Kamis, 17 Januari 2019

7 Ramalan Gus Dur, 6 Sudah Terbukti Tinggal 1 yang Belum Terjadi tentang Prabowo Subianto

Dalam sejarahnya, ramalan Gus Dur acap kali menjadi nyata. Beliau dikenal sebagai tokoh yang mampu melihat jauh ke depan melampaui orang-orang pada zamannya.


VIRALSBOOK.COM – Berbicara tentang Gus Dur, akan lebih seru jika mendengar langsung cerita dari orang-orang terdekatnya. Banyak sisi lain dari Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut yang menarik untuk diketahui. Salah satunya tentang kemampuan khusus yang dimiliki Gus Dur. Kemampuan ini bukan cuma soal kepemimpinan atau cara Gus Dur dalam menyelesaikan masalah. Lebih dari itu, ada kemampuan Gus Dur yang sulit dipahami oleh pikiran biasa.

Meski telah tiada, nama Gus Dur masih tetap jadi sosok yang kharismatik. Pandangan-pandangannya terkenal jenius bahkan melampaui zamannya. Beliau diyakini memiliki ketajaman mata batin sehingga bisa menerawang hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Walaupun sikap, ucapan dan kebijakan Gus Dur kerap disalahpahami orang lain, bahkan oleh sebagian warga Nahdliyin (NU) sendiri, namun sikap dan ucapannya yang dianggap tidak masuk akal ternyata terbukti benar.


Banyak warga Nahdlatul Ulama yang hingga saat ini percaya bahwa Gus Dur memiliki kemampuan gaib, alias kemampuan luar biasa yang aneh tapi nyata. Betapa tidak, tak jarang apa yang diucapkan Gus Dur menjadi kenyataan, dan ada beberapa ucapannya atau ramalannya masing menunggu kapan hal itu akan terjadi.

Seperti apa dan bagaimana kah ramalan-ramalan Gus Dur yang fenomenal dan benar-benar terjadi? Berikut 7 Ramalan Gus Dur dimana 6 sudah terbukti, tinggal 1 yang belum terjadi tentang Prabowo Subianto.

1. Ramalan Soeharto Lengser

Pada tahun 1998, Gus Dur pernah meramalkan bahwa Soeharto akan lengser dari kursi kepresidenan. Hal ini terungkap dalam rekaman video testimoni KH Bukhori Masruri pada saat Haul Gus Dur keempat pada tahun 2013 silam.

Dalam video tersebut, KH. Bukhori Masruri mengungkapkan bahwa 11 bulan sebelum Soeharto jatuh, Gus Dur mengajaknya ke kamar bersama Mustofa Zuhad, Thoha pengurus NU Jogja. Di kamar diajak bicara berbagai hal masalah tapi tiba-tiba Gus Dur bilang dalam Bahasa Jawa, “Wis rasah ngrembuk kuwi, Pak Harto sedelo meneh jatuh”, yang artinya “Sudah tak usah bicara itu, sebentar lagi pak Harto jatuh.

Kulo gumun Pak Harto iso jatuh pie”. Saya heran bagaimana mungkin Pak Harto bisa jatuh, padahal saat itu Pak Harto diangkat menjadi Jenderal bintang lima artinya didukung oleh kekuatan bersenjata, didukung oleh kekuatan politik, didukung oleh kekuatan ekonomi dan didukung oleh opini publik. Demikian disampaikan oleh KH Bukhori pada rekaman video tersebut. Sahabat viralsbook, saat itu Presiden Soeharto tak mungkin bisa lengser, tapi kenyataannya bisa.

Baca Juga : 5 Teori Konspirasi Gila yang Ternyata Benar-Benar Terjadi, Bukti bahwa Teori Ini Tak Selamanya Omong Kosong


2. Ramalan jadi Presiden RI

Pada tahun 1999 Gus Dur telah meyakini bahwa dirinya akan menjadi presiden, dan itu terjadi. Hal ini dituturkan Luhut Binsar Pandjaitan saat haul Gus Dur keenam di Jakarta pada tahun 2015.

Beliau berkisah, suatu ketika Luhut bertemu dengan Gus Dur, dan mengatakan jika Luhut tak perlu berangkat jadi Duta Besar karena sebentar lagi Gus Dur akan jadi presiden. Luhut yang sekarang ini menjabat sebagai Menko Bidang Kemaritiman Indonesia sempat bengong dan tak mempercayai omongan Gus Dur.

"Ndak Pak Luhut betul, ini kyai saya ada sembilan ada dari Lampung, dari manalah gitu. Saya dapat bisikan kalau saya jadi presiden." ujar Luhut menirukan omongan Gus Dur. Dalam video tersebut Luhut tertawa kemudian disambut tawa dari khalayak ramai di situ.

"Ah udahlah, dalam hati suka-sukamu lah," ujar Luhut. Luhut kemudian menyampaikan kalau ia tak mungkin batalkan jadi Dubes. Kemudian Luhut berangkat menjadi dubes RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura pada bulan September.

"Loh kok nama Gus Dur sama Megawati udah mulai hitung-hitungan. Loh kok Gus Dur namanya menang suaranya. Tiba-tiba Presiden Republik Indonesia terus ada sholawat itu menang Gus Dur-nya. Loh, Gus Dur Presiden Republik Indonesia, saya gak percaya." Tuturnya disambut tertawa riuh khalayak di acara haul tersebut. “Itu baru omong beberapa minggu lalu atau beberapa bulan lalu, jadilah presiden beliau." ungkap Luhut menimpali.

Pemilihan presiden, kala itu masih menggunakan sistem pemilihan yang dilakukan oleh anggota MPR. Ketika penghitungan mulai dilakukan, Megawati pada awalnya memimpin, namun perlahan namun pasti, perolehan suara Gus Dur yang disokong kubu Poros Tengah dapat mengimbangi perolehan suara Megawati. Dan akhirnya Gus Dur menang suara jadi Presiden dan Megawati Wakil Presiden.


3. Ramalan Ketua PBNU

Gus Dur juga pernah meramalkan bahwa Kiai Aqil Siradj akan menjadi ketua PBNU, dan itu terbukti pada tahun 2010. Gus Dur jauh-jauh hari telah memprediksi bahwa akan datang sosok pria yang menjadi pemikir hebat, bahkan melebihi dirinya. Sosok tersebut ialah KH Said Aqil Siradj yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Demikian diceritakan Wakil Ketua MPR RI H Abdul Muhaimin Iskandar pada acara peluncuran Said Aqil Siradj (SAS) Institute di Hotel Arya Duta, Gambir, Jakarta Pusat di tahun 2018.

Menurut KH Said Aqil Siradj sendiri yang menjadi saksi terkait dua hal yang pernah dikatakan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di masa lalu, kemudian menjadi kenyataan saat ini, yaitu Gus Dur menyatakan dirinya sebagai presiden. Kedua, Gus Dur menyatakan bahwa Kiai Said akan menjadi Ketua Umum PBNU pada usia 56 tahun.

Beliau mengisahkan bahwa pada satu hari Gus Dur jalan-jalan ke rumah Kiai Said. Jaraknya tidak jauh karena mereka berdua bertetangga. Gus Dur kemudian masuk ke rumahnya. Lalu tertidur pulas. Namun, ketika Gus Dur terbangun, ia mengatakan sesuatu yang mengagetkan Kiai Said.

"Mengko koe dadi Ketua Umum PBNU ketika berusia 56 tahun" ungkap Kiai Said menirukan Gus Dur. Ternyata apa yang dikatakan Gus Dur terbukti. Pemikiran Kiai Said diakui banyak kalangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kiai Said sering berpidato di luar negeri seperti di depan Raja Maroko Mohammed VI di istana Raja, di kota Cassablanca dan menjadi ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 di Makassar pada usia 56 tahun.


4. Ramalan Sutarman Jadi Kapolri

Gus Dur juga pernah meramalkan bahwa Jenderal Sutarman akan menjabat sebagai Kapolri, dan itu terbukti pada tahun 2013.

Suatu pagi di tahun 2005, media cetak nasional memberitakan perihal mutasi perwira tinggi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia, sesuatu yang normal dan rutin terjadi sebagai bentuk penyegaran dan proses regenerasi.

Sudah menjadi kebiasaan rutin Gus Dur untuk mendengarkan perkembangan terkini dari berita-berita yang dibacakan oleh ajudan atau santrinya di pagi hari, sambil melayani para tamu yang berdatangan di rumahnya, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Salah satu perwira yang mendapat promosi adalah mantan ajudan Gus Dur ketika menjadi presiden, Kombes Pol Sutarman yang naik pangkat menjadi Brigjend Pol dan menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Karena secara langsung pernah berinteraksi dengan Gus Dur, berita tersebut juga dibacakan di hadapan Gus Dur. Kebetulan, yang menemani pagi itu Nuruddin Hidayat, salah seorang santri Gus Dur.

Sejenak Gus Dur terdiam beberapa orang yang mengobrol bersamanya juga terdiam, menunggu mungkin ada satu hal penting yang diucapkan oleh Gus Dur.

Baca Juga : 12 Peristiwa Skandal Dan Kasus Perselingkuh Yang Menjerat Para Pemimpin Dunia dan Menggegerkan Publik

Lalu Gus Dur berucap bahwa Jenderal Sutarman itu orang biasa dari desa bukan anaknya orang kaya, tapi nanti dia akan jadi Kapolri. Nuruddin Hidayat yang menemani Gus Dur pagi itu diam-diam mencatat ucapan Gus Dur dalam memorinya dan mengikuti terus tour of duty-nya Jendral Pol Sutarman.

Sutarman, lulusan Akademi Kepolisian 1981 ini mengawali kariernya di Kepolisian pada 1982, sebagai Kepala Staf Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung. Dalam waktu yang tidak lama, ia sudah menjadi Kepala Kepolisian Sektor Dayeuh, Bandung. Kariernya melejit setelah menjadi ajudan Presiden Gus Dur pada 2000. Tahun 2004 sudah menjadi perwira menengah dan dipercaya sebagai Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya.

Setelah ramalan Gus Dur tersebut, ia terus berkibar, menjadi Kapolda Kepulauan Riau, Kepala Sekolah Calon Perwira, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, sampai akhirnya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak 6 Juli 2011 dan apa yang pernah diomongkan oleh Gus Dur tersebut benar, Jenderal Pol Sutarman dilantik menjadi Kapolri pada tanggal 25 Oktober 2013.


5. Ramalan Jokowi Jadi Presiden

Tahun 2006 Gus Dur sebenarnya telah memprediksi bahwa Jokowi akan menjadi presiden, seperti penuturan Koordinator Gusdurian Jawa Tengah, Husein Syifa pada media NU Online sekitar tahun 2014.

Menurut Husein Syifa, saat itu tanggal 8 Januari 2006, Gus Dur hadir di Solo bersama sejumlah tokoh agama dalam acara “Njejegake Sakaguru Nusantara” (Menegakkan Kembali Sokoguru Nusantara) untuk menyampaikan orasi, pandangan-pandangannya dari berbagai perspektif, terutama dalam bidang politik.

Husein mengisahkan, sebelum acara orasi, Gus Dur mampir di Loji Gamdrung, rumah dinas Walikota Solo untuk melakukan dialog bersama para tokoh di antaranya KH Moeslim Rifa’i Imampuro (Mbah Liem), dan Jokowi yang ketika itu baru sekitar 6 bulan menjabat Walikota Solo. Dalam sebuah diskusi ringan yang melibatkan banyak tokoh tersebut, tiba-tiba Mbah Liem menepuk pundak Gus Dur sambil berkata, “Njenengan harus jadi presiden lagi Gus?

Kemudian Gus Dur menjawab, “Mboten ngaten (tidak begitu), Mbah”. Dia lalu melanjutkan perkataanya. “Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi Walikota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden!” Waktu itu Jokowi disebut sebagai calon gubernur pun belum.

Jokowi, yang disebut namanya oleh Gus Dur hanya tersenyum. Dipikirnya Gus Dur hanya bercanda. Namun, nyatanya ucapan Gus Dur itu berbuah kenyataan. Walikota Solo itu kini benar-benar jadi Presiden Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2014.


6. Ramalan Ahok Jadi Gubernur

Gus Dur juga pernah memprediksi bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Gubernur, dan itupun terbukti. Sebagai orang yang berasal dari kelompok minoritas, tentu sulit bagi Ahok untuk mendapatkan dukungan di tengah kelompok mayoritas yang masyarakatnya adalah Muslim. Namun, Gus Dur tetap meramal bahwa Ahok kelak akan jadi gubernur.

Hal ini disampaikan Imam Nahrawi saat menyambangi balaikota sejak Ahok menjadi Gubernur DKI sekitar bulan Desember tahun 2014 silam. Sebagai seorang Gusdurian atau pengikut Gus Dur, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini bercerita, jabatan gubernur yang diemban Ahok selama ini telah diprediksi Gus Dur beberapa tahun lalu.

Menurut Imam, kala itu, Gus Dur sesumbar, Ahok yang berasal dari suku dan keyakinan minoritas di Indonesia kelak akan menjadi seorang gubernur di suatu wilayah. Mendengar ucapan Imam, Ahok tak membantahnya. Ahok mengiyakan kalau presiden ke-4 itu pernah meramalnya akan menjabat Gubernur. Dan, ucapan Gus Dur pun menjadi kenyataan.


7. Ramalan Prabowo jadi Presiden

Baca Juga : Inilah Lima Presiden Yang Tak Punya Pasangan Alias Jomblo Saat Memimpin Negara

Pada tahun 2014 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj yang memiliki kisah unik soal ramalan Gus Dur, mengungkapkan bahwa Abdurrahman Wahid pernah meramalkan Prabowo bakal menjadi Presiden RI.

Gus Dur satu hari pernah memberi pesan kepada Prabowo Subianto. Pesan Gus Dur itu terkait kepemimpinan yang akan dipegang Prabowo satu hari nanti, “Anda masih muda. Nanti akan jadi pemimpin ketika memasuki masa tua”, Katanya pada Prabowo kala itu.

Kiai Said lalu bercerita bahwa Prabowo dan Gus Dur dulu sering bertemu. Prabowo menemui Gus Dur di rumahnya di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ia menilai, ucapan Gus Dur bisa saja menjadi kenyataan bahwa Prabowo akan menjadi pemimpin mendatang. Apalagi, sambung Kiai Said, "Gus Dur kalau ngomong biasanya tepat”.

Gus Dur pun pernah mengungkapkan hal ini di salah satu televisi swasta, bahwa Prabowo Subianto kelak akan menjadi Presiden RI. Namun, ada pula yang menantang bahwa ucapan Gus Dur itu sudah salah alias gagal karena tidak terbukti. Sebab pencalonan Prabowo pada Pilpres 2014 lalu sudah kalah dengan Jokowi. Akan tetapi hal ini bisa saja akan terjadi sebab Gus Dur tidak pernah menyebut kapan waktunya. Gus Dur hanya menyebutkan suatu saat Prabowo Subianto akan menjadi Presiden Republik Indonesia.

***

Sahabat viralsbook, Fakta ucapan Gus Dur yang menjadi kenyataan sudah terbukti dari keenam ramalan Gus Dur diatas, hanya tinggal satu yang belum menjadi kenyataan, yakni tentang Prabowo Subianto. Akankah ramalan ini akan menjadi kenyataan? Wallahu a’lam bis-shawab.


referensi: NU Online, Tribunnews, Kompas

comments