Jumat, 29 Desember 2017

Pria ini Jadi Viral dan Heboh di Media Sosial Karena Memiliki Nama Yang Unik, Begini Pengakuan Pintu Pemberitahuan

Kisah unik pria asal Bantul bernama "Pintu Pemberitahuan", Untung adiknya tak diberi nama "Jendela"


VIRALSBOOK.COM - Apalah arti sebuah nama? Umumnya orang akan menganggap bahwa nama itu tidak begitu penting, tapi sebagian beranggapan nama itu sangatlah penting. Bisa membawa pengaruh yang besar bagi si pemegang nama.

Dan bukankah semua orang tua selalu memberikan nama yang terkandung doa-doa pengharapan untuk si anaknya kelak? Hal ini pun yang mungkin diharapkan orang tuanya ketika memberikan nama itu padanya.

Pintu Pemberitahuan (foto/beritajowo)

Pria yang mempunyai nama unik ini berasal dari daerah Bantul, Yogyakarta. Ada hal yang unik dari nama pria ini sehingga viral dan heboh di media sosial, pasalnya pria ini memiliki nama yang tidak biasanya yaitu Pintu Pemberitahuan.

Dengan nama yang cukup unik ini, Pintu kerap mengalami berbagai pengalaman lucu. Seperti saat berada di loket pembayaran tilang. Pintu mengisahkan pengalaman lucunya, saat ia mengendarai motor dan terkena razia. Lantaran tidak bawa surat kendaraan, akhirnya ia kena tilang.

Nah, saat di pengadilan namanya dipanggil dengan pengeras suara. Semua orang melihat padanya saat ia mengambil STNK. Ia mengaku telah terbiasa menonton ekspresi orang yang kaget saat pertama mengenal namanya.

Pintu tidak jarang mendapat pengalaman lucu dengan namanya. "Saat pertama tahu, ada yang tertawa, ada yang mengejek. Tapi saya bahagia juga sih. Tidak sedikit kawan baru," katanya.

Baca Juga : Karena Terlalu Cantik, Selama 26 Tahun Gadis Ini Dilarang Orang Tuanya Keluar Rumah

Pernah sebuah ketika saat seleksi masuk perguruan tinggi negeri, seorang dosen UGM bertanya serta menyangsikan namanya. Awalnya ia nggak percaya serta meminta bukti akta kelahiran. "Lalu saya tunjukkan," katanya.

KTP Pintu Pemberitahuan (foto/kumparan)

Pengalaman lain, beberapa teman barunya kerap tak percaya dengan namanya. Mereka baru percaya setelah melihat KTP Pintu. Menurutnya, tak jarang beberapa temannya ingin mengunggah KTP-nya di media sosial namun selalu ia tolak.

KTP mahasiswa semester I Akademi Perikanan Yogyakarta ini baru terunggah melalui media sosial beberapa waktu lalu. Saat itu, pemuda yang punya hobi yang sama dengan orang tuanya ini mendaftar sebagai peserta workshop di Purwokerto.

Panitia tak percaya ada peserta bernama Pintu Pemberitahuan. Guna meyakinkan, Pintu akhirnya menyerahkan KTP-nya. Tak dinyana, KTP ini kemudian difoto lalu diunggah oleh panitia. Tak berapa lama, namanya pun viral di media sosial.

Kendati demikian, Pintu tak merasa terganggu. Ia tetap meyakini bahwa namanya memang tanda keberuntungan keluarganya seperti harapan ibunya. “Untung, adikku tidak diberi nama Jendela. Kalau iya kayak keluarga material rumah dong,” kelakarnya santai.


Pintu Pemberitahuan diapit adik (kiri) dan ibunya (kanan) (foto/Harian Jogja)

Bagi pemuda berumur 18 tahun itu, nama Pintu Pemberitahuan semula seperti nama lain pada umumnya. Tak ada yang aneh dengan nama itu hingga ia duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Teman-teman sebayanya mulai mengejek nama nyentriknya itu. Lama-kelamaan, Pintu memberanikan diri bertanya kepada ibunya. Ingin memastikan kenapa diberi nama Pintu Pemberitahuan.

Baca Juga : Ayah Ini Merelakan Mobilnya Menjadi Kanvas Untuk Karya Seni Putrinya. Kalau Kamu Rela?

Bukannya terbawa oleh ejekan teman-teman sebayanya, setelah tahu alasannya, Pintu justru menerima penjelasan sang ibu. Sambil duduk santai, cerita pun mengalir dari Pintu. Menurut penjelasan sang ibu, namanya lekat dengan sejarah perjalanan keluarganya.

Pada tahun 1999 silam, kedua orang tuanya Iswanto-Luwi menggelar pameran lukisan tunggal di Jakarta. Sebuah keputusan yang sangat berani. Sebab, kondisi perekonomian Indonesia saat itu nyaris lumpuh. Harga-harga melambung tinggi. Nilai tukar rupiah merosot tajam. Daya beli masyarakat sangat rendah. Jangankan membeli barang sekunder seperti lukisan, tidak sedikit masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan primernya.

Lumpuhnya sendi-sendi perekonomian ini juga berdampak pada kehidupan kedua orang tuanya. Dengan pendapatan pas-pasan plus masih tinggal di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kasongan, kedua orang tuanya nekat menggelar pameran tunggal untuk dapat bertahan di kondisi yang tak menentu kala itu.

Pintu Pemberitahuan dan ibunya (foto/tribun)

Singkat cerita, tanda-tanda kenekatan kedua orang tuanya tersebut ternyata membuahkan hasil. Hari pertama pameran, sebuah lukisan karya ayahnya laku terjual sekitar Rp20 juta, lukisan yang berjudul Pintu Pemberitahuan.

Bahkan lukisan yang menggambarkan seorang joki memacu kudanya demi berjuang tersebut tak butuh waktu lama untuk dibeli kolektor, hanya 20 menit setelah pameran dibuka.

Lukisan ini pun menjadi hoki. Pasalnya, sebanyak 22 karya lukisan suaminya laku terjual setelah lukisan Pintu Pemberitahuan dibeli. Bahkan, Luwi dan suaminya dapat mengantongi Rp 400 juta dari pameran tunggal ini. “Jadi tanah dan rumah ini. Termasuk mobil juga,” ucapnya sambil tersenyum.

Seolah jadi pertanda, ibunya lantas berinisiatif memberikan nama Pintu Pemberitahuan kepada janin yang di kandungnya. Dan benar, saat anaknya lahir pada 26 Pebruari 1999 akhirnya diberi nama Pintu Pemberitahuan. "Nama ini terbukti memberi perubahan bagi nasib kami. Jadi ini bukan sesuatu yang mendadak untuk mencari sensasi," terang Luwi.

Baca Juga : Cewek Cantik Jepang Minta Diraba Dan Diremas Payudaranya. Alasannya Gak Masuk Akal

Terbukti nama Pintu Pemberitahuan bukanlah sekadar mencari sensasi. Melainkan telah direncanakan sejak awal oleh orang tua kandung Pintu.

Lalu, siapa yang membeli lukisan Pintu Pemberitahuan yang membawa hoki bagi keluarganya? Perempuan berambut panjang ini menyebut Pia Alisyahbana yang membelinya, perempuan yang pernah menjadi pemimpin redaksi Majalah Kartini. Hingga kini Luwi juga terus meyakini, lukisan joki tersebut memang membawa hoki. Begitu pun dengan sang anak laki-laki.

Bagaimana menurut kalian? Sangat unik bukan?

comments