Rabu, 20 Januari 2021

Hal-Hal Yang Tampaknya Mustahil Dilakukan Oleh Manusia Di Gurun, Tapi Faktanya?

Dalam benak semua orang, termasuk sahabat viralsbook, daratan berupa gurun pasir hanyalah daerah tandus, kering dan sangat panas. Tak ada kehidupan, pepohonan, sulit mendapatkan sumber air dan lain sebagainya. Namun, fakta berikut mengungkapkan bahwa manusia pernah melakukan kegiatan ini di gurun pasir.


VIRALSBOOK.COM - Gurun adalah tempat terkering di dunia, sehingga terkadang Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan manusia jika dibandingkan dengan wilayah lainnya yang ada di muka bumi ini. Dengan kata lain, tidak banyak hal dan kegiatan yang bisa dilakukan oleh manusia di gurun pasir.

Namun sejarah menunjukkan kalau nyatanya ada banyak hal dan kegiatan yang tidak kita pikirkan sebelumnya pernah dilakukan oleh manusia di gurun. Berikut ulasannya yang viralsbook sadur dari berbagai sumber.


Bertani dan Bercocok Tanam

Gurun Pasir secara alamiah identik dengan sebuah daratan yang gersang. Oleh sebab itu, rasanya sulit mempercayai atau membayangkan jika di Gurun Pasir ada lahan pertanian yang dipenuhi oleh tanaman hijau. Namun berkat kemajuan di bidang teknologi, pesimistis untuk bertani di tengah-tengah gurun pasir bukan lagi menjadi sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Arab Saudi adalah contoh negara yang berhasil melakukannya.

Sebagai negara kaya di wilayah Timur Tengah, awalnya Arab Saudi memanfaatkan uang hasil penjualan minyak bumi yang bernilai tinggi untuk mengimpor pangan demi mencukupi kebutuhan rakyatnya. Namun Arab Saudi ini tidak mau terus menerus ketergantungan pada kegiatan impor pangan di negaranya. Maka, mereka berusaha memberdayakan wilayahnya yang sebagian besar berupa gurun pasir untuk sektor pertanian.

Untuk mendapatkan kebutuhan air yang akan digunakan dalam sektor pertanian, Arab Saudi melakukan pengeboran ke cadangan air bawah tanah yang cukup dalam, yang telah ada sejak masa ribuan tahun yang lalu, namun baru dimanfaatkan sekarang. Air inilah yang digunakan untuk menyirami lahan pertanian di Arab Saudi.

Pastinya, lahan pertanian di Arab Saudi sangat berbeda jauh bentuknya dari lahan pertanian pada umumnya di negara-negara yang memang wilayahnya memiliki lahan pertanian, seperti indonesia. Alih-alih berbentuk kotak, lahan-lahan pertanian di Arab Saudi justru berbentuk lingkaran. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pipa-pipa irigasi yang terpasang di atas lahan bisa melakukan penyiraman dengan gerakan berputar.

Menambak Garam

Garam menjadi kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Makanan yang tidak dibumbui garam, pasti akan terasa hambar. Dari sisi kesehatan, garam yang mengandung yodium juga sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan asupan yodium yang dihasilkan dari garam akan menyebabkan penurunan produksi hormon tiroid di dalam tubuh sehingga menyebabkan penyakit hipotiroid dan sakit gondok.

Garam selalu identik dengan laut yang merupakan tempat di mana manusia mengolah dan memproduksinya. Dengan cara menempatkan genangan air laut dalam sebuah wadah khusus berupa kolam dangkal buatan, kemudian menguapkan airnya. Garam yang tidak ikut menguap lalu dikumpulkan dan diolah menjadi garam.

Pernahkan Anda membayangka jika Garam ternyata bukan hanya bisa didapatkan dari laut? Ya, sejauh ini Anda pasti belum mendengarnya. Namun fakta menunjukkan bahwa Garam juga bisa didapatkan di tengah-tengah gurun pasir.

Taoudenni adalah nama dari lokasi yang terletak di tengah-tengah Gurun Sahara yang merupakan lokasi aktivitas tambak garam. Saat ini, Taoudenni merupakan wilayah bagian negara Mali. Teknik penambakan garam di Taoudenni pun sangat jauh berbeda dengan tambak garam pada umumnya yang sumbernya berasal dari air laut.

Penambakan garam terlebih dahulu akan menggali tanah sedikit demi sedikit, sebab Garam yang ada di Taoudenni terkubur di bawah lapisan tanah. Saat lubang galiannya telah mencapai timbunan garam, bongkahan garam tersebut bisa diambil dalam wujud lempengan batu. Untuk pengolahan dan pendistribusiannya, Garam-garam ini diangkut memakai unta untuk dijual di tempat lain.

Mungkin sahabat viralsbook bertanya-tanya. Bagaimana timbunan garam bisa berada di tengah-tengah gurun pasir. Bukankah lokasinya sangat jauh dari lautan? Nah, Garam asalnya terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Garam pada dasarnya merupakan serpihan batu mineral yang terkikis oleh air dan kemudian larut bersama-sama dengan air.

Taoudenni sendiri di masa lampau, aslinya merupakan sebuah danau. Kita ketahui bersama bahwa Laut dan Danau menjadi tempat di mana garam menumpuk karena sungai-sungai yang membawa serpihan mineral pada umumnya akan bermuara di dua tempat ini. Jadi, garam di Taoudenni berasal dari aliran sungai yang membawa serpihan mineral dan bermuara di Taoudenni.

Saat danaunya mengering, serpihan mineral garamnya tetap tertinggal di dasar danau dan kemudian melalui sirkulasi alam tertimbun oleh lapisan tanah gurun. Nah, dari bekas danau inilah sumber garamnya berasal.

Simulasi Tinggal Di Mars

Dalam tata surya, Mars merupakan planet yang letaknya terdekat dekat Bumi. Oleh karena lokasinya berdekatan dengan bumi, maka manusia sudah lama melakukan penelitian tentang Planet Mars. Sudah banyak penelitian dilakukan oleh ilmuwan yang menaruh ketertarikan akan planet dengan luas permukaan 144,8 juta km² ini. Bahkan beberapa ilmuwan meyakini bahwa Mars kelak akan menjadi tempat hunian manusia di masa depan.

Planet Mars memiliki daratan yang dipenuhi pasir dan batuan layaknya gurun pasir. Atas dasar itulah, ilmuwan banyak melakukan simulasi di gurun pasir agar bisa mendapatkan gambaran mengenai apa saja permasalahan yang akan dihadapi nanti oleh manusia disaat benar-benar berada di Planet Mars.

Gurun Dhofar yang terletak di negara Oman menjadi lokasi yang dipilih oleh para ilmuwan untuk simulasi ini. Gurun ini terkenal sebagai salah satu tempat paling ekstrim di dunia. Tidak banyak hewan dan tumbuhan yang dapat bertahan hidup di gurun yang terletak di kawasan Jazirah Arab ini. Panasnya sangat ekstrim, Suhu Gurun Dhofar di siang hari bisa mencapai 51 derajat Celcius.

Membuat Ukiran Raksasa

Nazca adalah nama dari sebuah gurun yang terletak di negara Peru. Di gurun pasir inilah, terdapat peninggalan kuno yang amat menakjubkan, yakni Garis Nazca. Ukiran garis-garis di Nazca telah lama menjadi misteri. Jumlah geoglyph atau desain besar di sana yang tercetak di tanah, mencapai ribuan dan tampak menggambarkan berbagai motif seperti binatang, tumbuhan, hewan mitologi, dan pola geometris lainnya.

Geoglyph ini dibuat dengan tumpukan batu atau diukir langsung di tanah gurun yang kering, dengan sebagian besarnya tergambar dalam satu garis berkesinambungan. Diperkirakan orang-orang Nazca mulai membuat garis-garis tersebut sekitar tahun 200 Sebelum Masehi, dan mereka sengaja mengukirnya sedemikian rupa untuk menjadikan udara atau lereng bukit sebagai titik terbaik untuk melihatnya.

Peneliti lainnya meyakini, bahwa pola ini dibuat oleh orang-orang Paracas dan Topara yang tinggal lebih dahulu di wilayah tersebut dibandingkan dengan orang Nazca. Peneliti memperkirakan jika orang Paracas dan Topora hidup antara 500 SM hingga 200 Masehi. Semua Garis Nazca diperkirakan sudah berusia lebih dari 1.000 tahun lamanya. Garis Nazca ini terawetkan hingga berabad-abad lamanya karena kawasan gurunnya kering dan jarang dihuni manusia.

Sejak abad ke-16, keberadaan Garis Nazca ini sudah diketahui. Namun karena teknologi penerbangan pada waktu itu masih belum ditemukan, orang-orang pada awalnya mengira kalau Garis Nazca mungkin aslinya hanyalah reruntuhan biasa atau sisa-sisa jalan dari masa lampau. Hingga abad ke-20, orang-orang akhirnya mengetahui kalau Garis Nazca aslinya adalah jalur bekas galian yang dibentuk sedemikian rupa hingga nampak membentuk pola-pola raksasa. Sejak itulah, ilmuwan pun terus berdatangan ke lokasi Garis Nazca untuk mempelajari simbol-simbol raksasa ini.

Meskipun para peneliti yakin kalau Garis Nazca adalah buatan manusia yang hidup di masa lampau, namun mereka belum yakin apa sebenarnya fungsi dari Garis Nazca dan mengapa Garis Nazca harus dibuat dalam ukuran sebesar itu. Menurut para arkeolog, kemungkinan rancangan ini dibuat dengan tujuan keagamaan, seperti berfungsi sebagai labirin untuk dikunjungi oleh para peziarah. Ada pula yang berteori kalau Garis Nazca di masa lampau pernah terisi air dan airnya mungkin digunakan sebagai sumber air oleh penduduk setempat di masa itu. (vb)


Foto dan materi disadur dari berbagai sumber :
nationalgeographic.com: saudi arabia water use / voanews.com: Mars on Earth: Simulation Tests in Remote Desert of Oman / mongabay.co.id / kumparan.com / travel.tempo.co / liputan6.com