Sabtu, 30 Januari 2021

Kasus Perampokan Paling Legendaris Di Dunia, 300 Million Yen Robbery!

Perampokan tanpa pertumpahan darah dan kekerasan yang dilakukan seorang diri dengan sangat cepat dan terukur. 300 Million Yen Robbery! Jika ada sebuah kejahatan yang sempurna, kasus perampokan ini adalah salah satunya.



VIRALSBOOK.COM
- Rintik-rintik salju turun dari langit di pagi yang begitu dingin, 10 Desember 1968. Tampak kantor-kantor dan sejumlah toko baru saja dibuka. Karena bertepatan menjelang liburan akhir tahun, maka Pernak-pernik Natal terlihat semarak dijual di beberapa toko.

Seorang pria muda berseragam polisi menghentikan laju sepeda motornya di salah satu persimpangan jalan. Pandangannya terlihat begitu tajam mengawasi jalanan. Udara dingin membeku diabaikannya, ia tampak menanti sesuatu yang datang dari ujung jalan sana. Tidak ada satu pun yang menyangka apa yang akan dilakukannya hari itu akan menjadi sejarah kelam peristiwa kriminal di Negeri sakura Jepang.

Diawali Dengan Surat Ancaman

Kasus perampokan ini perencanaannya begitu matang, diawali dengan surat ancaman yang sudah tersebar beberapa bulan sebelumnya. Sebuah surat dengan susunan kata yang berisi ancaman Bom yang ditujukan kepada Manajer Bank Nihon Shintaku Ginko cabang Kokubunji, Tokyo.

Sang manajer Bank menerima surat ancaman ini di rumahnya, berisi sebuah ancaman yang akan meledakkan rumah menggunakan dinamit jika manajer tersebut tidak menyerahkan uang sebesar 300 juta yen. Ancaman ini rupanya telah membuat mental sang manajer ciut, dia kelihatan gundah gulana dan ketakutan setengah mati.

Mendapatkan ancaman yang serius dari orang tak dikenal membuat sang manajer berpikir keras. Ia pun mengambil sikap, harus melaporkan ancaman ini ke polisi. Pihak kepolisian pun segera menanggapi laporannya dengan langsung menerjunkan beberapa personil untuk datang mengawasi dan berjaga di rumah sang manager bank secara rutin.

Polisi merasa kalau ancaman itu hanya berasal dari orang terdekat sang manajer dan menyarankan agar ia tidak menceritakan ancaman ini kepada siapa pun, termasuk bawahannya di Bank. Polisi pun menyarankan agar ia tetap bekerja seperti biasanya. Namun rupanya, sang manajer tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, maka cerita tentang surat ancaman itu pun akhirnya tersebar juga di antara para karyawan bank.

Pengiriman 300 Juta Yen

Sahabat viralsbook, kita lanjut di kejadian tanggal 10 Desember 1968. Aktivitas Bank di pagi itu, tampak empat orang karyawan Bank sedang mengemasi uang kertas sebesar 294.307.500 yen atau sekitar US $ 817.520. Uang sebanyak itu merupakan Bonus akhir tahun untuk 523 karyawan pabrik Fuchu Toshiba.

Perusahaan di Jepang kala itu umumnya memberi karyawan mereka bonus dua kali setahun, yaitu di musim panas sekitar bulan Juni hingga Juli dan di musim dingin di akhir tahun. Sebuah tradisi di Jepang yang dimulai di era Edo (Tokugawa periode), dimana pemilik usaha akan memberikan bonus berupa uang kepada karyawan sehingga mereka bisa pulang ke rumah untuk merayakan festival lokal dan menikmati waktu bersama keluarga.

Nah, atas dasar ini, di setiap tanggal 10 Desember, Bank Nihon Shintaku Ginko secara rutin setiap tahunnya akan mengirimkan uang bonus akhir tahun untuk karyawan pabrik Toshiba di Fuchu. Maka di hari itu, wajar terlihat ada kegiatan pengemasan uang bonus akhir tahun di Bank Nihon Shintaku Ginto.

Baca Juga : Misteri Pencurian di Museum Isabella Stewart Gardner yang Gagal Dipecahkan Agen FBI

Setelah mengemasi uang dalam brankas logam, empat karyawan ini pun lalu ditugaskan untuk mengantarkannya. Mereka mengangkut uang yang sudah dimasukkan ke dalam brankas logam ke bagasi belakang mobil milik bank.

Uang sebesar itu kenapa tidak dikirim via transfer bank saja ya? Mungkin sahabat viralsbook berpikir mengapa pihak Bank tidak melakukan cara yang lebih aman ini. Rupanya, pada saat itu metode pengiriman uang melalui transfer bank masih merupakan konsep yang cukup baru di Jepang, sehingga yang masih dianggap lebih aman untuk mengirimkan uang, yakni dikirim secara tunai dengan cara mengantarkannya lewat mobil.

Empat karyawan bank yang mendapatkan tugas mengantar uang bonus ini sebenarnya cukup khawatir dan takut juga. Pasalnya, informasi ancaman bom dan membayar 300 juta yen beberapa waktu sebelumnya kepada manajer mereka telah sampai juga ke telinga empat karyawan Bank ini. Namun begitu, walaupun ada rasa khawatir dan takut, perjalanan mengantarkan uang dengan mobil ini pun tetap dilaksanakan.

Aksi Perampokan

Mobil yang membawa uang bonus pun meluncur di pagi yang dingin. Didalamnya ada empat karyawan Bank terlihat santai tapi sedikit ada rasa cemas. Tidak ada halangan selama perjalanan. Hingga akhirnya, tepat berada di depan penjara Kota Fuchu mobil dihentikan oleh seorang berseragam polisi lengkap dengan motor dinasnya.

Melihat ada polisi berseragam lengkap menghentikan mobil, maka mobil pun menepi. Tak nampak gelagat yang mencurigakan. Polisi tersebut dengan mimik wajah tegang dan nada cemas langsung menginformasikan kepada mereka bahwa rumah manager bank baru saja diledakkan, ada korban luka-luka dan bahkan ada yang meninggal.

Empat karyawan Bank yang di benak mereka telah terlanjur dirasuki rasa cemas akibat telah mendengar ancaman sebelumnya, begitu mendengar kabar yang sangat mengejutkan ini, spontan menjadi panik. Terlebih polisi mengatakan kalau ternyata telah ada ancaman susulan dari si peneror. Target ancamannya adalah Karyawan yang mengantarkan uang hari itu yang akan diledakkan dalam mobil. Polisi memerintahkan agar mereka segera turun, sebab para penjahat telah meletakkan dinamit di dalam mobil mereka.

Seketika kepanikan terjadi. Keempat karyawan Bank segera turun dari mobil tanpa ingat lagi dengan uang yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka tidak menyadari bahwa hal ini adalah bagian dari skenario penjahat. Setelah mereka turun dari mobil, polisi itu kemudian mengatakan akan memeriksa di mana bom itu dipasang. Polisi lalu segera merangkak ke bawah mobil untuk mencoba menemukan bom dimaksud.

Tak menunggu lama, para karyawan bank makin ketakutan tatkala melihat ada asap dan percikan api yang muncul di bawah mobil saat polisi keluar dari sana. Polisi lalu berteriak mengatakan kalau mobil itu akan segera meledak sambil memerintahkan mereka untuk secepatnya mencari tempat berlindung yang aman. Empat karyawan yang terlanjur panik bergegas lari ke tembok penjara Kota Fuchu untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, polisi dengan jiwa heroiknya diantara kepulan asap yang terlihat oleh para karyawan bank, masuk kembali ke mobil untuk memeriksa bom. Di balik tembok penjara mereka menunggu dengan rasa takut kalau ada ledakan besar yang akan terjadi nanti. Polisi itu terlihat membungkuk masuk ke mobil, tak lama berselang terdengar bunyi mesin mobil dinyalakan.

Para karyawan bank yang menunggu di balik tembok penjara, dengan rasa penasaran walaupun sedikit takut akhirnya memberanikan diri mengintip apa yang dilakukan polisi pemberani ini. Berharap polisi heroik tadi telah berhasil menjinakkan bomnya. Namun, kenyataan mengejutkan yang mereka dapati. Mobil itu telah menghilang.
Dalam kebingungan, mereka saling pandang. Tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi. Salah satu karyawan memutuskan untuk menghubungi Bank lewat telepon. Saat terhubung, barulah mereka sadar kalau manager bank dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada teror ledakan bom di rumahnya.

Pada akhirnya, mereka menyadari telah ditipu oleh skenario mulus pria muda berseragam polisi lengkap. Kejahatannya berjalan tanpa hambatan. Tampaknya rencana perampokan yang cerdas itu sudah disusun rapi tahapannya selama berbulan-bulan dan dilakoni seorang diri dengan eksekusi yang sangat rapi. Perampok cerdas yang menyamar sebagai polisi itu berhasil mengelabui karyawan bank dan membawa kabur semua uang. Sialnya, nomor seri uang-uang itu semuanya tidak tercatat!

Kejahatan Yang Sempurna

Pasca perampokan terjadi, barulah pihak bank paham jika surat ancaman pengeboman yang ditujukan kepada manajer mereka merupakan bagian dari rencana si perampok yang telah disusunnya secara matang.

Perampokan ini diluar dugaan semua orang, pasalnya tidak seperti perampokan bank pada umumnya yang menyerbu bank secara berkelompok, memakai penutup wajah, menodongkan senjata sambil meminta petugas bank memasukkan uang tunai ke kantong-kantong besar dan bergegas melarikan diri. Perampok yang satu ini justru menunggu dengan sabar, menanti waktu yang tepat, lalu menjalankan aksinya.

Karyawan bank yang mengemudikan mobil saat kejadian, Eiji Nakada mengungkapkan bahwa penjahat itu tampak seperti seorang polisi profesional, berseragam lengkap dengan motor dinasnya.
Eiji menambahkan, saat kejadian polisi itu menyuruh mereka berhenti di jalan dekat penjara. Katanya, dia mendapat instruksi langsung dari Kepolisian Koganei untuk menginformasikan sekaligus mengecek bahan peledak yang sudah terpasang di mobil. Mereka lalu diperintahkan untuk keluar dari mobil. Saat membungkuk masuk mobil, polisi itu memeriksa dan mencari dinamit dengan senter di tangannya. Mereka mengira ia mencari dinamit, lalu tiba-tiba ia melompat di belakang kemudi dan melaju pergi.

Ternyata, asap dan nyala api yang keluar dari bawah mobil juga merupakan bagian dari skenario kejahatannya. Perampok cerdas itu menggunakan Suar peringatan yang memang menciptakan api dan asap menyerupai ledakan dinamit, yang dinyalakan saat memeriksa bawah mobil.

Dalam Pelarian

Rupanya, aksi kejahatan perampok ini skenarionya telah disusun secara matang pada hari itu. Di perjalanan setelah berhasil membawa pergi mobil bank beserta isinya, ia lalu memilih meninggalkan mobil bank di tengah jalan, lalu memindahkan brankas logam berisi uang ke mobil lainnya, yang ternyata mobil ini pun hasil curian.
Tak hanya itu, mobil curian itu kembali ditinggalkan di tengah jalan dan si perampok pindah ke mobil lainnya lagi, yang lagi-lagi merupakan mobil hasil curian. Benar-benar mulus.

Sebanyak 120 barang bukti tertinggal dan ditemukan di TKP, termasuk sepeda motor polisi bercat putih yang digunakan perampok. Barang bukti lainnya tersebar di sepanjang jalan yang menjadi tempat persinggahan perampok, termasuk jejak dan mobil-mobil curian yang ditinggalkannya tadi. Sepertinya perampok sengaja membuat polisi bingung dengan cara seperti ini. Barang bukti yang terlampau banyak dan mencurigakan itu justru seperti sengaja ditinggalkan untuk mengecoh polisi yang memburunya.

Penyelidikan besar-besaran pun dilakukan oleh kepolisian Jepang, guna menangkap gembong perampokan kelas kakap ini. Sahabat viralsbook, demi cepatnya proses pengungkapan kasus, kepolisian jepang tak tanggung-tanggung. Tak kurang dari 170.000 personil polisi diterjunkan ke lapangan untuk menyelidikinya. Tak hanya itu, ada 780.000 foto montase disebar di seluruh negeri Sakura. Hasilnya, lebih dari 100 ribu orang masuk dalam daftar tersangka. Penyelidikan ini diklaim merupakan yang terbesar dalam sejarah Jepang.

Media surat kabar luar negeri pun santer memberitakan informasi seputar kasus spektakuler ini, diantaranya : The Herald Titusville yang memberitakan pencurian yang terjadi pada 10 Desember 1986 di halaman depan surat kabar mereka. Selain itu, The Times of Hammond, Indiana, memberitakan kasus ini dengan lebih detail di surat kabarnya.

Hilang Tanpa Jejak

Seperti yang telah diulas sebelumnya, bahwa kasus ini akhirnya menghasilkan lebih dari 100 ribu orang yang masuk dalam daftar tersangka.

Lima hari setelah kejadian perampokan yang menggegerkan Jepang, seorang pria muda berusia 19 tahun ditemukan tewas. Kematiannya diduga merupakan aksi bunuh diri setelah menenggak racun kalium sianida. Pria muda itu merupakan putra dari seorang petugas polisi yang ternyata masuk dalam daftar tersangka perampokan, terlebih ia memang tidak punya alibi.

Namun, dalam perjalanan penyelidikannya, uang 300 juta yen itu tidak ditemukan saat atau setelah kematiannya. Kepolisian jepang pun akhirnya secara resmi merilis bahwa dia dianggap tidak bersalah.

Pada tanggal 12 Desember 1969, Kepolisian jepang menangkap lagi seorang pria berusia 26 tahun, dengan tuduhan kasus perampokan 300 juta yen satu tahun silam. Tapi pria tersebut punya alibi. Saat perampokan terjadi, ia sedang menjalani pemeriksaan proctored.

Baca Juga : Kisah Putroe Neng dan 99 Suaminya yang Tewas Saat Malam Pertama Secara Misterius

Sahabat viralsbook, merasa dirinya dituduh Mitsuo Muto, petugas polisi yang menangkapnya, Pria 26 tahun ini lalu memperkarakannya dengan tuduhan telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan dengan melakukan penangkapan dengan alasan palsu.

Pencarian, penyelidikan dan penangkapan terhadap perampok bank ini tetap terus dilanjutkan dari tahun ke tahun, walaupun tidak membuahkan hasil.

Tujuh tahun kemudian atau tepatnya pada tanggal 15 November 1975, seorang pria muda dicurigai merupakan tersangka perampokan ini. Pasalnya, dia memiliki uang dalam jumlah besar dan dicurigai telah melakukan perampokan sejak tahun 1968.

Saat peristiwa tujuh tahun silam terjadi, kala diinterogasi dia baru berusia 18 tahun. Polisi beberapa kali meminta penjelasan perihal uang dengan jumlah yang besar yang ada di tangannya, namun pria yang dituduh tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan. Di lain pihak polisi juga tidak dapat membuktikan bahwa uang tersebut berasal dari perampokan bank.

Investigasi demi investigasi yang dilakukan polisi selama tujuh tahun tampaknya tidak menemukan titik terang. Pada Desember 1975, Undang - Undang pembatasan kejahatan disahkan tanpa penangkapan. Itu apa artinya Sahabat viralsbolk? Pada tahun 1975 Undang-Undang pembatasan tujuh tahun untuk mengajukan tuntutan akan berakhir, yang artinya penjahat sebenarnya telah lolos tanpa hukuman.

20 tahun setelah peristiwa itu, sejak tahun 1988, Perampok juga telah dibebaskan dari kewajiban perdata. Maksudnya apa ini sahabat viralsbook? Itu artinya si Perampok Bank bisa mengaku dan mengatakan secara terbuka apa yang telah dilakukannya tanpa rasa takut akan dihukum lagi. Namun, kenyataannya tak ada seorang pun yang mengakuinya.

Apakah Sebuah Konspirasi?

Sebuah study yang dirilis di website milik seorang anggota the Historical Society of Sophia University dan juga anggota dari The Kioi Shigaku of Sophia University yaitu Kouji Fukushima, menuliskan, “Saya tahu perampokan 300 juta yen itu adalah konspirasi”.

Terlepas dari hal itu semua, harus diakui bahwa perampokan ini benar-benar dilakoni oleh orang yang sangat cerdas. Kejahatannya sangat melegenda. Penyelidikan yang telah melibatkan ratusan ribu polisi, ratusan petunjuk yang tersebar, dan lebih dari seratus ribu daftar nama tersangka hanya sia-sia belaka. Bertahun-tahun dilakukan, namun tak terpecahkan sampai detik ini. Benar-benar misteri. Ia telah berhasil menuliskan sebuah skenario kejahatan yang sangat hebat di negeri Sakura Jepang 50 tahun silam. (vb)


Foto dan Materi disadur dari berbagai sumber :
moneyweek.com: 10 December 1968: the “300 million yen robbery” / scmp.com: Who was the mysterious motorcyclist behind infamous Japanese heist? After 50 years, the case remains unsolved / kodzan.blogspot.com: Kasus 300 Juta Yen : Kasus Perampokan Terbesar Dalam Sejarah Jepang Yang Tidak Terpecahkan / debyclark.blogspot.com: Japan's biggest heist - The 300 million yen robbery, Tokyo 1968 / vintag.es: December 10, 1968: The Greatest Bank Heist in Japanese History, the Perpetrator Was Never Found to This Day / gettyimages.com: 15 300 Million Yen Robbery Premium High Res Photos