hidup kendati ia sudah meninggal nyaris seabad yang lalu, kotak kaca tempat disimpannya jasad Rosalia pun menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan yang mengunjungi katakombe ini. Mereka ingin melihat sendiri dari dekat, seperti apa penampakan almarhumah yang dijuluki sebagai “Putri Tidur” ini.


Masih awetnya jasad Rosalia sendiri tidak lepas dari kerja keras ayahnya. Saat Rosalia dinyatakan meninggal, Alfredo Salafia selaku ayah Rosalia merasa begitu terpukul karena ia harus kehilangan putrinya kendati ia masih berusia amat muda.

Tidak ingin terpisah dari Rosalia begitu saja, Alfredo pun kemudian memanfaatkan keahliannya untuk mengawetkan jasad Rosalia. Kebetulan Alfredo pada waktu itu berprofesi sebagai profesor kimia di sebuah universitas di Sisilia dan memiliki keahlian di bidang pengawetan mayat.

Hasil dari kerja keras Alfredo tersebut tidak sia-sia. Sekarang jenazah Rosalia terlihat berada dalam kualitas yang amat baik. Seolah-olah almarhumah tidak sedang meninggal, tapi hanya sedang menjalani tidur panjang. Karena penampilannya itulah, jenazah almarhumah sampai dijuluki sebagai “Putri Tidur”. Sekarang, jasad Rosalia dianggap sebagai salah satu mumi terbaik di dunia jika merujuk pada kulitas pengawetannya.

Banyak yang penasaran kenapa jasad Rosalia bisa nampak tidak ada bedanya dengan orang yang masih hidup. Namun sebelum ia sempat membocorkan metode yang ia gunakan untuk memumikan jasad putri tercintanya, Alfredo keburu meninggal dunia. Sebagai akibatnya, rahasia di balik begitu awetnya jasad Rosalia harus ikut menghilang bersama dengan wafatnya Rosalia, dan metode yang ia gunakan sempat menjadi misteri dunia untuk beberapa lama.

Rahasia terkait jenazah Rosalia akhirnya terungkap ke hadapan publik setelah tim antropolog yang dibantu oleh Dario Piombino-Mascali – kurator Katakombe Capuchin – menemukan catatan yang dibuat oleh Alfredo. Dalam catatan tersebut, mereka menemukan campuran yang digunakan oleh Alfredo untuk mengawetkan jenazah Rosalia.

Sahabat viralsbook, campuran tersebut terdiri dari satu bagian gliserin, satu bagian formalin yang sudah dijenuhkan memakai sulfat zinc dan klorida, serta satu bagian larutan alkohol yang sudah dijenuhkan memakai asam salisilik untuk menambah kekokohan tubuh jenazah.


Satu misteri terungkap, muncul lagi misteri baru terkait jasad Rosalia. Koran-koran Italia ramai mengabarkan kalau mata Rosalia kadang-kadang terlihat terbuka. Hal tersebut semakin diperkuat oleh beredarnya foto dan video yang menunjukkan jasad Rosalia saat matanya terpejam dan terbuka. Publik pun ramai-ramai berspekulasi mengenai penyebab fenomena aneh tersebut.

Baca Juga : Tergiur Gaji Tinggi, Gadis-Gadis Ini Terlena Hingga Tak Menyadari Radium Merenggut Nyawa Mereka

Pihak kurator katakombe sendiri mencoba meredakan histeria tersebut dengan menyatakan kalau mayat Rosalia tidak pernah membuka matanya. Ia menjelaskan kalau apa yang nampak seperti mata terbuka tersebut aslinya hanyalah ilusi optis yang timbul akibat masuknya cahaya matahari dari jendela samping. Hasilnya, terciptalah pemandangan yang menunjukkan kalau mata Rosalia seolah-olah bisa membuka pada waktu-waktu tertentu.

Penjelasan dari pihak kurator tersebut tidak lantas ditelan mentah-mentah begitu saja. Mereka yang percaya akan hal-hal di luar nalar meyakini kalau pastinya sesuatu yang masih belum diketahui terkait jasad Rosalia.

Lepas dari simpang siurnya hal tersebut, pada akhirnya jasad Rosalia tetap menjadi magnet yang senantiasa menarik minat pengunjung Katakombe Capuchin. Dan selain jasad sang “Putri Tidur” sendiri, pemandangan yang tidak lazim dari katakombe ini sudah menjadi nilai tambah tersendiri bagi mereka yang ingin merasakan langsung bagaimana rasanya berjalan-jalan sambil dikelilingi oleh mayat berpakaian lengkap.


Sahabat viralsbook, bisa dibayangkan dengan jumlah mayat dan mumi mencapai ribuan tersebut, suasana di dalamnya pasti penuh mistis hingga membuat tempat ini dijadikan objek wisata para wisatawan maupun untuk uji keberanian menyaksikan mayat dan mumi yang berjejeran. Berminat ingin mengunjungi Katakombe Capuchin?

referensi: theoccultmuseum

Sabtu, 02 Februari 2019

Kasus Pembunuhan Misterius di AS yang Belum Terpecahkan Hingga Sekarang

Kejahatan tak terpecahkan ini terus menciptakan imajinasi dunia tentang kengerian yang pernah terjadi saat itu dan yang lebih mengerikan lagi peristiwa ini belum terungkap hingga saat ini.


VIRALSBOOK.COM - Kasus pembunuhan merupakan kasus kejahatan yang cukup sering ditemukan di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali di negara adidaya, Amerika Serikat. Menurut data statistis resmi AS, dari sekian banyak kasus-kasus pembunuhan yang tercatat di negara tersebut, hanya sebanyak 64 persen di antaranya yang berhasil dipecahkan.

Kendati kasus pembunuhan tergolong sebagai peristiwa yang menyeramkan, kasus pembunuhan yang tak terpecahkan tetap memiliki daya tariknya sendiri bagi khalayak umum. Pasalnya ada rasa penasaran tersendiri saat orang membayangkan bagaimana pelaku menjalankan aksinya tanpa ketahuan dan memastikan supaya dirinya tidak pernah tertangkap.

Sahabat viralsbook, berikut adalah kasus-kasus pembunuhan di AS yang masih belum terpecahkan dan mengundang rasa penasaran hingga sekarang.

Kamis, 24 Januari 2019

Menakjubkan! 10 Foto Pemandangan Indah Yang Disangka Editan Ternyata Asli

Sekilas 10 foto ini tampak seperti rekayasa digital, namun siapa sangka deretan foto menakjubkan berikut ternyata asli dan benar-benar ada.


VIRALSBOOK.COM – Banyaknya foto yang menunjukkan keindahan suatu tempat membuat kita berpikir, apakah tempat seindah ini benar-benar ada di dunia? Atau jangan-jangan ini hanyalah foto hasil editan. Ya, itulah pertanyaan wajar yang terlontar dari mulut orang begitu melihat foto indah dari suatu tempat.

Berikut ini yang akan kami hadirkan bukanlah foto hasil editan melainkan foto sungguhan akan indahnya beberapa tempat yang ada di dunia.

Kamis, 17 Januari 2019

7 Ramalan Gus Dur, 6 Sudah Terbukti Tinggal 1 yang Belum Terjadi tentang Prabowo Subianto

Dalam sejarahnya, ramalan Gus Dur acap kali menjadi nyata. Beliau dikenal sebagai tokoh yang mampu melihat jauh ke depan melampaui orang-orang pada zamannya.


VIRALSBOOK.COM – Berbicara tentang Gus Dur, akan lebih seru jika mendengar langsung cerita dari orang-orang terdekatnya. Banyak sisi lain dari Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut yang menarik untuk diketahui. Salah satunya tentang kemampuan khusus yang dimiliki Gus Dur. Kemampuan ini bukan cuma soal kepemimpinan atau cara Gus Dur dalam menyelesaikan masalah. Lebih dari itu, ada kemampuan Gus Dur yang sulit dipahami oleh pikiran biasa.

Meski telah tiada, nama Gus Dur masih tetap jadi sosok yang kharismatik. Pandangan-pandangannya terkenal jenius bahkan melampaui zamannya. Beliau diyakini memiliki ketajaman mata batin sehingga bisa menerawang hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Walaupun sikap, ucapan dan kebijakan Gus Dur kerap disalahpahami orang lain, bahkan oleh sebagian warga Nahdliyin (NU) sendiri, namun sikap dan ucapannya yang dianggap tidak masuk akal ternyata terbukti benar.


Banyak warga Nahdlatul Ulama yang hingga saat ini percaya bahwa Gus Dur memiliki kemampuan gaib, alias kemampuan luar biasa yang aneh tapi nyata. Betapa tidak, tak jarang apa yang diucapkan Gus Dur menjadi kenyataan, dan ada beberapa ucapannya atau ramalannya masing menunggu kapan hal itu akan terjadi.

Seperti apa dan bagaimana kah ramalan-ramalan Gus Dur yang fenomenal dan benar-benar terjadi? Berikut 7 Ramalan Gus Dur dimana 6 sudah terbukti, tinggal 1 yang belum terjadi tentang Prabowo Subianto.

1. Ramalan Soeharto Lengser

Pada tahun 1998, Gus Dur pernah meramalkan bahwa Soeharto akan lengser dari kursi kepresidenan. Hal ini terungkap dalam rekaman video testimoni KH Bukhori Masruri pada saat Haul Gus Dur keempat pada tahun 2013 silam.

Dalam video tersebut, KH. Bukhori Masruri mengungkapkan bahwa 11 bulan sebelum Soeharto jatuh, Gus Dur mengajaknya ke kamar bersama Mustofa Zuhad, Thoha pengurus NU Jogja. Di kamar diajak bicara berbagai hal masalah tapi tiba-tiba Gus Dur bilang dalam Bahasa Jawa, “Wis rasah ngrembuk kuwi, Pak Harto sedelo meneh jatuh”, yang artinya “Sudah tak usah bicara itu, sebentar lagi pak Harto jatuh.

Kulo gumun Pak Harto iso jatuh pie”. Saya heran bagaimana mungkin Pak Harto bisa jatuh, padahal saat itu Pak Harto diangkat menjadi Jenderal bintang lima artinya didukung oleh kekuatan bersenjata, didukung oleh kekuatan politik, didukung oleh kekuatan ekonomi dan didukung oleh opini publik. Demikian disampaikan oleh KH Bukhori pada rekaman video tersebut. Sahabat viralsbook, saat itu Presiden Soeharto tak mungkin bisa lengser, tapi kenyataannya bisa.

Baca Juga : 5 Teori Konspirasi Gila yang Ternyata Benar-Benar Terjadi, Bukti bahwa Teori Ini Tak Selamanya Omong Kosong


2. Ramalan jadi Presiden RI

Pada tahun 1999 Gus Dur telah meyakini bahwa dirinya akan menjadi presiden, dan itu terjadi. Hal ini dituturkan Luhut Binsar Pandjaitan saat haul Gus Dur keenam di Jakarta pada tahun 2015.

Beliau berkisah, suatu ketika Luhut bertemu dengan Gus Dur, dan mengatakan jika Luhut tak perlu berangkat jadi Duta Besar karena sebentar lagi Gus Dur akan jadi presiden. Luhut yang sekarang ini menjabat sebagai Menko Bidang Kemaritiman Indonesia sempat bengong dan tak mempercayai omongan Gus Dur.

"Ndak Pak Luhut betul, ini kyai saya ada sembilan ada dari Lampung, dari manalah gitu. Saya dapat bisikan kalau saya jadi presiden." ujar Luhut menirukan omongan Gus Dur. Dalam video tersebut Luhut tertawa kemudian disambut tawa dari khalayak ramai di situ.

"Ah udahlah, dalam hati suka-sukamu lah," ujar Luhut. Luhut kemudian menyampaikan kalau ia tak mungkin batalkan jadi Dubes. Kemudian Luhut berangkat menjadi dubes RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura pada bulan September.

"Loh kok nama Gus Dur sama Megawati udah mulai hitung-hitungan. Loh kok Gus Dur namanya menang suaranya. Tiba-tiba Presiden Republik Indonesia terus ada sholawat itu menang Gus Dur-nya. Loh, Gus Dur Presiden Republik Indonesia, saya gak percaya." Tuturnya disambut tertawa riuh khalayak di acara haul tersebut. “Itu baru omong beberapa minggu lalu atau beberapa bulan lalu, jadilah presiden beliau." ungkap Luhut menimpali.

Pemilihan presiden, kala itu masih menggunakan sistem pemilihan yang dilakukan oleh anggota MPR. Ketika penghitungan mulai dilakukan, Megawati pada awalnya memimpin, namun perlahan namun pasti, perolehan suara Gus Dur yang disokong kubu Poros Tengah dapat mengimbangi perolehan suara Megawati. Dan akhirnya Gus Dur menang suara jadi Presiden dan Megawati Wakil Presiden.


3. Ramalan Ketua PBNU

Gus Dur juga pernah meramalkan bahwa Kiai Aqil Siradj akan menjadi ketua PBNU, dan itu terbukti pada tahun 2010. Gus Dur jauh-jauh hari telah memprediksi bahwa akan datang sosok pria yang menjadi pemikir hebat, bahkan melebihi dirinya. Sosok tersebut ialah KH Said Aqil Siradj yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Demikian diceritakan Wakil Ketua MPR RI H Abdul Muhaimin Iskandar pada acara peluncuran Said Aqil Siradj (SAS) Institute di Hotel Arya Duta, Gambir, Jakarta Pusat di tahun 2018.

Menurut KH Said Aqil Siradj sendiri yang menjadi saksi terkait dua hal yang pernah dikatakan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di masa lalu, kemudian menjadi kenyataan saat ini, yaitu Gus Dur menyatakan dirinya sebagai presiden. Kedua, Gus Dur menyatakan bahwa Kiai Said akan menjadi Ketua Umum PBNU pada usia 56 tahun.

Beliau mengisahkan bahwa pada satu hari Gus Dur jalan-jalan ke rumah Kiai Said. Jaraknya tidak jauh karena mereka berdua bertetangga. Gus Dur kemudian masuk ke rumahnya. Lalu tertidur pulas. Namun, ketika Gus Dur terbangun, ia mengatakan sesuatu yang mengagetkan Kiai Said.

"Mengko koe dadi Ketua Umum PBNU ketika berusia 56 tahun" ungkap Kiai Said menirukan Gus Dur. Ternyata apa yang dikatakan Gus Dur terbukti. Pemikiran Kiai Said diakui banyak kalangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kiai Said sering berpidato di luar negeri seperti di depan Raja Maroko Mohammed VI di istana Raja, di kota Cassablanca dan menjadi ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 di Makassar pada usia 56 tahun.


4. Ramalan Sutarman Jadi Kapolri

Gus Dur juga pernah meramalkan bahwa Jenderal Sutarman akan menjabat sebagai Kapolri, dan itu terbukti pada tahun 2013.

Suatu pagi di tahun 2005, media cetak nasional memberitakan perihal mutasi perwira tinggi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia, sesuatu yang normal dan rutin terjadi sebagai bentuk penyegaran dan proses regenerasi.

Sudah menjadi kebiasaan rutin Gus Dur untuk mendengarkan perkembangan terkini dari berita-berita yang dibacakan oleh ajudan atau santrinya di pagi hari, sambil melayani para tamu yang berdatangan di rumahnya, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Salah satu perwira yang mendapat promosi adalah mantan ajudan Gus Dur ketika menjadi presiden, Kombes Pol Sutarman yang naik pangkat menjadi Brigjend Pol dan menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Karena secara langsung pernah berinteraksi dengan Gus Dur, berita tersebut juga dibacakan di hadapan Gus Dur. Kebetulan, yang menemani pagi itu Nuruddin Hidayat, salah seorang santri Gus Dur.

Sejenak Gus Dur terdiam beberapa orang yang mengobrol bersamanya juga terdiam, menunggu mungkin ada satu hal penting yang diucapkan oleh Gus Dur.

Baca Juga : 12 Peristiwa Skandal Dan Kasus Perselingkuh Yang Menjerat Para Pemimpin Dunia dan Menggegerkan Publik

Lalu Gus Dur berucap bahwa Jenderal Sutarman itu orang biasa dari desa bukan anaknya orang kaya, tapi nanti dia akan jadi Kapolri. Nuruddin Hidayat yang menemani Gus Dur pagi itu diam-diam mencatat ucapan Gus Dur dalam memorinya dan mengikuti terus tour of duty-nya Jendral Pol Sutarman.

Sutarman, lulusan Akademi Kepolisian 1981 ini mengawali kariernya di Kepolisian pada 1982, sebagai Kepala Staf Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung. Dalam waktu yang tidak lama, ia sudah menjadi Kepala Kepolisian Sektor Dayeuh, Bandung. Kariernya melejit setelah menjadi ajudan Presiden Gus Dur pada 2000. Tahun 2004 sudah menjadi perwira menengah dan dipercaya sebagai Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya.

Setelah ramalan Gus Dur tersebut, ia terus berkibar, menjadi Kapolda Kepulauan Riau, Kepala Sekolah Calon Perwira, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, sampai akhirnya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak 6 Juli 2011 dan apa yang pernah diomongkan oleh Gus Dur tersebut benar, Jenderal Pol Sutarman dilantik menjadi Kapolri pada tanggal 25 Oktober 2013.


5. Ramalan Jokowi Jadi Presiden

Tahun 2006 Gus Dur sebenarnya telah memprediksi bahwa Jokowi akan menjadi presiden, seperti penuturan Koordinator Gusdurian Jawa Tengah, Husein Syifa pada media NU Online sekitar tahun 2014.

Menurut Husein Syifa, saat itu tanggal 8 Januari 2006, Gus Dur hadir di Solo bersama sejumlah tokoh agama dalam acara “Njejegake Sakaguru Nusantara” (Menegakkan Kembali Sokoguru Nusantara) untuk menyampaikan orasi, pandangan-pandangannya dari berbagai perspektif, terutama dalam bidang politik.

Husein mengisahkan, sebelum acara orasi, Gus Dur mampir di Loji Gamdrung, rumah dinas Walikota Solo untuk melakukan dialog bersama para tokoh di antaranya KH Moeslim Rifa’i Imampuro (Mbah Liem), dan Jokowi yang ketika itu baru sekitar 6 bulan menjabat Walikota Solo. Dalam sebuah diskusi ringan yang melibatkan banyak tokoh tersebut, tiba-tiba Mbah Liem menepuk pundak Gus Dur sambil berkata, “Njenengan harus jadi presiden lagi Gus?

Kemudian Gus Dur menjawab, “Mboten ngaten (tidak begitu), Mbah”. Dia lalu melanjutkan perkataanya. “Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi Walikota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden!” Waktu itu Jokowi disebut sebagai calon gubernur pun belum.

Jokowi, yang disebut namanya oleh Gus Dur hanya tersenyum. Dipikirnya Gus Dur hanya bercanda. Namun, nyatanya ucapan Gus Dur itu berbuah kenyataan. Walikota Solo itu kini benar-benar jadi Presiden Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2014.


6. Ramalan Ahok Jadi Gubernur

Gus Dur juga pernah memprediksi bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Gubernur, dan itupun terbukti. Sebagai orang yang berasal dari kelompok minoritas, tentu sulit bagi Ahok untuk mendapatkan dukungan di tengah kelompok mayoritas yang masyarakatnya adalah Muslim. Namun, Gus Dur tetap meramal bahwa Ahok kelak akan jadi gubernur.

Hal ini disampaikan Imam Nahrawi saat menyambangi balaikota sejak Ahok menjadi Gubernur DKI sekitar bulan Desember tahun 2014 silam. Sebagai seorang Gusdurian atau pengikut Gus Dur, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini bercerita, jabatan gubernur yang diemban Ahok selama ini telah diprediksi Gus Dur beberapa tahun lalu.

Menurut Imam, kala itu, Gus Dur sesumbar, Ahok yang berasal dari suku dan keyakinan minoritas di Indonesia kelak akan menjadi seorang gubernur di suatu wilayah. Mendengar ucapan Imam, Ahok tak membantahnya. Ahok mengiyakan kalau presiden ke-4 itu pernah meramalnya akan menjabat Gubernur. Dan, ucapan Gus Dur pun menjadi kenyataan.


7. Ramalan Prabowo jadi Presiden

Baca Juga : Inilah Lima Presiden Yang Tak Punya Pasangan Alias Jomblo Saat Memimpin Negara

Pada tahun 2014 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj yang memiliki kisah unik soal ramalan Gus Dur, mengungkapkan bahwa Abdurrahman Wahid pernah meramalkan Prabowo bakal menjadi Presiden RI.

Gus Dur satu hari pernah memberi pesan kepada Prabowo Subianto. Pesan Gus Dur itu terkait kepemimpinan yang akan dipegang Prabowo satu hari nanti, “Anda masih muda. Nanti akan jadi pemimpin ketika memasuki masa tua”, Katanya pada Prabowo kala itu.

Kiai Said lalu bercerita bahwa Prabowo dan Gus Dur dulu sering bertemu. Prabowo menemui Gus Dur di rumahnya di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ia menilai, ucapan Gus Dur bisa saja menjadi kenyataan bahwa Prabowo akan menjadi pemimpin mendatang. Apalagi, sambung Kiai Said, "Gus Dur kalau ngomong biasanya tepat”.

Gus Dur pun pernah mengungkapkan hal ini di salah satu televisi swasta, bahwa Prabowo Subianto kelak akan menjadi Presiden RI. Namun, ada pula yang menantang bahwa ucapan Gus Dur itu sudah salah alias gagal karena tidak terbukti. Sebab pencalonan Prabowo pada Pilpres 2014 lalu sudah kalah dengan Jokowi. Akan tetapi hal ini bisa saja akan terjadi sebab Gus Dur tidak pernah menyebut kapan waktunya. Gus Dur hanya menyebutkan suatu saat Prabowo Subianto akan menjadi Presiden Republik Indonesia.

***

Sahabat viralsbook, Fakta ucapan Gus Dur yang menjadi kenyataan sudah terbukti dari keenam ramalan Gus Dur diatas, hanya tinggal satu yang belum menjadi kenyataan, yakni tentang Prabowo Subianto. Akankah ramalan ini akan menjadi kenyataan? Wallahu a’lam bis-shawab.


referensi: NU Online, Tribunnews, Kompas