Senin, 24 September 2018

Otaknya Diklaim Mampu Menyamai Tokoh-Tokoh Ilmuwan, Inilah Bocah-Bocah Jenius Di Dunia

Saking jeniusnya bocah-bocah ini, diklaim mampu menyamai tokoh-tokoh ilmuwan dunia seperti Albert Einstein atau Stephen Hawking. Wow! Cerdasnya seperti apa ya? Biar gak penasaran, berikut ulasan tentang 5 Anak jenius di dunia.


VIRALSBOOK.COM – Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itulah, anak-anak harus lebih pintar dibandingkan orangtuanya, dengan harapan bisa menjadikan negara lebih maju. Zaman sekarang ini, semua ilmu pengetahuan, bisa didapat dengan mudah karena kemajuan teknologi. Tak heran, jika anak-anak zaman sekarang memiliki otak yang lebih cerdas, bahkan ada pula yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata usianya.

Saking cerdasnya, bahkan tokoh-tokoh dunia seperti Albert Einstein atau Stephen Hawking yang diklaim orang paling jenius di dunia saja bisa disamakan dengan bocah-bocah ini. Berikut ini adalah anak-anak jenius dengan kecerdasan luar biasa dari seluruh dunia yang dirangkum dari berbagai sumber.


Alexis Martin


Alexis Martin adalah seorang bocah perempuan yang pada saat umurnya baru menginjak 3 tahun telah dinobatkan jadi anak paling pintar di kawasan Arizona, Amerika Serikat. Pasalnya, dia memiliki otak yang jenius. Dia diketahui hafal ilmu geografi dunia dan mempelajari bahasa Spanyol sendiri melalui perangkat iPad milik orangtuanya tanpa bantuan orang lain.

Alexis memang memperlihatkan tanda-tanda kejeniusannya saat usianya masih sangat muda, yaitu 18 bulan. Saat itu, dia terlihat oleh orangtuanya sedang membaca buku cerita sebelum tidur. Selain itu, Alexis juga mampu menghapal setiap ibukota negara. Menurut orang tua Alexis, anak perempuannya mampu mengisahkan kembali cerita pengantar tidur yang dibaca dari malam sebelumnya secara lengkap.

Kejeniusannya pun makin terlihat jelas saat dia mengikuti tes IQ. Alexis mencetak skor yang sangat tinggi pada tes IQ tersebut. Saking jeniusnya, kalangan dokter yang menanganinya bahkan tak tahu berapa skor tepatnya yang dihasilkan bocah ini. Namun, agar lebih mudah, Alexis dinilai memiliki IQ sebesar 160, yaitu skor yang sama dengan Stephen Hawking dan Albert Einstein.

Sahabat viralsbook, berarti dengan kata lain bocah yang masih 3 tahun ini ternyata sudah memiliki IQ setara dengan Albert Einstein yang diklaim sebagai salah satu orang paling jenius sepanjang masa. Tak cuma sampai di situ, Alexis bahkan diterima sebagai anggota termuda organisasi eksklusif orang-orang super cerdas, Mensa. Alexis menjadi satu dari 3.300 anggota Mensa yang berusia di bawah 18 tahun dari Amerika Serikat.

Baca Juga : Ketika Si Kembar Yang Tidak Kembar, Inilah 5 Kisah Orang Kembar Paling Unik di Dunia

Sherwyn Sarabi


Satu lagi bocah yang memiliki kejeniusan setara dengan Albert Einstein. Dia adalah Sherwyn Sarabi, bocah berusia 4 tahun dengan IQ sebesar 160, sama seperti Alexis Martin di atas. Sejenius apakah bocah ini? Diketahui, Sherwyn pertama kali bicara pada usia 10 bulan. Ketika dirinya berusia 20 bulan, ia bisa berbicara dengan kalimat penuh.

Sherawyn sudah belajar mengidentifikasi setiap negara di dunia saat usianya baru 2 tahun. Bahkan, Sherwyn juga mampu membaca hingga 500 kata, mengetahui nama dari organ tubuh manusia beserta fungsinya, serta menjelaskan ilmu tentang vulkanologi dan astronomi, yang orang dewasa pun belum tentu bisa paham dan mengetahuinya.

Menurut psikolog pendidikan, dr Peter Congdon bahwa Sherwyn bersekolah sejak usia 3 tahun, dua tahun lebih cepat dari anak lainnya. Ia juga sudah mempelajari materi untuk anak usia delapan dan sembilan tahun. Sherwyn memiliki kecerdasan yang luar biasa dan sangat berbakat dengan kosa kata dari seluruh dunia.

Ternyata sahabat viralsbook, meski memiliki otak yang jenius, Sherwyn memiliki jiwa sosial yang tinggi. Menurut ungkapan sang ibu Sherwyn, Amanda bahwa anaknya merupakan anak yang sehat, bahagia, dan suka berbicara. Sherwyn selalu menanyakan segala sesuatu dan Ia sudah mampu membaca lebih dari 190 buku ensiklopedia favoritnya. Sama seperti Alexis, Sherwyn juga menjadi anggota Mensa pada usia yang sangat muda, yaitu saat dia berumur 3 tahun.


Adam Kirby


Bocah asal Inggris ini masih berumur 2 tahun, namun kejeniusannya bisa melebihi mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Hal ini terlihat dari hasil tes IQ miliknya. Diketahui, IQ dari Adam adalah 141. Sementara IQ dari Barack Obama adalah 131. Karena itulah, Adam Kirby lebih jenius 10 nilai bila dibandingkan dengan Barack Obama. Nilai yang didapatnya itu menjadikan Adam tergolong jenius, padahal Adam sendiri belum lancar berbicara.

Apa saja yang mampu dilakukan oleh Adam yang tak bisa dilakukan anak seusianya? Adam mampu membaca buku karangan Shakespeare, belajar bahasa Jepang, Spanyol dan Prancis, dan bahkan ke toilet sendiri saat sebagian besar balita seusianya sibuk belajar berjalan dan menulis di dinding.

Baca Juga : 10 Gadis Kecil Ini Dianggap Paling Cantik di Dunia, Simak Pose Mereka

Selain itu, Adam juga bisa mengeja 100 kata dan menghapal tabel periodik. Hal itu diungkapkan sendiri oleh ayah Adam, Dean bahwa kemampuan Adam sangat luar biasa. Sementara anak lain sedang belajar berdiri atau merangkak, Adam membaca buku. Perkembangannya sangat mengherankan. Karena kejeniusannya itu, dia pun diterima sebagai anggota dari Mensa.


Elise Tan-Roberts


Sekilas, Elise-Tan Roberts seperti balita pada umumnya. Dia terlihat menggemaskan. Namun, siapa sangka dia ternyata memiliki kepandaian yang melebihi orang dewasa sekali pun. Pada usia 2 tahun, Elise sudah memiliki IQ cukup tinggi, yaitu 156. Angka tersebut membuat Elise termasuk golongan lebih dari jenius. Tanda-tanda kecerdasan Elise memang sudah terlihat dari perilakunya sehari-hari. Elise sudah belajar berbicara ketika usianya baru 5 bulan dan mulai belajar berjalan saat usianya 8 bulan. Saat usia 10 bulan, Elise dikatakan sudah dapat berlari.

Bahkan, saat umurnya belum setahun, dia sudah dapat mengetahui tulisan dari namanya sendiri. Kemudian saat umurnya setahun lebih 4 bulan, dia sudah mulai bisa berhitung dari satu sampai sepuluh. Tak hanya sampai di situ. Di usia Elise yang bahkan belum sampai 4 tahun, dia sudah bisa mengetahui nama ibukota dari berbagai negara, seperti Rusia yang beribukota di Moskow, dan Indonesia yang ibukotanya Jakarta.

Sudah pasti sahabat viralsbook, karena memiliki kejeniusan yang melebihi orang rata-rata, Elise-Tan Roberts berhasil diterima sebagai salah satu anggota Mensa. Bahkan, dulu saat diterima di Mensa, Elise dikatakan sebagai anggota termuda di Mensa.


Kautilya Pandit


Bocah yang satu ini bisa dibilang sebagai bocah ajaib, karena Kautilya Pandit mengetahui segalanya. Karena pengetahuannya yang luas itu, Kautilya sempat dijuluki sebagai ensiklopedi berjalan, atau bahkan bocah Google. Dengan kemampuan mengingatnya yang luar biasa, dia bisa menghapal informasi 213 negara, termasuk dari populasinya, Produk Domestik Bruto (PDB), sumber pandapatan, mata uang, agama dan budaya, dalam hanya waktu 3 bulan.

Baca Juga : 5 Teori Konspirasi Gila yang Ternyata Benar-Benar Terjadi, Bukti bahwa Teori Ini Tak Selamanya Omong Kosong

Kautilya Pandit sempat menjadi perbincangan di India setelah mengikuti kuis Who Wants To Be a Milionaire yang dibawakan oleh aktor kawakan India, Amitabh Bachchan. Tentu saja Kautilya mampu menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Hal itu membuat kagum para penonton, karena pertanyaan itu belum tentu bisa dijawab oleh orang dewasa sekalipun.

Sayangnya, meski jenius, Kautilya dikenal tak memiliki teman. Orang yang berjasa membuat Kautilya sehebat sekarang adalah guru dan orangtuanya. Kautilya memang berbeda dan tidak punya banyak teman. Selama ini temannya hanyalah kakeknya, yang berusaha untuk bisa selalu menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran Kautilya. Saking jeniusnya, Kautilya sampai bingung mau jadi apa setelah dewasa nanti.

***

Sahabat viralsbook, Itulah anak-anak super jenius yang ada di seluruh dunia, yang kecerdasannya bahkan melebihi tokoh dunia seperti Barack Obama, Albert Einstein, bahkan Stephen Hawking. Semoga saja nantinya bakal muncul bocah-bocah ajaib lainnya, dan diharapkan salah satunya berasal dari Indonesia. (vb_04)

comments