Jumat, 12 Februari 2021

Lembaga Negara Dengan Urusan Terunik Di Dunia, Dari Atasi Kesepian Hingga Urusi Toilet

Terlihat sedikit nyeleneh, tapi itulah sebuah pemerintahan. Negara harus menyediakan satu lembaga untuk menangani satu urusan khusus bila memang dirasa perlu. Sepenting itukah?


VIRALSBOOK.COM - Lembaga Negara seperti kementerian dibentuk dengan tujuan untuk membantu kepala negara dalam menangani bidang, tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan. Tetapi bagaimana jika lembaga ini dibentuk untuk menangani permasalahan yang boleh diselesaikan oleh perusahaan jasa atau sejenisnya?

Pada umumnya Kementerian-kementerian populer yang kita kenal saat ini seperti Kementrian Pertahanan untuk keamanan dan kedaulatan negara, Kementerian Keuangan untuk stabilitas perekonomian negara dan pajak, atau Kementerian Luar Negeri yang membawahi urusan dan relasi negara tersebut dengan negara-negara lain, dan lain sebagainya.

Tahu gak sobat viralsbook, di negara berikut ini terdapat satu lembaga negara atau kementerian yang tugasnya dianggap unik untuk diurus oleh jabatan selevel Menteri. Entah apa dasar pendirian lembaga ini oleh negara, namun begitulah kenyataannya. Lembaga ini hadir untuk urusan yang dianggap sedikit nyeleneh. Simak ulasannya yang viralsbook rangkum dari berbagai sumber.

Menteri Urusan Kesepian

Sepi nih yee? Mendengar kata "Sepi", yang terlintas dalam benak Anda pasti hanyalah suatu kondisi tidak ada siapa-siapa, merasa sepi, dan biasanya identik dengan malam. Seringkali juga sepi diartikan dengan menyisakan sedih dan luka - meskipun tidak selamanya demikian. Sepi ibarat ruangan gelap yang tidak berpenghuni, kata pujangga.

Jika melihat perkembangan teknologi informasi saat ini, seharusnya kata "Sepi" tidak ada lagi. Pasalnya, seseorang yang nampaknya sedang kesepian dan menyendiri belum tentu benar-benar merasakan kesepian. Bisa jadi, ia sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya di media sosial.

Sepintas, kesepian nampak sebagai sesuatu yang remeh. Sebuah studi mengungkapkan bahwa kesepian dalam jangka panjang akan membawa dampak negatif bagi korbannya. Seseorang yang terlalu lama merasa kesepian, akan cepat merasakan stress dan frustasi.

Mungkin Hal inilah yang mendorong Pemerintah Jepang menunjuk Tetsushi Sakamoto sebagai Menteri Kesepian di awal tahun 2021. Kementerian ini dibentuk sebagai dampak semakin terbatasnya interaksi sosial di masyarakat akibat Wabah Pandemi Covid-19.

Terutama untuk mengatasi rasa kesepian kepada golongan yang paling berdampak atas kebijakan pembatasan sosial ini, yakni mereka yang telah lanjut usia. Ditambah, adanya satu tradisi ritual bunuh diri di Jepang yang cukup terkenal (seppuku), maka dampak saat orang merasa tertekan akibat kesepian, bisa saja akan cenderung lebih mudah untuk melakukan bunuh diri.

Ternyata sobat viralsbook, Jepang bukanlah satu-satunya negara maju yang memiliki Menteri urusan Kesepian ini. Inggris malahan lebih dulu memiliki Menteri yang khusus menangani masalah kesepian ini sejak tahun 2018. Jabatan Menteri Urusan Kesepian Inggris pertama kali dijabat oleh Tracey Crouch.

Sama halnya Jepang, Inggris juga memiliki masalah serius terkait kesepian pada warganya. Berdasarkan survey Pemerintah Inggris di tahun 2018, terdapat 1 hingga 5 pasien perhari didiagnosis mengalami kesepian.

Studi lain menunjukkan sebanyak 200,000 lansia dinyatakan mengalami kesepian dan tidak melakukan komunikasi selama lebih dari sebulan terakhir. Sehingga, kesepian menjadi masalah kesehatan global dan banyak ditemukan kasusnya di Inggris.

Menteri Urusan Kebahagiaan

Jika Inggris dan Jepang memiliki menteri dengan urusan Kesepian, maka Uni Emirat Arab (UEA) memiliki lembaga negara yang khusus mengurus kebahagiaan.

Ya, Uni Emirat Arab adalah sebuah negara federasi dari tujuh emirat yang kaya akan cadangan minyak bumi. Tujuh emirat ini adalah: Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain.

Negara terkaya di dunia, banyak cadangan minyaknya, memiliki bangunan bergaya futuristik yang megah, namun tidak bahagia sobat viralsbook? Ternyata hal ini bukan menjadi satu ukuran untuk yang namanya "kebahagiaan".

Pada tahun 2016, pemerintah Uni Emirat Arab membentuk Kementerian Kebahagiaan sebagai langkah pemerintah untuk mengusung agenda nasional dalam rangka membentuk Masyarakat yang kohesif dan melestarikan identitas nasional. Dengan tugas mengatur segala urusan yang berkaitan dengan program-program kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat, dengan tujuan jangka panjang menjadi negara yang paling bahagia menurut ukuran Human Development Index. Wow!

Pemerintah Uni Emirat Arab benar-benar berkomitmen untuk kebahagiaan rakyatnya. Ohood Al Roumi, pun ditunjuk untuk memimpin upaya pemerintah UEA menjamin Kebahagiaan rakyat negeri itu, pada tanggal 10 Februari 2016. UAE menempati peringkat ke-20 dalam Laporan Kebahagiaan Dunia pada tahun 2015.

Lagi-lagi, ternyata UEA bukanlah satu-satunya negara yang memiliki Menteri Kebahagiaan ini sobat viralsbook. Pada tahun 2013, Venezuela mengumumkan berdirinya wakil kementerian yang khusus menangani masalah kebahagiaan sosial.

Bahkan jauh sebelum Uni Emirat Arab dan Venezuela membentuk Kementrian Kebahagiaan, ternyata Bhutan sudah memiliki sebuah komisi nasional yang berperan dalam meningkatkan kebahagiaan bruto nasional pada tahun 2008. Dan Bhutan sendiri di tahun 2012 merupakan salah satu pemrakarsa terbitnya World Happiness Report atau Laporan Kebahagiaan Dunia bersama PBB. Hari terbitnya laporan tersebut kemudian diabadikan menjadi Hari Kebahagiaan Internasional yakni pada tanggal 20 Maret.

Menteri Urusan Toleransi

Masih di negara UEA, setelah ada Menteri kebahagiaan untuk urusan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat, ada lagi Kementerian dengan urusan Toleransi. Apakah masyarakat UEA selama ini dinilai intoleran?

Ternyata tidak. Toleransi meski dianggap hal sepele oleh sebagian orang dan sesuatu yang tak perlu diurus oleh lembaga setingkat menteri, namun dampak besarnya dalam kehidupan telah dipikirkan oleh negara maju seperti UEA.

Maka, Menteri negara untuk toleransi dibentuk UEA dengan tujuan untuk mempromosikan toleransi sebagai nilai dasar di masyarakat UEA. Sebagai negara muslim tetapi terbuka untuk semua orang, menjadikan negaranya sebagai model bagi dunia dalam hal penerimaan, keragaman, dan multikulturalisme.

Posisi menteri negara urusan toleransi UEA yang pertama sejak dibentuk tahun 2016 dijabat oleh Sheikha Lubna al-Qassimi.

Menteri Urusan Yoga

Yoga merupakan olahraga tubuh dan pikiran dengan fokus yang bertumpu pada kekuatan, kelenturan, serta pernapasan. Fungsinya diyakini bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik bagi pelakunya. Awalnya yoga hanya dipraktikkan di India sejak ribuan tahun yang lalu, namun saat ini yoga meluas ke berbagai negara dan dianggap sebagai metode alternatif relaksasi.

Oleh sebab yoga dianggap begitu penting bagi kehidupan masyarakat India, dan ditemukan adanya fakta bahwa masih banyak penduduk India – khususnya yang tinggal di kawasan pedesaan – yang menggunakan terapi dan metode pengobatan alternatif, maka Negeri yang dijuluki Negara Anak Benua itupun membentuk satu Lembaga Negara khusus yang menangani urusan di bidang Ayurveda, Yoga dan Naturopathy, Unani, Siddha dan Homeopathy atau disingkat menjadi AYUSH.

Tugas dari Kementerian AYUSH adalah membantu pengembangan jenis-jenis terapi dan pengobatan tradisional yang banyak ditemukan di India. Membawahi berbagai bidang yang berkaitan seperti pendidikan, riset dan pengembangan praktik AYUSH. Sejak tahun 2014, posisi Menteri AYUSH India ditempati oleh Shripad Naik.

Walaupun kementerian ini memiliki tujuan yang baik untuk masyarakat India, keberadaan Kementerian AYUSH juga tak lepas dari kritikan publik. Seperti misalnya kementerian ini dianggap mempromosikan manfaat yoga secara salah karena tidak melalui penelitian dengan metode ilmiah yang memadai dan sesuai standar.

Menteri Urusan Propaganda dan Agitasi

Ketika negara Inggris, UEA, dan Jepang yang membentuk lembaga negara untuk menangangi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat seperti meningkatkan kebahagiaan dan menanggulangi permasalahan kesepian, Korea Utara malah memiliki satu departemen yang bertugas untuk melancarkan aksi propaganda dan agitasi.

Sesuai namanya, maka kementerian ini bertugas mengkoordinasikan pembuatan dan penyebaran propaganda di Korea Utara, berurusan dengan penyebarluasan suatu keyakinan, gagasan-gagasan secara terinci dan lebih sistematis di masyarakat melalui doktrin serta memfokuskan diri pada sebuah isu aktual, dan berupaya ‘mendorong’ suatu tindakan terhadap isu tersebut.

Jadi lembaga negara ini akan menetapkan pedoman untuk semua materi propaganda yang diproduksi dan mengawasi semua media di Korea Utara. Hal ini mungkin dilatarbelakangi oleh runcingnya hubungan bilateral antara Korea Utara dan Korea Selatan, propaganda dan agitasi dilancarkan oleh kedua negara tersebut, terutama oleh Korea Utara.

Pada tahun 2014, Kim Jong Un pemimpin Korea Utara menunjuk adik perempuannya Kim Yo Jong untuk memimpin lembaga ini.

Menteri Urusan Modifikasi Cuaca

Salah satu kementerian terunik di dunia ada di China, bernama Beijing Weather Modification Office atau Kantor Modifikasi Cuaca Beijing. Sesuai namanya, kementerian ini bertugas untuk memodifikasi atau mengubah cuaca sesuai kebutuhan nasional, seperti mengontrol tugas dan mengatur jadwal turun hujan.

China telah menggunakan program manipulasi iklim dan cuaca selama bertahun-tahu, seperti program hujan atau salju buatan. Bagaimana China memanipulasi cuaca?

China menggunakan metode yang disebut penyemaian awan atau cloud seeding yang sudah dikenal di seluruh dunia. Metode ini menggunakan zat pendispersi seperti perak iodida yang disemai ke awan untuk menghasilkan presipitasi (proses pengendapan) sehingga menghasilkan hujan maupun salju.

Jadi, tidak mengherankan jika suatu saat cuara lagi hujan tiba-tiba langit bisa cerah, ketika ada pertemuan politik penting atau acara internasional yang berlangsung di ibu kota China. Dan ini bukan kebetulan, kementerian inilah dibalik modifikasi cuaca tadi.

Walau terlihat cukup unik, namun rupanya China tidak main-main dan telah berinvestasi besar-besaran dalam urusan modifikasi cuaca ini. Selama periode 2012-2017, China telah menghabiskan dana lebih dari US$ 1,34 miliar (Rp 18,76 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$) untuk berbagai program modifikasi cuaca.

Menteri Urusan Toilet

Kementerian berikutnya terdengar sedikit agak nyeleneh, sebab urusan toilet saja mesti dilakukan oleh lembaga negara setingkat menteri. Apa pasal kementerian Urusan Toilet ini harus ada di Jepang sobat viralsbook?

Ternyata, toilet termasuk satu dari tiga hal paling penting di Jepang. Saking pentingnya, Jepang sampai membangun museum senilai 60 juta dolar AS yang didedikasikan untuk toilet. Wow, rupanya Jepang sangat perhatian dengan toilet. Haruko Arimura adalah pejabat Jepang yang dipercaya untuk menempati posisi tersebut.

Dan ternyata sobat viralsbook, Jabatan “Menteri Toilet” keberadaanya memang tidak ada di Jepang. Menteri Toilet ini sebenarnya adalah gelar tidak resmi yang istilahnya pertama kali dicetuskan oleh Arimura sendiri untuk menyebut tugas barunya sebagai Menteri Pemberdayaan Wanita Jepang. Sejak bulan Oktober 2014, Arimura memimpin lembaga ini dan salah satu tugas khususnya yakni menangani masalah toilet di Jepang.

Arimura memiliki ambisi untuk menjadikan semua toilet umum di Jepang sebagai tempat yang bersih, aman, sekaligus nyaman bagi setiap penggunanya. terutama untuk kaum hawa di Jepang.


Disadur dari berbagai sumber:
en.happinessagenda.ae / gnhc.gov.bt / yoga.ayush.gov.in / www.gov.uk / bbc.com / kompas.com / genpi.co / indozone.id / kumparan.com