Kamis, 07 Desember 2017

Kisah Putroe Neng dan 99 Suaminya yang Tewas Saat Malam Pertama Secara Misterius

Tak banyak orang Indonesia yang tahu sosok ini. Tapi di Aceh, nama seorang Putroe Neng jadi legenda terkenal dengan kisahnya bersama 99 suami yang semuanya tewas secara misterius.


VIRALSBOOK.COM – Sebagian masyarakat Aceh mendengar kisah Putroe Neng yang melegenda dari penuturan orang tua. Konon Putroe Neng memiliki 100 suami dari kalangan bangsawan Aceh. Dari 100 suami, 99 tewas secara misterius pada malam pertama ketika mereka bercinta. Kematian demi kematian tidak menyurutkan niat para lelaki untuk memperistri perempuan itu. Padahal, tidak mudah bagi Putroe Neng untuk menerima pinangan setiap lelaki. Ia memberikan syarat berat seperti mahar yang tinggi atau pembagian wilayah kekuasaan.


Nian Nio Lian Khie begitulah nama aslinya, Seorang komandan perang wanita Kerajaan Lamiri berpangkat Jenderal dari china budha. Nama ini digunakan Putroe Neng sebelum ia memeluk Islam dan menikah dengan Sultan Meurah Johan. Menurut penuturan masyarakat Aceh, Putroe Neng merupakan wanita berdarah Tiongkok. Setelah pemimpin Kerajaan Lamiri Meninggal, Nian Nio Lian Khie melanjutkan misi sang ayah untuk melawan serdadu musuh di Sumatera pada masa itu.

Disinilah awal kisahnya, Jenderal ini pun melaksanakan niatnya yang berambisi untuk menyatukan kerajaan-kerajaan di Pulau Ruja (Sumatera). Bersama pasukannya, ia berhasil menguasai tiga kerajaan kecil yakni Indra Patra, Indra Jaya, dan Indra Puri yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Beberapa benteng bekas ketiga kerajaan tersebut masih ada di Aceh Besar sampai sekarang.

Baca Juga : Menguak Misteri Lukisan 'The Crying Boy' Yang Diklaim Sebagai Lukisan Kutukan

Namun, disatu pertempuran ketika ingin menaklukkan Kerajaan Indra Purba, Pasukan Nian Nio Lian Khie mengalami kekalahan. Pasukannya dikalahkan oleh prajurit-prajurit Kerajaan Indra Purba yang meminta bantuan kepada Kerajaan Peureulak. Bantuan yang diberikan Kerajaan Peureulak kepada Indra Purba adalah pengiriman pasukan pimpinan Meurah Johan, seorang ulama yang berasal dari Kerajaan Pereulak, kerajaan yang subur dan makmur karena penduduknya hidup dari bercocok tanam dengan membuka kebun lada dan merica. Merujuk sejarah, pengiriman bala bantuan itu terjadi pada 1180 Masehi. Takluklah Sang Jenderal Nian Nio Lian Khie dan pasukannya. Kekalahan dalam peperangan di Kuta Lingke ini pun mengubah sejarah hidup jenderal cantik asal Negeri Tiongkok ini.


Dari seorang maharani yang awalnya berambisi menyatukan kerajaan-kerajaan di Pulau Ruja, ia malah dipersunting menjadi permaisuri dalam sebuah pernikahan politis. Sebab, sebagai jenderal dari pasukan yang telah ditaklukkan, suka atau tidak suka Nian Nio Lian Khie menyetujui pinangan pendiri Kerajaan Darud Donya Aceh Darussalam, Sultan Meurah Johan yang notabene beragama islam. Resmilah Sultan Meurah Johan menjadi suami pertama Jenderal Nian Nio Lian Khie dan bersedia memeluk agama islam serta mengganti namanya dengan gelar PUTROE NENG.

Sahabat viralsbook, peristiwa misterius yang pertama terjadi usai pernikahan Sultan Meurah Johan dan Putroe Neng pada abad ke-16 itu. Kejadian nahas menimpa Sultan Meurah Johan. Ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Tubuhnya kaku dan bibirnya membiru usai melakukan ritual malam pertama dengan Putroe Neng dalam waktu begitu cepat. Kejadian mengenaskan ini bukanlah kemauan Putroe Neng. Wanita yang baru menikah itu sedih dan kebingungan saat suaminya tewas usai bercinta. Tercatatlah dalam sejarah, Sultan Meurah Johan menjadi lelaki pertama yang meninggal di malam pertama setelah menikah dengan Putroe Neng.


Baca Juga : Percaya atau Tidak, Inilah 12 Penyihir Paling Terkenal dan Menakutkan Sepanjang Masa

Kejadian aneh ini terus berlangsung setiap kali Putroe Neng menikah, sehingga banyak laki-laki yang menjadi korban tewas secara mendadak dan misterius setelah menikah dan melewati ritual malam pertama. Diketahui bahwa Putroe Neng memiliki racun yang sudah ditanam pada alat kelaminnya. Racun berbisa tersebut ditanam oleh neneknya saat ia masih remaja. Saking berbisanya, racun ini telah menelan korban hingga 99 orang yang terenggut nyawanya saat menikahi Putroe Neng.

Tersebutlah Syekh Syiah Hudam, Ia adalah suami ke-100 dari perempuan cantik bermata sipit tersebut dan merupakan satu-satunya lelaki yang selamat setelah menikah dengannya. Diketahui Syekh Syiah Hudam merupakan sosok guru Putroe Neng yang sudah lama mengajari dan mendidiknya. Tak banyak informasi yang menceritakan latar belakang mengapa Syekh Syiah Hudam menikahi Putroe Neng.

Sahabat viralsbook, akhirnya, Putroe Neng dan Syekh Syiah Hudam menikah. Sebuah keajaiban terjadi usai mereka melewati malam pertama. Syekh Syiah Hudam mampu menetralisir racun yang ada di alat vital Putroe Neng. Sebelum bercinta dengan Putroe Neng, Syiah Hudam berhasil mengeluarkan bisa dari alat genital Putroe Neng. Racun yang sangat berbisa ini dimasukkan ke dalam bambu dan dipotong menjadi dua bagian. Oleh Syekh Syiah Hudam, bambu yang telah terbelah ini dipisahkan lagi dengan cara satu bagian dibuang ke laut, dan bagian lainnya dibuang ke gunung.


Suami Putroe Neng yang ke-100 itu pun akhirnya dapat melewatkan malam pertamanya dan malam-malam berikutnya dengan selamat. Konon, Syekh Syiah Hudam memiliki mantra penawar racun dan mampu mengangkat semua mantra ilmu hitam pada istrinya. Setelah racun tersebut keluar, aura kecantikan Putroe Neng perlahan mulai meredup. Selain itu, Syekh Syiah Hudam tidak juga dikarunai keturunan hingga Putroe Neng menjemput ajalnya.

***

Kebenaran tentang kisah Putroe Neng ini hingga kini masih menjadi misteri. Hanya sedikit yang berusaha menggali kebenarannya. Syamsuddin Djalil, budayawan Aceh menyebutkan kisah kematian 99 suami Putroe Neng hanyalah legenda. Walaupun begitu, ia tetap meyakini bahwa sosok Putroe Neng memang ada. Namun kenyataannya, sulit mendapatkan bukti bahwa Putroe Neng memang sempat ditanami ilmu hitam.

Baca Juga : Menelusuri Jejak Kehidupan Siddi, Etnis Asli Afrika yang Terjebak di Pedalaman India

Lain halnya dengan Cut Hasan, Penjaga Makam Putroe Neng. Di mata Cut Hasan kematian 99 suami Putroe Neng bukanlah mitos. Ia mengaku mengalami beberapa hal gaib selama menjadi penjaga makam. Ia bermimpi berjumpa dengan Putroe Neng dan dalam mimpi itu diberikan dua keping emas. Paginya, Cut Hasan benar-benar menemukan dua keping emas berbentuk jajaran genjang dengan ukiran di setiap sisinya. Satu keping dipinjam seorang peneliti dan belum dikembalikan. Sementara satu keping lagi masih disimpannya sampai sekarang.

Banyak budayawan yang menafsirkan tentang legenda ini bahwa yang dimaksud 99 suami bukan suami yang sebenarnya. 99 suami tersebut bisa jadi merupakan pasukan musuh yang tewas saat berperang melawan Putroe Neng. Secara logis, ia berpendapat bahwa Putroe Neng tidak mungkin melakukan pernikahan 99 kali dengan rentang waktu yang singkat. Tentunya, hal ini tidak sebanding dengan usianya. Sahabat viralsbook, tentang kebenarannya, hanyalah Tuhan yang maha tahu.


Saat ini, makam Putroe Neng terletak di pinggir Jalan Trans Sumetera, Medan-Banda Aceh. Sekitar 200 meter arah selatan makam Putroe Neng, terdapat makam suami ke-100, Syiah Hudam yang terletak di atas bukit perbukitan. Jalan menuju Makam Syiah Hudam sangat tersembunyi, sehingga pengunjung harus bertanya kepada masyarakat setempat karena tidak ada penunjuk jalan. Kisah Putroe Neng yang melegenda di masyarakat Aceh ini akhirnya ditulis Ayi Jufridar dalam bentuk novel. (www.viralsbook.com)


Referensi: forum viva

comments