Selasa, 05 Desember 2017

Kisah Haru Tiga Kakak Beradik Yang Tampan, Meninggal Karena Penyakit Yang Sama

Kisah Haru Tiga Kakak Beradik Yang Tampan, Meninggal Karena Penyakit Yang Sama

VIRALSBOOK.COM - Kisah haru ini bikin dunia menangis, siapa saja yang membacanya pasti akan terharu. Sebuah kisah perjuangan seorang ibu dan tiga anaknya yang tampan dan kini semuanya telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Kematian 3 anak laki-laki tampan asal Filipina ini membuat Sang ibu, Lorelei Go tak kuasa menahan rasa sedihnya karena kehilangan 3 anaknya hanya dalam kurun waktu 3 tahun saja.

Ketiga anak laki-lakinya tumbuh menjadi anak yang baik, tampan, dan sayang pada ibunya. Kisahnya ini jadi viral dan ditonton jutaan orang dari seluruh dunia.

Lorelei Go bersama tiga buah hatinya yang berwajah tampan (foto/tribun)


Ketiga anaknya, yakni Rowden Gon, Hasset Go dan Hisham Go meninggal dunia karena menderita penyakit yang sama, yaitu Kanker Hati.

Rowden Go meninggal tahun 2014, disusul Hasset Go yang meninggal setahun kemudian. Lalu, si bungsu Hisham Go juga ternyata didiagnosis penyakit sama dan meninggal pada 14 November 2017 lalu.

Rowden, Hisham (Moi), Hasset (foto/thepinoylegacy)


Ada kisah haru dibalik kematian si bungsu Hisham. Sehari sebelum meninggal, ia sempat menuturkan pesan-pesan terakhirnya.

Hal ini terungkap melalui akun Facebook Hisham Go. Akun yang kini sudah dikelola oleh pihak keluarga Hisham ini mengungkapkan percakapan terakhir beberapa hari sebelum Hisham meninggal yang diposting tanggal 15 November 2017.

Berikut percakapan itu :




Lorelei Go, ibu dari ketiga anak ini mengaku hatinya sudah hancur ketika anak pertamanya meninggal dunia setelah 9 jam menikahi kekasihnya.

Anak pertamanya, Rowden Go meninggal pada tahun 2014 yang lalu di tengah keluarga dan istri yang baru ia nikahi.


Tubuh Rowden terlihat sangat kurus dan ia hanya bisa berbaring di atas ranjang rumah sakit. Tak lama kemudian, Hasset, adiknya juga didiagnosa penyakit yang sama. Tubuhnya pun kurus, dan hanya bisa kemana-mana dengan kursi roda.

Setelah setahun berjuang melawan penyakit, Hasset pun meninggal dunia. Hasset dikenal sebagai chef yang punya restoran di Filipina.

Chef Hasset (foto/thepinoylegacy)


Itu sudah cukup membuat Lorelei semakin terpuruk.

"Aku tak pernah bilang mereka meninggal, jika ditanya orang, anakmu kemana? Aku menjawabnya, Oh mereka pergi ke suatu tempat, nanti mereka kembali lagi," kata Lorelei.

Dan tak lama kemudian, adik mereka yang paling kecil, Hisham, juga diketahui mendapatkan penyakit serupa, namun masih stadium pertama.

"Kanker yang dialami kedua kakakku sayangnya diketahui terlambat, karenanya, keuntunganku sekarang adalah aku mengetahuinya lebih cepat, sehingga aku bisa mengobatinya dari sekarang," ujar Hisham.

Hisham pun diet ketat, hanya makan makanan sehat, serta rajin berolahraga. Ibunya selalu mendukungnya untuk selalu menerapkan pola hidup sehat.

Pada Oktober lalu, Hisham dan Lorelei pergi ke China untuk mengobati penyakit ini. Dari hasil pengobatan di China ditemukan fakta menyakitkan, yaitu organ hati Hisham hampir tak berfungsi lagi.

Tubuh Hisham pun perlahan menguning, dan tubuhnya menjadi kurus. Walau begitu, keluarga ini tetap bersyukur pada Tuhan dan Hisham terus berjuang untuk melawan penyakitnya.

"Satu-satunya doaku hanyalah agar Hisham selalu bersamaku, agar Hisham sembuh. Aku sangat takut kehilangannya." kata Lorelei.

Walau tak ada perkembangan, Hisham selalu bersemangat dan yakin akan bisa merayakan ulang tahunnya pada 2 Januari 2018 mendatang.

Hisham (foto/thepinoylegacy)


Pada tanggal 14 November kemarin, Hisham, dilarikan ke rumah sakit dan beberapa jam kemudian Hisham pergi untuk selama-lamanya.

Tak terbendung lagi air mata yang tercurah di atas peti mati anaknya itu. Lorelei sangat hancur, kurang dari 3 tahun ketiga anaknya pergi selamanya dengan penyakit yang sama. Tapi tak disangka, dalam keadaan seperti ini, ia tetap bersyukur pada Tuhan.

"Aku tahu ini ujian dari Tuhan untuk menguji keyakinanku, aku tetap bangga pada anak-anakku karena mereka pergi dalam keadaan menjadi anak-anak yang baik. Kini aku hanya menunggu waktuku untuk berkumpul lagi bersama mereka.." ujar Lorelei.

Lihat video singkat yang menyedihkan berikut ini, bagaimana ketegaran seorang ibu yang masih bisa bersyukur walau sudah ditinggal 3 buah hatinya. (vb_04)


comments