Minggu, 04 Februari 2018

Black Dahlia, Misteri Pembunuhan Sadis Disertai Mutilasi Yang Tak Terpecahkan

Kasus ini bermula ketika mayat seorang perempuan ditemukan di Taman Leimert, Los Angeles pada tahun 1957. Memicu banyak spekulasi, menginterogasi banyak tersangka, namun tidak ada yang terbukti bersalah. Kematiannya pun menjadi misteri yang belum terkuak hingga kini.

VIRALSBOOK.COM - Terbunuhnya Elizabeth Short menjadi salah satu kasus pembunuhan mutilasi yang mengerikan di era 1940 yang mendapat perhatian yang sangat luas dalam sejarah Los Angeles. Betapa tidak, kasus pembunuhan ini bahkan banyak memunculkan beragam spekulasi liar dari para pemerhati dunia kriminal. Bahkan setelah 60 tahun berlalu, kasus ini secara resmi dianggap sebagai tidak terpecahkan. Korbannya cuma satu orang, namun karakteristik pembunuhan ini begitu keji sehingga kasus ini mendapat tempat khusus di media.

Media lokal kemudian menjuluki kasus ini sebagai Dahlia Hitam atau Black Dahlia karena terinspirasi dari film keluaran tahun 1946 yang berjudul The Blue Dahlia. Ada sekitar 60 pria dan wanita maju ke publik dan mengaku sebagai pembunuh sebenarnya, namun tidak ada yang terbukti bersalah. Lalu mengapa kasus pembunuhan ini jadi begitu amat menarik perhatian publik, siapakah sebenarnya Elizabeth Short?


Kehidupan Elizabeth Short

Elizabeth Short lahir di Massachusetts, tanggal 29 Juli 1924 dari pasangan Cleo Short dan Phoebe. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang kurang harmonis, yang akhirnya menyebabkan Elizabeth tumbuh sebagai "anak pembangkang". Bahkan di usia 22 tahun, ia nekad memutuskan untuk pergi ke Hollywood. Mencoba peruntungan nasibnya disana, walaupun impian ini ditentang sang ibu yang lebih menyukai Elizabeth tinggal di rumah.

Kehidupan yang glamor di Hollywood akhirnya terwujud sesuai impian Elizabeth. Ia langsung dikenal karena kecantikannya yang alami. Ia pun memiliki rambut hitam yang indah, tak mengherankan bila banyak pria yang jatuh hati padanya. Ia bahkan memiliki banyak kenalan dari kalangan atas Hollywood.

Teman-temannya menjuluki Elizabeth Short sebagai "The Black Dahlia". Dijuluki Black Dahlia, karena kebiasaan Elizabeth Short yang sering memakai pakaian hitam. Penamaan itu mengacu pada film kriminal berjudul "Blue Dahlia" yang rilis setahun sebelum ia tewas. Selain itu, Elizabeth juga senang meletakkan bunga dahlia di kepalanya sebagai aksesoris.


Di Hollywood, Elizabeth gemar hura-hura dan punya kebiasaan keluar masuk klub malam. Namun, kebiasaan Elizabeth ini mulai berubah tatkala ia jatuh cinta pada seorang pemuda berpangkat mayor bernama Matt Gordon. Sayangnya hubungan asmara mereka tidak berlangsung lama. Kekasihnya ini tewas saat sedang bertugas, dalam sebuah kecelakaan pesawat kembali dari India.

Sobat viralsbook, selepas dari Matt Gordon, Elizabeth Short kemudian dekat dengan seorang pemuda bernama Joseph Gordon Ficking, seorang letnan angkatan udara. Namun hubungan itu tidak berjalan mulus, karena rupanya Elizabeth juga kerap ketahuan bersama pria lainnya dan Joseph Gordon Ficking tak menyukainya.

Beberapa bulan sebelum ditemukan tewas terbunuh, Elizabeth Short kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Pasalnya, Elizabeth tidak memiliki uang untuk membayar sewa penginapan karena ia sama sekali tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Berpindah tempat mulai dari hotel, apartemen, rumah pribadi, hingga rumah kos di kawasan California Selatan. Hidup dengan pria-pria asing yang berganti-ganti hingga akhirnya ia ditemukan tewas mengenaskan.

Elizabeth Short ditemukan Tewas

Terkuaknya Kasus ini ke permukaan, bermula di pagi yang mendung tanggal 15 Januari 1947. Saat itu, terlihat seorang wanita sedang berjalan bersama putri kecilnya yang berusia 3 tahun, menuju Toko Sepatu. Ketika melewati lahan kosong di Leimert Park, Wanita yang bernama Betty Bersinger ini melihat sesuatu yang tampak aneh di balik rerumputan.

Ia pun memperhatikannya dengan sedikit kebingungan. Awalnya ia mengira itu adalah manekin, peraga untuk menampilkan berbagai macam jenis baju yang dipajang di toko. Namun betapa kagetnya ia saat mengetahui itu adalah potongan tubuh manusia.

Segera setelah penemuan mayat, dua petugas kepolisian yaitu Frank Perkins dan Will Fitzgerald tiba di lokasi kejadian. Polisi yang awal mulanya mengira ini hanyalah kasus pembunuhan biasa, sangat terkejut saat menemukan kondisi mayat yang begitu mengerikan.

Mayat itu terlihat dalam kondisi tanpa busana, sudah kehabisan darah dan telah terbelah di bagian perut hingga menjadi dua bagian. Tangannya di atas kepala, siku ditekuk di sudut kanan, dan dua tungkainya terbuka. Bukan hanya itu, daging pada bagian dada dan paha dari mayat juga terlihat menghilang. Seluruh bagian mayat diidentifikasi terdapat luka lecet dan robek.

Mulutnya robek, terdapat sayatan di kiri dan kanan hingga hampir mencapai ke bagian telinga, terlihat seperti dijahit supaya wajahnya seolah-olah sedang tersenyum. Di bagian leher, tangan, dan kaki mayat, terlihat bekas jeratan tali. Memar juga ditemukan pada bagian kepalanya, yang mengindikasikan benturan benda tumpul sebelum tewas.

Anehnya sobat viralsbook, walau dalam kondisi tanpa busana, tidak ada jejak sperma pada organ intimnya. Itu menepis dugaan bahwa ia sempat diperkosa oleh sang pembunuh. Keanehan lainnya, di TKP tidak ditemukan adanya darah yang berceceran.

Polisi pun mengambil kesimpulan, bahwa Elizabeth Short di eksekusi dan dimutilasi di suatu tempat. Mayatnya dicuci bersih dan dibuang di lahan kosong kawasan Leimert Park. Sebelum terbunuh kuat dugaan bahwa ia sempat pula mengalami penyekapan dan penyiksaan sadis.

Baca Juga

Kasus Misterius Scott Falater, Sambil Tidur Dia Membunuh Istrinya Sendiri

    Sebuah kisah nyata yang misterius tentang seorang pengidap gangguan tidur somnabulisme atau sleepwalking yang menikam istrinya secara keji sebanyak 44 tusukan saat berjalan sambil tidur. Seperti apa kisahnya? Pikiran, jiwa dan...
Selengkapnya
Upaya Mengungkap Kasus Pembunuhan

Kasus pembunuhan mengerikan Elizabeth Short, yang kemudian juga dikenal dengan "The Black Dahlia Murder Case" menjadi perhatian khusus kepolisian dan sorotan berbagai media. Pihak kepolisian menurunkan dua orang detektif untuk menyelidikinya. Mereka adalah detektif Harry Hansen dan Finis Brown.

Entah apa yang melatarbelakangi publik saat itu, sehinggga saat dilakukannya investigasi kasus banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai pembunuh Elizabeth. Ternyata publik melakukannya untuk tujuan popularitas dan sensasi semata, yang akhirnya dalam penyelidikan tidak pernah terbukti.

Hingga pada suatu hari sebuah paket misterius yang diduga berasal dari pembunuh Elizabeth datang ke kantor berita harian Los Angeles Examiner. Paket misterius yang berisi sebuah catatan dari potongan-potongan huruf bertuliskan : "Here is Dahlia's belonging.. Letter to follow." yang berarti "Ini adalah barang-barang kepunyaan Dahlia.. Surat akan menyusul."

Paket misterius ini dilengkapi foto-foto Beth, akte kelahirannya, kartu nama, kartu jaminan sosial. Namun anehnya, tidak ditemukan adanya sidik jari pada barang-barang tersebut.

Orang-Orang Yang Dicurigai Sebagai Tersangka

Kebuntuan demi kebuntuan untuk menyingkapi kasus pembunuhan misterius mulai ditemui. Pasalnya, polisi tidak menemukan banyak barang bukti yang berarti untuk mempermudah pemecahan kasus pembunuhan disertai mutilasi ini. Sementara pihak kepolisian harus berusaha ekstra keras untuk mengungkap siapa dalang yang sebenarnya.

Kebingungan polisi makin menjadi tatkala banyaknya orang yang datang ke pihak kepolisian dan mengaku-ngaku sebagai pembunuh Elizabeth Short. Walaupun begitu, polisi tetap memeriksa beberapa orang yang dicurigai sebagai tersangka.

Robert Manley alias Red


Robert Manley alias Red adalah orang yang terlihat terakhir bersama korban sebelum Elizabeth Short dinyatakan tewas. Pria berusia 25 tahun dengan rambut merah menyala itu bertemu Elizabeth di sebuah bioskop.

Merasa kasihan, Red kemudian mengajaknya dan memberinya tumpangan tempat tinggal di sebuah motel. Ia awalnya dituduh sebagai pembunuh Elizabeth, namun kemudian tidak terbukti setelah menjalani Uji kebohongan atau tes poligraf.

Mark Hansen


Mark Hansen yang berusia 55 tahun saat itu adalah pemilik sebuah klub malam dan bioskop, dimana Elizabeth bersama sejumlah artis biasanya mangkal. Mark Hensen memberikan penginapan gratis untuk para wanita yang bekerja untuknya. Mark juga diketahui menyimpan ketertarikan pada Elizabeth yang sempat tinggal di rumahnya selama beberapa bulan pada tahun 1946.

Mark Hensen diduga bekerja sama dalam pembunuhan tersebut karena merupakan relasi dari salah satu dua penyidik utama kasus ini, yakni Sersan Finis Brown. Departemen Kepolisian Los Angeles melalui penyidik Sersan Finis Brown ini "sengaja" membiarkan pembunuh Elizabeth lolos karena Finis Brown diduga korup.

Hanya saja, demi membuktikan itu semua dirasa mustahil. Ditambah, kepolisian Los Angeles tidak pernah membuka file kasus pembunuhan ini untuk publik.

Walter Alonzo Bayley


Walter Alonzo Bayley dicurigai karena ia adalah seorang ahli bedah yang tinggal hanya beberapa blok dari tempat di mana Elizabeth Short ditemukan tewas termutilasi. Menurut beberapa teori dalam penyelidikan kasus menyebut, pemotongan tubuh dilakukan sangat rapi sesuai anatomi manusia. Ini membuat polisi menaruh kecurigaan, jika pelaku bisa saja seseorang dengan kemampuan membedah yang sangat baik dan rapi, berlatar belakang pendidikan medis atau kedokteran.

Namun Bayley sendiri diketahui tidak memiliki catatan kriminal serta tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Elizabeth Short sebelumnya. Tuduhan kepadanya terbantahkan.

George Hodel


Steve Hodel merupakan seorang pensiunan detektif kasus pembunuhan Kepolisian Los Angeles (LAPD). Ia terkenal karena bukunya yang berjudul "Avenger Black Dahlia", yang terbit tahun 2003.

Dalam bukunya tersebut ia mengklaim menemukan bukti yang mengarah pada pelaku di balik kasus pembunuhan Elizabeth Short, yakni ayahnya sendiri, Dr George Hodel, mantan ahli bedah terkemuka saat itu.

Menurut Steve dalam bukunya, ayahnya sebenarnya sudah jadi tersangka dalam kasus pembunuhan itu. Dr Holdel -- yang juga diselidiki terkait kematian sekretarisnya yang meninggal akibat overdosis, juga menghadapi tuduhan kekerasan seksual dari putrinya yang berusia 15 tahun -- adalah 1 dari 25 tersangka yang diinvestigasi LAPD, sebelum ia akhirnya diketahui lari ke Asia meninggalkan keluarganya, dan tak pernah kembali. Ia diketahui tewas pada 1991.

LAPD sejauh ini belum merespons klaim terbaru dari Steve Hodel. Menurut LAPD, Kasus Black Dahlia masih aktif, memperlakukan segala informasi secara serius sampai dapat sepenuhnya diselidiki dan secara berkala tetap menerima potongan informasi yang terkait kasus-kasus lama.

Arnold Smith


Di tahun 1981, seorang detektif LAPD bernama John St.John menerima kedatangan seorang pria yang bernama Arnold Smith. Ia membawa sebuah rekaman pengakuan pembunuhan terhadap Elizabeth Short beserta barang-barang pribadi milik Elizabeth. Arnold Smith menyatakan bahwa barang-barang tersebut adalah kepunyaan rekannya yang bernama Al Morrison yang diduga adalah pembunuh Black Dahlia.

Detektif St.John mencurigai dan menduga bahwa Arnold Smith dan Al Morrison adalah orang yang sama. Namun saat akan dimintai keterangan lebih jauh Arnold Smith justru ditemukan terbunuh di kamarnya di Holland Hotel dengan kondisi terbakar habis bersama dengan dokumen-dokumen milik Elizabeth Short. Meskipun dicurigai bahwa Arnold Smith telah dibunuh oleh seseorang, namun tidak ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

Spekulasi Dan Teori Penyelidika

Berbagai cara dilakukan polisi dan FBI demi mendapatkan bukti baru, namun sia-sia. Sekitar 200 orang diinterogasi, bahkan sebagian dari mereka telah melakukan tes kebohongan. Hasilnya nihil.

Spekulasi demi spekulasi beredar terkait kasus pembunuhan Elizabeth. Salah satunya penolakan ajakan untuk berhubungan intim lantaran ia sedang hamil. Namun teori ini tak terbukti karena korban diotopsi belum pernah hamil.

Pada tahun 2017, Piu Marie Eatwell, dalam bukunya Black Dahlia, Red Rose menuliskan hal yang mengejutkan banyak orang. Eatwell dalam bukunya mengatakan, pelaku pembunuhan Elizabeth Short bernama Leslie Duane Dillon, bellboy yang pernah ditahan polisi namun dibebaskan.

Menurutnya, Departemen Kepolisian Los Angeles sengaja membiarkan pembunuh Elizabeth lolos karena Sersan Finis Brown, salah satu dari dua penyidik utama kasus yang ternyata diduga polisi korup.

Disebutkan bahwa Finish Brown punya hubungan dengan Mark Hansen, pemilik klub malam dan bioskop tempat Elizabeth Short tinggal, yang sebelumnya telah dicurigai bekerja sama dalam pembunuhan ini.

Teori itu Eatwell peroleh dari Buz Williams, pensiunan kepolisian Long Beach. Williams mengatakan kepada Eatwell, jika ayahnya, Richard Williams pernah bergabung dalam tim yang bertugas untuk menyelidiki kasus Black Dahlia. Bahkan Buz menyebut, tim kepolisian ini sebagai LAPD’s Gangster Squad dan memiliki hubungan dengan tersangka, Leslie Dillon.

Ayah Buz saat itu mengatakan, dirinya yakin Dillon merencanakan pembunuhan dibantu dua orang lain, Mark Hansen dan satu sosok misterius bernama Jeff Connors. Dalam laporan kepolisian, Connors ditulis sebagai sosok imajinasi Dillon. Hanya saja, demi membuktikan itu semua dirasa mustahil oleh Eatwell karena sulitnya memeriksa dokumen kepolisian Los Angeles, yang tidak pernah membuka file pembunuhan ini.


Walaupun demikian, Eatwell meyakini jika Elizabeth dibunuh di Aster Motel, tempat Dillon dilaporkan tinggal. Henry dan Clora Hoffman, pemilik motel pernah melaporkan di tanggal 15 Januari 1947, ada penemuan salah satu kabin mereka sudan berlumuran darah dan kotoran.

Saat itu, seorang saksi mengatakan melihat seorang wanita berambut gelap mirip Elizabeth dan seorang pria mirip Mark Hansen. Kasus ini ditutupi karena Hansen punya hubungan dengan para polisi. Namun, spekulasi dan teori Eatwell ini mendapatkan banyak pertentangan dari berbagai pihak.

***

Kasus pembunuhan misterius Elizabeth Short hingga kini masih mengambang. Meskipun telah banyak petunjuk serta teori yang terus bermunculan namun tetap saja kasus pembunuhan The Black Dahlia tidak pernah dapat terungkap.

Bahkan setelah hampir 70 tahun berlalu, kasus ini terus menjadi misteri yang menggoda para peneliti dan detektif independen untuk mencoba membuka tirai misteri yang menyelimutinya.

"Black Dahlia” akhirnya disemayamkan di Oakland, dan sang ibu, Phoebe pindah ke daerah di dekat kuburannya. Pembunuhan Elizabeth Short adalah salah satu kasus pembunuhan paling misterius sekaligus brutal dalam sejarah Amerika. Bahkan, majalah Time menulisnya sebagai kasus tak terpecahkan paling terkenal di dunia. (www.viralsbook.com)



Foto dan materi disadur dari berbagai sumber :
blackdahlia.web.unc.edu: The Life of Elizabeth Short / vintagenewsdaily.com: The Short Life of Elizabeth Short aka the “Black Dahlia” / megankee.oucreate.com: THE BLACK DAHLIA MURDER / 60detiknews.com / amikamoda.ru / dreamchaser777.blogspot.com:The BLacK DaHLia Murder / waldina.com: HAPPY 92ND BIRTHDAY ELIZABETH SHORT / rfinancindo.com: Misteri Black Dahlia Mutilasi Tidak Terpecahkan / theguardian.com: I know who killed the Black Dahlia: my own father
Baca Juga