Senin, 27 November 2017

Dibesarkan Oleh Monyet Hingga Anjing, Inilah 5 Kisah Mirip Tarzan di Dunia Nyata

Dirawat dan dibesarkan oleh binatang suatu hal tak pernah terbayangkan oleh banyak orang. Setelah terdampar disuatu tempat berantah, tersesat tanpa tahu arah pulang, membuat anak-anak ini tidak ada pilihan lain selain tetap bertahan hidup.


VIRALSBOOK.COM - Anda ingat bagaimana jalan cerita film Tarzan? Atau apa yang dikisahkan di dalamnya? Ya, film itu menceritakan seorang anak yang tinggal di hutan dan dibesarkan oleh sekelompok binatang. Ternyata sahabat viralsbook, kisah itu tak hanya terjadi di film, tapi juga ada di dunia nyata. Mereka tetap hidup setelah diangkat sebagai anak oleh sekelompok hewan. Anak-anak ini mengalami kejadian yang membuatnya terpaksa dibesarkan oleh binatang, seperti anjing, serigala hingga monyet. Hanya satu pilihan yang mampu mereka jalani, yakni ingin tetap bertahan hidup.

Kita ketahui bahwa serigala, anjing, dan monyet merupakan binatang yang tidak memiliki akal. Jika merasa terganggu, mereka dapat saja sewaktu-waktu menyerang manusia dan memangsanya. Bahkan, meskipun telah dikandangkan di kebun binatang, hewan-hewan tersebut masih dapat menyerang manusia. Itulah insting hewan pada umumnya. Namun, tidak semua binatang bersikap buas terhadap manusia. Masih ada sejumlah binatang yang memiliki hati untuk mengasihi manusia.

Kisah-kisah yang viralsbook rangkum dari berbagai sumber resmi ini membuktikan bahwa binatang-binatang yang buas dan hidup di alam liar ternyata masih memiliki naluri untuk mengasihi dan menyayangi mereka yang dilahirkan oleh manusia.


1. Kamala dan Amala


Kamala dan Amala menjadi kasus penelantaran paling fenomenal yang ada di Bengal, India sekitar tahun 1920-an. Kedua anak tersebut diasuh oleh sekumpulan serigala betina. Sebenarnya, Kamala dan Amala bukanlah saudara kandung, tapi mengalami nasib yang sama, dibuang oleh orang tuanya di hutan. Dikisahkan pada 1920, Pendeta Joseph Singh melihat induk serigala dan anak-anaknya. Dua di antaranya memiliki rambut panjang, kusut, dan tampak mirip seperti manusia. Pendeta Singh pun menyusun siasat untuk menangkapnya.

Setelah persiapan dan melalui kesulitan yang cukup besar, akhirnya kedua gadis tersebut dapat ditangkap. Saat ditemukan Kamala telah berusia 8 tahun, sedangkan Amala berumur 1,5 tahun. Singh menggambarkan mereka sebagai 'wolfish' atau layaknya serigala, baik itu penampilan atau tingkah laku. Mereka kemudian dibawa ke sebuah panti asuhan di Mindapore, India, tempat tempat pendeta dan istrinya tinggal.

Di panti asuhan, dua gadis itu menunjukkan perilaku khas anak serigala liar, menolak makanan yang dimasak dan berjalan dengan merangkak. Mereka lebih banyak berkegiatan di malam hari, dan enggan terkena sinar matahari dan bisa melihat dengan baik dalam gelap. Selain itu, kedua bocah ini lebih suka menikmati rasa daging mentah dan menjilat semua cairan dengan lidah langsung dari tanah. Lidah mereka secara permanen menggantung di bibir merah mereka yang tebal, juga tingkahnya terengah-engah seperti serigala. Mereka juga sudah tidak sensitif terhadap cuaca dingin maupun panas dan tidak dapat menunjukkan rasa emosi seperti manusia. Pada malam hari, mereka akan menggonggong menyeruakkan suara untuk keluarga mereka.

Baca Juga : Ngeri! Ketika Anjing Kesayangan Berubah Jadi Monster Pembunuh Tuannya

Mereka tidak pernah tidur setelah tengah malam dan berkeliaran serta melolong-lolong pada malam hari. Bergerak sangat cepat seperti tupai dan sangat sulit untuk menyusul mereka serta menghindari masyarakat dan jika didekati akan menyeringai memamerkan giginya. Tak hanya itu, pendengaran mereka juga sangat kuat dan dapat mencium daging dari jarak yang sangat jauh.

Pada September 1921, kedua gadis itu jatuh sakit, dan Amala, yang lebih muda, meninggal. Nyonya Singh kemudian merawat Kamala sebisa mungkin dan membuatnya belajar menjadi manusia. Sahabat viralsbook, setelah lima tahun di panti asuhan, Kamala mulai menunjukkan fungsi intelektual. Dia tahu beberapa nama bayi yang tinggal di panti, mengerti konsep warna, menerima makanan hanya dari piringnya, dan mengenali gelasnya sendiri. Kamala juga belajar banyak tentang bahasa untuk berkata-kata. Pada 1928 datanglah undangan dari Psychological Society of New York yang ingin mengekspos Kamala ke publik. Namun Kamala menjadi lemah karena itu, kesehatannya menurun sepanjang tahun dan kemudian meninggal pada November 1929.


2. Oxana Malaya


Oxana Malaya lahir pada November 1983. Saat ia berusia tiga tahun, orang tuanya yang pemabuk berat dan pecandu alkohol tak sanggup dan tak mau lagi merawat Oxana, sehingga suatu malam mereka secara sengaja meninggalkannya di luar dan membuang Oxana ke taman belakang rumah. Berada di luar rumah membuat Oxana kedinginan. Demi mencari kehangatan, Oxana yang masih balita dan berusia 3 tahun ini merangkak ke sebuah kandang dan meringkuk di antara anjing-anjing, yang akhirnya merubah takdir Oxana seperti dipaksakan harus hidup bersama anjing liar selama lebih kurang 6 tahun.

Setelah bertahun-tahun berinteraksi dengan anjing-anjing dan tidak berada di dekat manusia, Oxana pun berperilaku dan berbicara seperti seekor anjing. Ia berjalan dengan merangkak, makan daging mentah, menggeram, mengendus, menggonggong dan menggertakan giginya ketika didekati. Pada tahun 1991, Oxana ditemukan oleh tim penyelamat saat dia berusia delapan tahun. Saat pertama kali ditemukan, tingkah lakunya sangat mirip dengan anjing, berjalan merangkak sambal menjulurkan lidah, dan hanya mengerti bahasa "Ya" dan "Tidak".

Sahabat viralsbook, dengan terapi yang dilakukan tim penyelamat secara intensif, Oxana perlahan mulai belajar dasar-dasar berbicara dan bersosialisasi, walaupun perlu waktu cukup lama untuk membuatnya menjadi manusia kembali. Dia harus belajar bagaimana berbicara dan berjalan tegak di atas kakinya layaknya seorang manusia. Kemampuannya hanya bisa sama seperti anak usia 5 tahun. Kini, Oxana berusia 34 tahun dan sekarang tinggal disebuah klinik di Odessa, bekerja dengan rumah sakit hewan ternak di bawah pengawasan perawatnya untuk mengabdikan diri sebagai penjaga hewan.


3. Marina Chapman


Pada tahun 1954, Marina Chapman yang tinggal di Kolombia saat itu berusia empat tahun ketika dia diculik dan ditinggalkan di hutan. Gilanya lagi, sang penculik justru meninggalkannya di hutan tanpa memberinya makanan dan minuman. Beruntunglah, Marina Chapman diselamatkan oleh sekelompok kera berjenis Capuchin. Disinilah awal Marina menetap, dirawat dan diajari cara bertahan hidup oleh sekawanan kera selama 5 tahun. Dia pun mengikuti jejak serta meniru perilaku makan buah-buahan dan biji-bijian, minum air kolam, bersosialisasi dan berkomunikasi dari keluarga barunya ini.

Marina juga belajar berpindah dari satu pohon ke pohon lain dan menghindari pemangsa untuk bertahan hidup. Bahkan Marina Chapman berjalan dengan empat kaki layaknya seekor kera. Namun akhirnya, dia ditemukan oleh beberapa pemburu dan membawa dirinya keluar dari hutan. Alih-alih mendapatkan penghidupan yang layak, Marina justru hidupnya malah menjadi lebih buruk. Ia menyangka hidupnya akan lebih baik karena akan bertemu dengan manusia yang sama sepertinya. Sahabat viralsbook, para pemburu menjadikan ia sebagai budak dan menjual Marina ke sebuah rumah bordil.

Baca Juga : Gak Masuk Akal, 5 Pasangan Kekasih Dengan Kisah Pernikahan Paling Unik dan Aneh di Dunia

Suatu saat, Marina berhasil melarikan diri. Ia kemudian menjadi pengemis dan hidup dijalanan. Tak sampai di situ, Marina dijadikan budak yang bekerja untuk keluarga mafia saat usia Marina menginjak 14 tahun. Untungnya, tetangganya yang bernama Maruja melihat kejanggalan di rumah tersebut dan segera menyelamatkan Marina. Anaknya Maruja yang bernama Maria mengadopsi Marina. Kemudian Marina diboyong ke Bogota sebelum akhirnya pindah lagi ke Bradford, Yorksire di Inggris pada tahun 1977.

Marina belajar menjadi seorang pengasuh dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selama di Bradford, ia menemukan belahan jiwanya. Ia akhirnya menikah dengan seorang peneliti. Dari pernikahan inilah Marina memiliki anak dan keluarga. Meski begitu, Marina masih mengingat keluarga keranya yang membesarkannya. Ia bahkan menulis sebuah buku tentang pengalamannya selama berada di hutan dengan judul “The Girl With No Name”. Satu cerita dalam bukunya adalah ketika tengah sakit, sang kera tua merawatnya dengan mengajaknya minum air di kolam. Setelah ia muntah, tubuhnya pun jadi lebih baik. Kisah Marina Chapman ini ditayangkan oleh National Geographic pada tahun 2013.


4. Rochom P'ngieng


Rochom ditemukan di hutan lebat di daerah timur laut Kamboja ketika seorang penduduk desa menyadari persediaan makanannya hilang. Pada Januari 2007, dia dibawa ke sebuah desa dan ayahnya yakin bahwa dia adalah anaknya yang hilang saat berusia 8 tahun. Kisahnya bermula ketika Rochom yang saat itu berusia 8 tahun pamit pada orangtuanya untuk menggembalakan kerbau di provinsi Ratanakkiri, Kamboja, sekitar Oktober tahun 1989. Namun, sang anak yang pergi bersama saudaranya itu tak jua kembali hingga petang.

Tahun demi tahun, dua anaknya tak kunjung pulang. Sang ayah, Sal Lou, dan ibu, Rochom Soy, yang merasa putus asa, akhirnya rela 'melepas' kedua anaknya yang hilang. Sal Lou dan Rochom Soy hanya mampu mengenang Rochom sebagai anak perempuan yang riang. Selain itu juga terampil membuat bentuk bunga, binatang, bahkan manusia dari kulit pisang. Hingga suatu hari di bulan Februari 2007, sesosok makhluk menyerupai monyet muncul dan mencuri bekal makan siang petani. Inilah awal harapan baru bagi Lou, karena dia mengenali orang yang mencuri makanan itu sebagai anaknya yang telah lama hilang.

Dengan perawakan mirip monyet, jalan membungkuk, telanjang, kotor, ketakutan, rambut pendek yang acak-acakan, Rochom disimpulkan tinggal di hutan selama hampir 20 tahun. Hidup seperti kisah klasik 'si Tarzan Raja Rimba'. Begitulah sahabat viralsbook, meski tanpa tes DNA, Sal Lou sangat percaya bahwa perempuan bertingkah seperti monyet adalah putri kandungnya dan mengajak putrinya pulang ke rumah. Dia bisa mengenali Rochom dari luka di lengan Rochom. Dia pun tetap yakin meski banyak ahli setempat yang sulit mempercayai gadis 8 tahun mampu hidup di tengah hutan lebat di wilayah perbatasan Vietnam dan Laos.

Kemunculan Rochom menggemparkan warga di sekitar desa tempat tinggalnya. Sebutan 'gadis hutan' dan perempuan setengah hewan pun disematkan padanya. Sejak ditemukan, Rochom diajari berbagai ketrampilan peradaban, seperti berbicara, menggunakan pakaian, dan sebagainya. Namun, ini adalah proses yang sulit bagi seorang manusia yang hampir 20 tahun tinggal di pedalaman hutan Ratanakkiri, salah satu hutan lebat dan liar di negara ini. Rochom memiliki kelakukan seperti monyet. Keluarganya berjuang untuk mengembalikan hidupnya, namun Rochom justru tidak tahan dan mencoba melarikan diri ke hutan beberapa kali. Pada Mei 2010, dia berhasil melarikan diri ke hutan dan tak pernah kembali.


5. Traian Caldarar


Pada tahun 2002, 'Mowgli Boy' julukan untuk bocah Rumania bernama Traian Caldarar yang hidup liar bertemu kembali dengan ibu kandungnya, Lina Caldarar. Pertemuan ini terjadi setelah selama tiga tahun terpisah dari keluarganya dan hidup dengan binatang liar di hutan-hutan Transylvania. Saat itu Traian ditemukan nyaris mati oleh seorang gembala sedang meringkuk di sebuah kotak kardus dalam keadaan telanjang. Saat ditemukan, Traian tidak mengetahui cara berbicara.

Baca Juga : 5 Orang Ini Terlahir dan Merasa Hidupnya Telah Terjebak Dalam Tubuh Yang Salah

Traian diyakini telah meninggalkan rumah keluarga saat berumur empat tahun karena kekerasan dalam rumah tangga. Ibunya, Lina Caldarar, mengatakan bahwa dia mencintai putranya tetapi memiliki suami yang selalu memukulinya. Menurut keterangan para dokter yang memeriksanya, Traian hampir tidak mungkin dan mustahil bertahan hidup seorang diri dengan usia yang amat dini di hutan Transylvania. Karena itu, para dokter percaya bahwa dia telah dijaga dan ‘dirawat’ oleh anjing-anjing liar di hutan Transylvania. Ibunya, yang mengenalinya dari laporan berita televisi, mengatakan bahwa ia telah melarikan diri dari rumah suaminya tiga tahun sebelumnya setelah ia memukulinya. Dia menduga Traian melarikan diri karena alasan yang sama.

Ketika dia kehilangan Traian, dia putus asa, dan berharap dia mungkin diadopsi oleh keluarga lain. Saat kejadian itu, Traian kehilangan kontak dengan ibunya yang sama-sama melarikan diri, meskipun telah mencoba dengan berbagai upaya untuk mendapatkannya kembali. Saat ditemukan tahun 2002 silam, Traian telah berusia tujuh tahun. Sahabat viralsbook, walaupun begitu dia terlihat seperti anak yang baru berusia tiga tahun, karena tidak dapat berbicara, telanjang dan tinggal di kotak kardus yang ditutupi dengan lembaran plastik. Dia menderita rakitis yang parah, memiliki luka yang terinfeksi dan peredaran darah yang buruk, mungkin karena radang dingin.

Traian ditemukan di dekat tubuh seekor anjing yang tampaknya dimakan oleh Traian, oleh seorang gembala bernama Manolescu Ioan. Pada saat itu, mobilnya mogok dan Tuan Ioan harus berjalan dari padang rumputnya dan menemukan anak yang dia laporkan ke polisi, dan kemudian menangkap bocah itu. Traian berjalan dengan gerakan simpanse dan mencoba untuk tidur di bawah tempat tidur daripada di atasnya. Dia ditemukan dalam posisi binatang dan gerakannya bersifat kebinatangan. Fakta-fakta menunjukkan bahwa dia tidak dibesarkan di lingkungan sosial, dia menjadi sangat gelisah ketika dia tidak memiliki makanan. Dia mencari sesuatu untuk dimakan sepanjang waktu dan akan tidur setelah dia makan.

***

Sahabat viralsbook, itulah 5 kisah tentang anak manusia yang dibesarkan serta diasuh oleh beberapa hewan. Sebenarnya dari dulu sampai sekarang kejadian seperti ini masih banyak terjadi diberbagai belahan dunia. Selain 5 kisah di atas juga, tentunya masih banyak lagi kisah manusia dan hewan yang lainnya. (www.viralsbook.com)



Disadur dari berbagai sumber, dengan inspirasi artikel viva.co.id

comments