Kamis, 25 Maret 2021

Hewan-Hewan Ini Dianggap Hama Di Luar Negeri, Tetapi Diternakkan Di Indonesia

Apa jadinya jika hewan yang kita ketahui sering dibudidayakan di Indonesia, tapi dianggap sebagai hama di luar negeri?



VIRALSBOOK.COM
- Sebagian besar masyarakat di indonesia, apalagi di wilayah pedesaan mengenal dan sangat menyukai budidaya hewan ternak sebab dinilai dapat memberikan banyak manfaat dari sisi ekonomi. Biasanya, sistem peternakan yang diupayakan penduduk di Indonesia merupakan usaha sampingan, walaupun ada yang sebagian menjadikannya sebagai mata pencaharian utama.

Tapi tahukah Sahabat viralsbook, di Negara-negara ini, hewan yang sering diternakkan di Indonesia malah dianggap Hama yang sangat mengganggu habitat makhluk hidup dan keanekaragaman hayati lainnya. Gak percaya? Simak ulasannya yang viralsbook rangkum dari berbagai sumber.

Ikan Lele Dianggap Hama Di Florida

Salah satu jenis ikan air tawar yang mengandung nutrisi tinggi yang baik untuk dikonsumsi adalah Ikan Lele. Selain itu, Lele juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Pasalnya, Budidaya ikan lele bagi pemula sekalipun tidaklah rumit karena benih Lele mudah didapat dan perawatannya pun mudah.

Di tanah air Ikan Lele diburu untuk diternakkan karena kelezatannya. Namun sahabat viralsbook, di Florida, Amerika Serikat, Lele diburu karena menjadi Hama.

Walking Catfish, adalah sebutan Ikan Lele yang pertama kali masuk ke salah satu Negara bagian di belahan tenggara Negeri Paman Sam ini pada pertengahan tahun 1960-an. Ketika itu, Ikan Lele masuk dari Negeri Gajah Putih, Thailand, sebagai ikan hias akuarium.

Para importir mendatangkan indukan lele dari Thailand untuk dikembangbiakkan karena digemari oleh hobbyist setempat. Diduga, sebagian indukan itu terlepas ke alam saat pengangkutan atau terlepas dari kolam pemeliharaan.

Baca Juga : 5 Jenis Ikan Bergigi Aneh dan Unik, Bahkan Ada Yang Bergigi Mirip Manusia

Dugaan lain, hobbyist yang sudah jenuh kemudian membuang Clarias sp itu ke perairan setempat. Lele yang terlepas di alam ini kemudian berkembang biak dengan pesat dan menyebar ke berbagai daerah di Florida.

Lele mempunyai sifat omnivora, yaitu memakan hampir semua jenis makanan. Akhirnya, lele pun menjadi pesaing ikan-ikan asli Florida dalam menempati ruang dan mencari pakan. Lele juga sering masuk ke kolam-kolam budi daya ikan dan memangsa ikan lain sehingga para peternak ikan harus membangun pagar di sekeliling kolam.

Namun, meski akses mencari pakan dibatasi, populasi lele terlanjur meledak. Departemen Sumberdaya Alam, Divisi Perikanan dan Satwa Liar menduga populasi Lele di Florida Selatan mencapai 1.500 kg/area. Akibatnya, negara bagian itu melarang impor Lele tanpa surat izin khusus. Bahkan, negara bagian Indiana melarang kepemilikan Lele dari famili Clariidae dalam kondisi hidup.

Kerbau Dianggap Hama di Australia Utara

Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan salah satu jenis ternak yang berkembang baik di Indonesia. Banyak keistimewaan dari hewan ternak yang satu ini. Salah satunya adalah dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan peternak dan petani di pedesaan.

Namun sahabat viralsbook, tahukah kalian bahwa Kerbau di Australia dianggap sebagai Hama, kerbau jarang dipelihara sebagai hewan ternak. Pasalnya, mamalia bertanduk itu banyak tumbuh liar di wilayah Australia, terutama di wilayah Northern Territory (NT) atau Australia Utara.

Di tahun 2019, Menurut data Territory Natural Resource Management (TNRM), untuk wilayah Top End saja diperkirakan setidaknya ada 161.250 ekor kerbau liar. Top End meliputi sebagian dari wilayah Australia Utara, yakni wilayah semenanjung yang mencakup Darwin dan Arnhem Land.

Data jumlah kerbau liar ini dihitung oleh TNRM setelah mereka melakukan survei pada lahan seluas 225.000 kilometer persegi. Menurut Susanne Casanova dari TNRM, jumlah populasi kerbau cukup menonjol pada wilayah yang tidak menerapkan pengendalian hewan liar.

Saking banyaknya populasi kerbau liar di Australia Utara, telah menjadi masalah besar bagi sektor pertanian di Top End. Kawanan kerbau sering menyebabkan kerusakan yang luas pada sumber air, menghancurkan lahan, serta menyebarkan gulma.

Kehadiran kerbau di Australia sendiri memiliki sejarah yang panjang dengan didatangkan pada awal abad ke-19 dari wilayah Hindia Belanda atau kini Indonesia. Umumnya, kerbau didatangkan ke Australia dari Pulau Timor, Pulau Kisar, dan Jawa Barat.

Ikan Mas Dianggap Hama di Australia

Masyarakat Indonesia terbiasa mengkonsumsi ikan mas. Selain untuk dikonsumsi, ikan yang dikenal dengan nama 'common carp' (Cyprinus carpio) mudah dibudidayakan karena memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi di berbagai macam lingkungan. Namun, di negara Australia, rupanya ikan ini dianggap hama sehingga negara tersebut perlu mengurangi populasi ikan mas.

Menurut peneliti asal Indonesia yang kini bekerja di laboratorium kesehatan binatang Australia, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Australia mengganggap ikan mas sebagai hama karena ikan tersebut merusak habitat ikan lokal dan memicu hancurnya keanekaragaman hayati di wilayah perairan, seperti sungai dan danau.

Upaya yang dilakukan oleh Australia untuk memusnahkan ikan mas dari perairan Australia ini memang masuk akal karena invasi populasi ikan mas terus bertambah di tahun ini. Sebuah penelitian menyebut 360 juta ekor ikan mas tinggal di saluran air Australia, sehingga menjadi ancaman sangat serius dan dikhawatirkan akan memusnahkan dan menurunkan populasi ikan asli Australia.

Dari jumlah ikan mas yang menginvasi perairan Australia ini sekitar 96% terkonsentrasi di perairan di wilayah pantai timur Australia. Ikan mas ini umumnya menghuni wilayah basah di Australia (54%) dan sebagian besar (97%) hidup dan menginvasi sungai sungai yang ada di wilayah tersebut.

Tingkah laku ikan mas dianggap sebagai perusak lingkungan karena ikan mas yang memiliki sifat omnivora juga memiliki kebiasaan menyedot lumpur sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem bagi fauna perairan lainnya.

Dalam rangka memusnahkan ikan mas dari perairan Australia ini pemerintah telah banyak mengeluarkan dana. Sebagai contoh di tahun 2016 lalu pemerintah memiliki program menggunakan virus herpes sebagai pembunuh alami ikan mas yang ada di perairan Australia.

Pengembangan Virus herpes Cyprinid herpesvirus-3 menghabiskan dana sekitar US$15 juta, namun penggunaannya sebagai pembasmi biologis ikan mas masih ditunda karena masih ada kekhawatiran virus herpes ini akan mengakibatkan kematian ikan mas dalam jumlah besar dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, karena virus herpes juga dikhawatirkan akan membahayakan spesies ikan asli lainnya.

Baca Juga : Ide Museum Museum Ini Sangat Mencengangkan Dan Paling Unik Di Dunia

Cara lain yang ditempuh pemerintah Australia adalah mengadakan kompetisi memancing dengan cara tujuan memperoleh ikan mas sebanyak-banyaknya. Cara ini memang dinilai cukup efektif membantu mengurangi populasi ikan mas karena kompetisi memancing yang dimulai sejak tahun 2012 ini terus bertambah pesertanya dari hanya 350 peserta kini telah mencapai 700 peserta. Dalam sehari para pemancing ikan mas ini berhasil menangkap sekitar 16.600 ikan mas.

Sejarahnya, Ikan mas mulai dimasukkan di Australia oleh pemerintahan kolonial di tahun 1859 di wilayah Victoria namun saat itu budidayanya tidak berhasil. Selanjutnya di tahun 1865 ikan mas dimasukkan di wilayah negara bagian New South Wales yaitu di sekitar perairan Sydney dan juga di danau buatan tempat penampungan air.

Diduga dari wilayah Sydney ikan mas ini menyebar ke sungai Murray dan Darling dan juga ke wilayah Murrumbidgee di era tahun 1920-an. Di tahun 1960-an jenis ikan baru diimpor dan dipelihara di Boolarra. Diperkirakan ketika terjadi banjir besar di tahun 1970-an ikan mas budidaya ini lepas ke alam dan mulai menginvasi sungai Murray dan Darling sampai saat ini.

***

Masalah yang dialami negara-negara diatas seputar "Hama" sepintas terlihat sangat mustahil dan sedikit menggelitik, sebab di negeri kita Indonesia, hewan-hewan ini malah sering dibudidayakan sebagai ternak yang dapat menambah nilai kesejahteraan hidup masyarakat.

Tapi itulah kenyataannya, lain daratan, lain jumlah populasi pasti lain juga masalahnya, terutama keseimbangan habitat dan keanekaragaman hayatinya. Bagaimana menurut sahabat viralsbook? (vb)


Disadur dari berbagai sumber:
kompasiana.com: Ketika Ikan Mas Menjadi Hama di Australia / pertanianku.com: Taukah kalian bahwa si kumis dianggap hama juga / republika.co.id: Kerbau liar dianggap hama di australia utara / ekonomi.bisnis.com: Di Australia ikan mas dianggap hama