Sabtu, 25 November 2017

10 Tradisi Pernikahan Paling Aneh di Dunia Yang Masih Eksis Sampai Sekarang

Meneruskan hubungan cinta yang telah terjalin ke jenjang pernikahan merupakan idaman bagi kebanyakan orang. Namun bagaimana apabila pernikahan tersebut dilaksanakan harus dengan syarat dan tradisi yang tak lazim?


VIRALSBOOK.COM - Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral bagi setiap manusia agar dapat dipersatukan dalam suatu agama atau kepercayaan tertentu. Namun, terdapat juga beberapa tradisi pernikahan yang dapat disebabkan oleh adanya perbedaan tradisi yang dilakukan secara turun temurun atau sekedar filosofi daerah yang berbeda.

Misalnya dengan mensyaratkan sesuatu yang tidak lazim. Tentu saja hal tersebut dapat dikatakan aneh dan tidak normal. Ulasan singkat viralsbook ini hanya untuk memberikan sedikit hiburan serta pengetahuan tentang perilaku menyimpang sebagian orang, komunitas atau masyarakat yang terangkum dalam 10 tradisi pernikahan paling aneh di dunia yang masih eksis hingga sekarang.

1. Tradisi Mempelai Wanita Harus Gemuk di Mauritania


Tradisi pernikahan teraneh yang pertama dapat ditemui Mauritania. Apabila di banyak Negara kecantikan diidentikkan dengan tubuh langsing bak boneka Barbie, beda halnya dengan di Mauritania. Sebuah negeri yang terletak di barat laut afrika yang justru mengharuskan seorang wanita bertubuh gemuk yang semata – mata untuk menunjukkan besarnya cinta mereka kepada sang suami. Terlebih jika wanita itu akan menikah, mereka harus melewati ritual lim luh dalam bahasa lokal yang mewajibkan mereka untuk menyantap segala macam makanan agar gemuk dengan cepat. Diantaranya menyantap 2 kg daging dan 5 galon susu unta tiap harinya.

Sahabat viralsbook, di Mauritania, gadis yang bisa disebut cantik adalah gadis yang bertubuh besar. Karena itu, memberi makan paksa pada anak sejak umur mereka 12 atau 13 tahun sudah menjadi kebiasaan umum di Mauritania. Jangan bayangkan mereka diberi cokelat atau es krim. Kadang, gadis-gadis itu akan diberi kuskus yang sudah dilumuri lemak kambing sampai suplemen penggemuk untuk binatang. Yang lebih parah lagi, banyak gadis yang menolak untuk makan akan dipukul atau disakiti secara fisik agar mau membuka mulut.


2. Tradisi Menghitamkan Pengantin Wanita di Skotlandia


Di wilayah Skotlandia, saat menjelang hari pernikahan, pasangan pengantin memakan isi perut domba dan sang pengantin prianya memakai pakaian sejenis rok. Dan uniknya lagi adalah kebiasaan menghitamkan pengantin wanita, dimana pengantin pria, keluarga besar dan teman-temannya akan menyirami sang pengantin wanita dengan telur mentah, air kotor, saus merica, tulang ikan, susu basi dan apapun yang akan membuat mereka bau sebelum diikat di pohon dan disiram dengan minyak solar. Konon, ritual ini adalah untuk mempersiapkan sang mempelai wanita dalam segala hal memalukan yang akan dijumpainya dalam kehidupan rumah tangga.


3. Tradisi Menginjak-injak Seluruh Anggota Keluarga di Tahiti



Baca Juga

Lebih Memilih Untuk Menikah Dengan Benda Mati, Inilah 10 Ikatan Pernikahan Teraneh di Dunia

    Pernikahan memang merupakan momen paling ditunggu-tunggu oleh siapapun. Suasana gembira penuh cinta menaungi acara yang hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup ini. Namun pernikahan tidak selalu berjalan dengan normal, ada beberapa pernikahan yang dilakukan dengan tidak lazim.
Selengkapnya

Apa? Serius? Ya, Sahabat viralsbook, tradisi menginjak-injak punggung seluruh anggota keluarga sebelum menikah, baik anggota keluarga mempelai pria maupun wanita adalah tradisi penduduk Marquesas Islands, Tahiti. Tradisi ini dilakukan dengan cara para anggota keluarga tengkurap sehingga membentuk karpet di lantai, kemudian calon pengantin menginjak-injaknya. Rekomended bagi yang tidak suka dengan calon mertua nih.


4. Tradisi Menangis Histeris di China


Apakah kamu pernah merasa saking senangnya, akhirnya meneteskan air mata dan menangis? Masyarakat suku Tujia di China merayakan kebahagiaan pernikahannya dengan tangisan. Selama puluhan hari menjelang hari pernikahannya, sang pengantin harus menangis setiap hari selama satu jam. Sepuluh hari kemudian, ibu dari pengantin akan menangis setiap hari juga seperti putrinya. Lalu setelah sepuluh hari, nenek pengantin juga akan menyusul menangis. Apa rasanya ya menangis bersama-sama antar generasi? Bukannya suasana rumah justru terasa mencekam karena ada tetesan air mata dimana-mana? Ternyata, hal ini dilakukan masyarakat suku Tujia sebagai bentuk kepercayaan bahwa air mata bisa muncul karena seseorang merasa bahagia.


5. Tradisi Menikahkan Pembawa Sial dengan Pohon di India


Lain lagi dengan tradisi di India sahabat viralsbook, seseorang yang lahir pada saat planet Mars sedang berada di posisinya yang pertama, kedua, keempat, ketujuh, kedelapan, dan kedua belas menurut tabel astrologi India disebut dengan ‘Manglik’. Konon, akibat pengaruh planet Mars ini, para Manglik akan sial dalam pernikahan. Cara menangkal efek sial tersebut adalah dengan “menikahi” pohon pisang, pohon mangga atau patung emas/perak Dewa Wisnu sebelum menikahi pasangan yang asli.

6. Tradisi Menikahkan Mempelai Pria dengan Banci di Rusia


Wah, ini lebih gila kayaknya. Jika berniat menikahi perempuan di Rusia harus sesuai maharnya, kalau tidak maka bersiaplah untuk bersanding dengan banci. Konyol ya? Saat menyerahkan mahar pernikahan, kita harus datang ke keluarganya. Jika jumlah maharnya sesuai dengan kemauan mereka, maka kamu akan melihat pacarmu keluar dari balik bilik. Sebaliknya, kalau maharnya kurang sesuai, yang keluar adalah teman laki-lakimu yang di-makeup dan memakai baju perempuan.

7. Tradisi Membunuh Anak Ayam Untuk Menentukan Tanggal Baik di Mongolia


Di Mongolia, pasangan pengantin konon bisa menentukan tanggal baik untuk pernikahan nanti dengan cara membelah perut anak ayam dan melihat hatinya. Hitung 1-2-3 sambil membelah satu perut anak itik untuk setiap angkanya. Sahabat viralsbook, kalau hati anak ayam yang dibelah untuk angka itu baik dan sehat, maka angka itu adalah tanggal baik pernikahan kalian. Kalau hatinya jelek, maka kamu harus membelah perut anak ayam yang lain sampai menemukan hati yang baik.


8. Tradisi Meludahi Kepala dan Dada Anak Untuk Merestui Pernikahan di Kenya


Bagi orang Indonesia, meludah merupakan hal yang harus dilakukan di tempatnya, misalnya seperti tempat sampah. Kalau meludahi seseorang bagaimana? Wah tentu itu kurang ajar banget. Berbeda dengan tradisi Suku Masai di Kenya, meludah merupakan suatu bentuk kebahagian sehingga tidak heran jika ada tradisi meludahi kepala pengantin. Sebenarnya, meludah adalah kebiasaan yang umum bagi masyarakat Suku Masai. Tujuan melakukan tradisi ini selain sebagai bentuk kebahagian juga merupakan hal yang sakral, menjauhkan hal-hal buruk dan memberikan keberuntungan. Meludahi kepala pengantin juga berlaku bagi pengantin perempuan. Konon, Suku Masai akan meludah saat memberi selamat atas kelahiran seorang bayi, atau sekedar memberi hormat pada orang yang diludahi.


9. Tradisi Memukul Telapak Kaki Dengan Tongkat Kayu di Korea



Di Korea, para pengantin pria akan diikat kakinya dan dipukul telapaknya dengan tongkat dari kayu. Tujuannya apa sahabat viralsbook? Agar nanti tidak mengecewakan di malam pertama. Wow! Setelah resepsi pernikahan selesai, para teman dari pengantin pria akan mengikat kakinya dan memukul telapak kakinya dengan keras. Tidak diketahui asal usul dari tradisi ini, namun dipercayai bahwa dengan melakukan hal tersebut maka si pengantin pria akan lebih merasa tangguh dalam menjalani malam pertamanya. Ada-ada saja.

10. Tradisi Melakukan Hubungan Intim dengan 10 Pria di Tibet


Lebih gila lagi tradisi yang di Tibet. Ada tradisi melakukan hubungan badan, yang dilakukan calon pengantin wanita sebelum menikah. Konon, sebelum menerima pinangan seorang lelaki dan ingin menikah, seorang perempuan harus merasa benar-benar siap. Nah, untuk membuktikannya, ia harus berhubungan badan, dengan setidaknya 10 pria lain sebelum menikah. Jika mereka bisa berhubungan intim dengan lelaki dari negara lain, atau semakin banyak berhubungan intim dari lelaki luar negeri, maka akan semakin baik lagi.

***

Aneh tapi nyata ya Sahabat viralsbook, Memang tradisi tiap daerah berbeda-beda tapi kita tetap harus menghormati tradisi tersebut walaupun kita tidak mempercayainya atau bahkan menganggapnya hal yang aneh dan tidak masuk akal. Paling tidak setelah selesai membaca ulasan singkat ini, kita bersyukur tidak harus melewati ritual seperti membelah perut anak ayam, diludahi di kepala atau bersanding dengan banci. (www.viralsbook.com)
Baca Juga